
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Candice melihat kedua mata bernet merah, pasti pria ini bekerja saat di pesawat.
Ia mengulurkan tangan melepas kancing jasnya dan menaruh jas ke gantungan baju,dia masih memakai kemeja panjang, saat candice membuka dua kancing dari atas, pantatnya diremas oleh bernett dan mendorong mendekat ke arah sang pria.
Nafas candice yang berada di dada sang pria semakin cepat, detak jantungnya juga semakin cepat, Ia sekarang menjadi malu- malu mau.
"Sepertinya yang ingin itu, bukan hanya diriku saja" bernett tertawa kecil.
Walaupaun candice sangat malu, ia tidak mau menghindar dari pria ini.
Candice sudah mabuk asmara dengan pria ini, mereka berdua berciuman dengan gairah sambil berdiri.Tangan bernett sudah masuk ke baju candice mencari bola kesenangannya untuk diremas pelan- pelan.
Walaupun sekarang sedang musim dingin, suhu badan pasangan ini membara.Tangan bernett memegang tangan candice menuntun untuk memegang juniornya..
Junior sudah keluar dari sarangnya, walaupun celana bernett belum di lepas, hanya membuka retsleting, tangan mungil candice di bimbing untuk memegang dan bergerak maju mundur oleh tangan bernett.
Sekarang rasa malu di hati candice sudah tertutup oleh kenikmatan ditubuhnya.
Setelah beberapa saat berciuman, bernett duduk tepi ranjang."Mainkan dengan mulutmu"
Tangan bernett menuntun kepala sang wanita untuk menghisap sang junior.
Sekarang pikiran candice seperti di hipnotis, menuruti apa yang di inginkan sang pria.
Mulut mungilnya mulai menghisap dan menjilati junior bernett, tangannya juga bermain di telurnya.
Setelah beberapa saat bernett merasa kasihan sang wanita berusaha memuaskan dirinya.
Akhirnya mereka berdua sudah dalam keadaan bugil. Bernett mengajaknya melakukan gerakan 69..mereka berdua sangat menikmati saling menghisap pusaka masing- masing.
Mereka menyudahi gerakan 69, bernett menyuruh candice yang bekerja di awal."Kamu berada di atas, aku ingin melihat hasil kerjamu"
Candice naik ke atas tubuhnya, memegang juniornya masuk ke dalam gua..ia bergerak naik dan turun secara teratur.
Bernett memegang dadanya yang terus bergoyang mengikuti gerakan candice..
Hannah xia menuju ke lobby, mendengar anaknya sudah pulang, namun anaknya sudah masuk ke kamar candice, ia tersenyum senang dan menyuruh pelayan untuk tidak naik ke lantai atas mengganggu mereka berdua....
Setelah beberap menit candice mengeluh, nafasnya sudah tidak teratur."Bernett, aku sudah tidak sanggup lagi bergoyang"
Bernett tidak menjawab ia memposisikan tubuh candice di tepi kasur, ia memasukkan dari belakang, ia bergoyang sambil memeluk tubuh candice.
Candice sendiri kadang- kadang sampai menutup mulutnya, ia takut mendesah keras akan terdengar orang- orang yang berada di bawah.
Bernett berganti posisi, sekarang menindih tubuh mungilnya di bawah, gerakan seperti ini hingga bernett memuntahkan cairan di dalam gua.
Akhirnya mereka yang kelelahan tertidur sambil berpelukan..
Jam 12 candice terbangun, ia masih melihat wajah kelelahan bernett tidak membangunkan.
Setelah mandi candice turun dari atas dengan wajah memerah, untungnya tidak ada orang disini.
Bernett baru bangun jam setengah tiga, sehabis mandi ia turun ke bawah melihat candice duduk di sofa ruang tamu.
Ia mendekati candice bertanya seperti bayi besar kelaparan."Apakah kamu masih punya makanan?"
Apa yang ingin kamu makan?aku akan memasak untukmu?"candice berdiri memeluk lengannya."Selama kamu yang memasak aku akan memakannya" bernett setelah mengatakan membungkuk tanpa ragu mengecup bibir merahnya.
Candice langsung malu.
