
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Debby teringat perusahaan laura yang direbut paksa oleh bernett,kalau begitu,seharusnya candice bekerja di sana.
Debby mencoba peruntungan, ia mengendarai mobilnya menuju perusahaan canbry.
Setelah kepulangan dari makan siang, candice selalu terbanyang suara dan wajah bernett, ia tidak bisa lagi fokus bekerja.
Setelah 30 menit melamun pintu ruangan candice diketuk vera."Kak candice,tidak terlalu baik, debby datang kesini"
Alis candice berkerut, bagaimana wanita itu bisa tahu aku bekerja disini?
Vera baru saja keluar,sosok debby masuk ke ruangannya, ia tadi sudah bertanya pada resepsionis di depan, ternyata candice memang bekerja disini.
"Ada apa?" candice sambil menatap tajam debby.
Debby mengubah temperamen,lalu tertawa.
"Candice, tidak menyangka kamu bekerja disini, selamat ya"
"Jika kamu datang hanya untuk membuat keributan, aku akan menelepon satpam untuk mengusirmu"
"Tidak,aku datang bukan untuk ribut denganmu, aku datang kesini untuk mendesain perhiasan, sebentar lagi aku akan berulang tahun,aku memintamu untuk mendesain hadiah ulang tahun"
"Pesanan di tanganku sudah penuh, kamu cari saja orang lain" candice sekarang tidak mau menerima pesanannya.
"Aku mohon, aku tidak suka desain orang lain, aku suka desainmu" debby menunjukkan sikap lemah.
Saat ini, begitu linda mendengar debby datang kesini, ia buru-buru datang ke ruangan candice.
"Nona shen, mohon jangan ganggu desainer kami,bila kamu ada keperluan, silahkan cari aku" linda takut kedatangan debby hanya mencari masalah dan bisa membuat candice terluka.
"Direktur linda! selamat, aku mendengar kamu menjabat menjadi penanggung jawab atas perusahaan ini" debby pura-pura baik.
"Aku hanya pegawai biasa saja" linda menatap debby."silahkan datang ke kantorku untuk berbicara"
"Candice, aku pergi dulu" debby tersenyum palsu.
Candice mengerutkan alis, apakah hari ini debby salah makan obat? atau kepalanya terbentur?
Memang benar, debby memesan sebuah gelang, dia menyerahkan deposit sebesar 1 milyar, hari ini debby memang sangat aneh, ia berperilaku sangat baik pada siapapun yang di jumpai di perusahaan.
Di karenakan sebagian besar pekerja dari carmen, mereka sudah mengetahui keburukan debby, namun hari ini merasa matahari terbit dari barat.
Linda menyerahkan pesanan debby ke yuni, setelah itu masuk ke ruangan candice.
"Candice, kenapa debby sangat aneh hari ini? dia seperti menjadi orang lain"
Candice juga tidak tahu, ia menggelengkan kepala."Aku tidak ingin perduli dengannya,"
"Dia barusan langsung memesan,aku menyerahkan pada yuni,aku tidak mau kalian berdua saling berhubungan dengan pekerjaan."
"Kebetulan aku juga malas mendesain untuknya"
"Candice,kita sekarang tidak kekurangan klien, kalau debby membuat masalah, aku akan membatalkan pesanannya" linda berkata untuk melindungi candice.Perusahaan ini adalah milik bernett, tentu saja harus membuat nyaman candice.
Candice terkejut, lalu tertawa."kak linda,
berbisnis tidak bisa seperti itu"
"Aku hanya ingin menjaga para emosi karyawan stabil, termasuk kamu"
"Aku tidak akan marah, hanya karena wanita seperti itu, terlebih lagi dia tidak akan mempengaruhi kehidupanku"
"Candice, malam ini perusahaan akan ada makan malam bersama, apakah kamu bisa datang?"
"Aku mungkin tidak memiliki waktu,aku harus menjemput bryan, belakangan ini aku kurang memperhatikan anakku" candice tertawa.
Candice meminta vera untuk mengantar kopi, ia ingin fokus untuk menyelesaikan gambar desain.
