Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Penemuan mayat


Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


Setelah memikirkannya andreas semakin gelisah dan segera mengambil kunci mobil untuk memastikan.


Setelah mobil andreas keluar sebuah mobil hitam mengikuti di belakangnya.


Andreas tidak berani keluar dari mobil hanya melihat sekeliling dari dalam mobilnya.


Tempat tinggal debby adalah perumahan kumuh dan tidak ada kamera pengawas.


Andreas merasa sedikit lega dan keluar untuk mengunjungi ayah shen.Pengawal bernett memberikan laporan.


"Oke, teruslah memantau dan catat semua perilaku andreas yang mencurigakan"


Bernett sendiri memiliki kecurigaan yang besar andreas sudah membunuh debby.Tetapi ia tidak nyaman memberitahu polisi.Namun ia tidak berpangku tangan untuk masalah ini. Sekarang yang lebih penting adalah menemukan mayat debby dan polisi pasti bisa mengungkapkan kebenaran dan pada saat itu andreas tidak bisa melarikan diri.


Ayah shen tidak menaruh curiga pada andreas, ia mengambil atm putrinya untuk melunasi hutang dan menunggu kepulangan putrinya.


Polisi sendiri masih belum mengungkap kematian debby dan masih terdaftar sebagai orang yang hilang.


Andreas berpikir harus segera menemui emily dan menikah dengannya untuk mengubah hidupnya.


Malam ini mendung terlihat di langit dan andreas merasa sedikit khawatir.Tubuh debby hanya diikat dengan tali dan mungkin talinya akan terputus jika terkena banjir.


Ia memutuskan untuk melihat besok setelah malam ini turun hujan deras.


Kantor polisi


Seorang wanita cantik dan menawan datang ke kantor polisi.


"Halo, aku ingin mencari petugas polisi yang menangani kasus debby shen dan aku mempunyai beberapa petunjuk"


"Siapa namamu?"


"Namaku emily"


Emily dengan cepat di wawancarai oleh petugas yang menangani kasus debby.


"Apa hubunganmu dengan debby shen?"


"Aku tidak tahu debby, tapi aku berinteraksi dengan mantan suaminya, andreas lu, dan aku akan memberikan beberapa petunjuk pada kalian"


Setelah setengah jam emily keluar dari kantor polisi dan segera menghubungi bernett.


"Halo"


"Kenapa kamu kembali lagi?"


"Aku tidak bisa duduk dan melihat saja, sekarang aku memiliki kesepakatan dengan andreas dengan menunjukkan sertifikat andreas akan dijadikan target tersangka"


"Apa yang kamu katakan pada polisi?" bernett penasaran dan ingin tahu.


"Aku menceritakan yang terjadi malam itu dan andreas datang keesokan paginya dengan menunjukkan surat perceraian dan aku menyebutkan debby meminta beberapa triliun dan akhirnya andreas memberikan uang itu"


"Aku tahu hal ini sangat berisiko untukmu dan aku akan mengirim pengawal untuk menjemputmu dan kamu akan baik-baik saja"


"Tidak perlu, aku datang bersama dengan kakakku dan beberapa pengawal"


"Baiklah, jika ada sesuatu segera kabari aku"


"Apakah perlu melanjutkan rencana yang sebelumnya?"


"Tidak, jika andreas adalah pembunuhnya, perusahaannya akan hancur dan andreas tidak dapat menolong dirinya sendiri"


"Ya, aku telah mengisyaratkan kepada polisi, bahwa andreas adalah pembunuh mantan istrinya dan polisi akan segera mengurungnya"


"Terimakasih, emily"


"Tidak perlu berterimakasih,ini memang yang harus aku lakukan" emily tertawa,lalu menutup telepon.


Di istana gong


Bernett pulang dari perusahaan dan melihat candice sedang berdiri di balkon. Ia memeluk tubuhnya dari belakang.


"Ya, aku sudah tidur terlalu lama, bagaimana kalau kita jalan-jalan sore?"


"Oke, kebetulan bryan juga ada di rumah, kita pergi bersama dengannya"


Kehamilan candice yang sekarang tidak lagi kesepian dan hampa seperti kehamilan anak yang pertama,sekarang di kelilingi keluarga yang hangat dan harmonis.