"Kamu jangan lakukan ini"
"Buat apa malu? bukankah kita tadi pagi sudah melakukannya dengan penuh gairah?" bernett menatapnya sambil tersenyum.
"Tidak bergairah aku" candice berbohong..
"Kalau begitu, nanti malam kita tidur bersama lagi"
"Kamu disini punya kamar sendiri" sambil mendorong tubuhnya pelan.
Bernett berkata dengan percaya diri."Para pelayan sudah membagi kamar,kamarmu dulu adalah kamarku, jadi aku hanya bisa tidur di kamarmu."
Candice tidak heran, mengapa kamarnya seperti dekorasi pria, ternyata kamar bernett.
Bernett Selesai makan buatan candice, hannah pulang dari gudang, dedrick masih disana untuk mengerjakan beberapa tugas.
"Ma, apakah ayah masih di gudang anggur?" tanya bernett.
"Ya, sedang sibuk mengeluarkan anggur di gudang"
"Aku akan membantu" bernett segera berdiri dari sofa, lalu bertanya pada candice."Apakah kamu ingin pergi bersama?"
"Boleh aku bantu?" tentu saja candice ingin melihat gudang anggur.
"Pergi saja, melihat- lihat, kamu tidak bisa membantu" hannah tertawa."Itu pekerjaan pria"
"Oke, aku akan pergi melihat- lihat saja"
Mereka berdua memakai mantel dan berjalan sambil berpegangan tangan, memandang gunung bersalju di sebelah timur bernett bertanya."Kamu mau tidak, pergi ke gunung salju?"
"Mau! maukah kamu menemaniku?" candice bertanya dengan semangat.
"Tentu saja, besok pagi" bernett sudah mengenal betul daerah sini, ia ingin mengajak berkeliling candice.
Sesampai di gudang anggur, aroma anggur yang kuat tercium di udara dan hawa sedikit panas.Mereka melihat di gudang ada sepuluh orang laki- laki sedang memindahkan kotak anggur.Dedrick di sebelahnya berdiri sambil menghitung dan membuka kotak anggur, lalu mencicipi rasanya.
"Ayah" bernett menyapa.
"Bernett, sini bantu"
Dedrick juga melihat candice datang tersenyum padanya, lalu berkata."Candice, ada kursi diatas, kamu bisa melihat dari sana dan istirahat"
Candice tersenyum, lalu naik tangga, duduk di kursi kayu, darisini pemandangan di bawah terlihat semua, matanya langsung mengunci bernett yang sedang menggulung baju sampai siku memperlihatkan tangan yang kuat.
Bernett menggotong kotak anggur sendirian membawa dari gudang ke depan untuk di kemas.Dia saat ini meninggalkan status sebagai ceo, dia sekarang hanya anak yang berbakti dengan orang tuanya, menbantu pekerjaan sang ayah yang berat.
Orang seperti membuat candice terpesona, ia tidak mengubah pandangan, ia hanya melihat bernett seorang.
Bernett bekerja selama setengah jam, dan semua anggur yang sudah dikemas akan dibawa besok untuk dikirim ke pabrik terdekat, lalu akan dipasarkan internasional.
Pelayan bubar untuk beristirahat dan dedrick pergi dengan penanggung jawab, bernett mengambil air minum, lalu berjalan ke arah candice.
Candici memandang dada bernett yang sedikit terbuka, wajahnya masih berkeringat, ini membuatnya menelan air liur.
Ia tidak perduli dengan badan bernett yang kotor dan memeluk lengannya yang kuat, lalu tersenyum."Ayo pulang dan mandilah"
Keluarga makan malam bersama dengan meriah.Setelah makan malam suasana pertanian menjadi berisik hewan- hewan malam.
Bryan mengetuk pintu, ia ingin tidur bersama dengan daddy dan mommy, namun bernett menyuruhnya keluar.
Sikecil memanyunkan bibirnya sambil berjalan ke arah kamarnya.
Candice menjadi tidak senang dengan bernett.
"Apa alasan kamu menyuruh anak kita keluar, mengapa tidak membiarkan tidur bersama kita?"
"Tidak, umurnya sudah hampir empat tahun, jangan terlalu bergantung pada kita, boleh mencintainya, namum tidak boleh terlalu memanjakan dan biarkan dia belajar mandiri"