Debby duduk di mobil melihat kalender di hp, sepuluh hari lagi dirinya akan menstruasi, saat itu waktu yang pas untuk beraksi.
Saat itu tiba, andreas akan sangat membenci candice.
Jam lima sore candice sampai di sekolah bryan, saat melihat ibunya bryan berlari dari arah taman bermain.
"Mommy, mommy" bryan memeluk kaki ibunya, wajah tampannya sudah terbentuk sempurna.
"Ayo pulang" bernett tidak ikut karena dia masih sibuk di perusahaan, sedangkan candice sekarang lebih santai.
Sebelum pulang ke apartemen, candice membungkus makanan di kfc dekat apartemen.
Sampai di rumah, mereka memakan di ruang tamu dengan rakus, candice juga seperti anak kecil suka dengan makanan kfc.
"Kucing kecil rakus" candice melihat saus belepotan di sekitar mulut anaknya.Ia mengambil tisu untuk mengelap saus tomat di wajah bryan.
Bryan malah tertawa, ia mengambil kentang goreng di celupkan di saus,lalu menyodorkan ke mulut ibunya."Mommy, makan"
Candice membuka mulutnya, ia tersenyum, ia cukup menikmati momen bersama dengan anaknya.
Setengah 10 malam bryan sudah tertidur di kamarnya, candice meilhat wajah polos anaknya tersenyum bahagia.Sebelum keluar mencium wajah anaknya dengan lembut.
Saat candice baru duduk di sofa ruang tamu, pintu depan terbuka, ia buru-buru berdiri menyambut bernett dengan senyuman.
"Apakah anak sudah tidur? "
"Sudah, ia baru saja terlelap" candice menatap mukanya."Apakah kamu sudah makan?"
"Sudah"
"Kalau begitu cepatlah mandi"
Bernett tersenyum, ia masuk ke kamar anaknya sebentar,Ia tersenyum bahagia, anaknya adalah harapan dirinya di masa depan. Setelah beberapa saat baru masuk ke kamarnya.
Sekarang bernett merasa hatinya sudah diisi oleh ibu dan anak dan makna kehidupan sekarang lebih berwarna, dulu bernett hanya fokus pada perusahaan saja.
Candice menunggu di kamar bernett, sambil berbaring di kasur.
Sekarang perasaannya sering merindukan sentuhan bernett, walaupun pria itu tidak mengenal tempat saat bermesraan, namun ia sangat menikmati.
Sebenarnya candice bernafsu dengan wajah tampannya dan bentuk tubuhnya, hanya wanita lebih malu untuk mengungkapkan.
Bernett mandi tidak terlalu lama, ia keluar kamar mandi hanya melilit dengan handuk, rambutnya masih basah.
Ini membuat candice menelan ludah diam-diam,candice sedikit memohon padanya.
"Besok aku ada rapat jam sembilan pagi dan masih harus mengantar bryan ke sekolah"
"Menurut saja, aku akan bersikap lembut padamu malam ini"
Candice membungkus tubuhnya dengan selimut, hanya memperlihatkan wajah cantiknya.
Bernett berbaring di sebelahnya tidak memakai apa-apa, ia mencium rambutnya dan memeluk tubuhnya."Kamu wangi sekali"
"Aku bukan makanan" candice merasa geli di sekitar lehernya.
"Tentu saja kamu makanan,aku akan memakan tubuhmu sebentar lagi" bernett tertawa sebentar, lalu mencium bibir merahnya.
Suhu tubuh mereka memanas dengan cepat.
Setelah beberapa saat bernett membuka seluruh pakaian candice, ia sengaja membuat tanda merah di dadanya,tangannya mengelus tubuh bagian bawahnya.
Candice hanya bisa memejamkan matanya, menikmati sentuhan sang pria, mulut mungilnya sesekali mendesah pelan.
Suara ******* membuat bernett bertambah panas tubuhmya, ia menindih tubuh candice di bawahnya, lalu memaju mundurkan pingganggnya.
Setelah hampir 40 menit akhirnya mereka berdua puas, mereka berdua tidur sambil berpelukan.