Bryan dan bernett sudah menunggu di ruang tamu, sekarang bryan sudah tumbuh satu meter lebih dan lebih mirip dengan ayahnya.


Laki-laki kecil juga sudah mulai berlatih tinju dan taekwondo.Mimpinya adalah untuk melindungi mami dan daddy.


"Mommy"sikecil berlari ke arahnya dan meraba perutnya."Mommy, biarkan aku berbicara dengan adik perempuanku"


"Ya, kita jalan-jalan,kamu bisa bercerita sepanjang jalan" candice membelai kepalanya.


"Ya" bryan mengangguk dengan bahagia.


Jam delapan malam hujan deras dan guntur. Sudah lama di kota tidak turun hujan.


Namun ada seseorang yang ketakutan dan gugup.


Andreas duduk di ruang tamu villanya.Ia mendengarkan hujan di luar dengan panik, ia berjalan di dalam ruangan dengan gelisah.Ia membayangkan sungai akan banjir dan airnya naik.


Ia masuk ke dalam garasi mobilnya dan melihat tali yang digunakan untuk melilit tubuh debby, apakah tali seperti ini bisa menahan tubuhnya?


Tidak, ia memutuskan untuk melihat banjir malam ini dan mengendarai mobil of road menerjang hujan lebat.


Pengawal bernett mengikuti mobil andreas dan melaporkan situasi pada bernett.


"Kalian lebih baik menjaga jarak, mungkin mobil yang mengikuti andreas adalah petugas kepolisian"


"Oke"


Andreas mengendarai mobilnya selama 40 menit,ia sampai di sungai dan disekitarnya tidak ada orang.Petugas polisi mengintai dari jarak jauh untuk melihat rencana andreas.


Dua petugas polisi turun dari mobil berjalan di tengah hujan untuk mendekati posisi andreas.


Petugas melihat andreas sedang berdiri di tepi sungai.


Andreas merasa lega,naiknya air sungai tidak terlalu besar dan mungkin besok sudah cerah.


"Debby shen, apakah kamu sengaja membuatku takut?kamu orang yang sudah mati" andreas berbicara pelan.


Setelah berkata andreas kembali ke mobilnya dan menghilang dalam kegelapan.


Kapten polisi memandangi sungai dan berkata.


"Tampaknya ada misteri di sungai ini,dan segera panggil tim penyelam dan melihat apakah ada mayat debby disini?"


Empat orang dari tim penyelam mulai menyelam dengan lampu sorot di kepala, mereka masuk ke dalam air. Sungai disini tidak terlalu dalam hanya sekitar lima meter.


Setelah satu jam penyelaman salah satu penyelam naik ke permukaan dan memberikan isyarat."Ada mayat di bawah,segera lakukan penarikan"


Mayat debby sudah membengkak.


"Tarik kembali untuk menyakinkan"


Andreas malam ini pergi ke bar untuk memanjakan diri dan membawa wanita pulang ke rumah setelah mabuk.


Pagi hari


Saat andreas membuka matanya melihat wanita yang tidur di sampingnya segera mendorong tubuhnya menjauh."Tuan lu, apakah anda tidak senang tadi malam?"


Saat andreas memegang kepalanya yang pusing sisa mabuk semalam.Tiba-tiba pintu rumahnya di ketuk oleh seseorang.


Hati andreas menegang dan melihat kamera pengawas di rumahnya.Ia melihat beberapa petugas polisi berdiri di depan pintu. Setelah menenangkan diri andreas membuka pintu.


Andreas tersenyum kecut."Pak polisi, apakah sudah ada perkembangan tentang mantan istriku?"


"Benar, kami sudah menemukannya tadi malam"


Jantung andreas berdetak kencang."Benarkah? dimana dia?"


"Kami baru saja mengambil tubuhnya dari sungai, Tuan lu, kami mencurigai bahwa kamu membunuh dan menenggelamkan mayat itu, silahkan ikut kami ke kantor polisi untuk membantu penyelidikan" suara polisi seperti petir di telinga andreas