
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
"Hei! melvin, uang 15 triliun tidaklah sedikit, kamu saja yang tidak berguna, hanya bisa menghamburkan uang" adrian mencibir.
"Baiklah, jika kalian tidak setuju, pertemuan kita akhiri, aku tidak akan memberikan uang pada kalian" bernett berkata tegas
"Paman kedua, paman ketiga, jangan berdebat lagi, jika kalian setuju, aku akan mentrasfer di sore hari"
Akhirnya mereka berdua setuju, bernard jika tidak setuju,perusahaan anaknya akan gulung tikar.
Setelah kepergian mereka, dedrick menatap anaknya bangga."Anakku, jika kakekmu mengetahui kamu melakukan ini, pasti akan merasa bangga padamu"
"Aku sedang melakukan hal yang di harapkan kakek, aku tidak mau di masa depan terjadi pertumpahan darah di keluarga gong, aku berharap di masa depan akan ada kedamaian"
"Ayah, aku ingin menengok bernice dan nickson bersama candice dan bryan, apakah kamu akan ikut?"
"Kalian pergilah terlebih dahulu! aku dan ibumu akan datang keesokan harinya"
"Ya, kita tidak akan pulang untuk makan malam, keluarga Xi mengundang kami makan malam. bersama"
Dedrick mengangguk, ia juga meras terkejut dengan status ibunya candice, dan berharap kedua keluarga semakin dekat dan bisa membahas tentang pernikahan
Villa nickson Ye
Candice dan bernice sedang mengobrol bercerita tentang perkembangan nickson dan anak kecil bernyanyi dan bercerita dengan nickson seolah-olah ayah angkatnya mendengarkan dengan serius.
"Bernice, kamu semakin kurus, makanlah lebih banyak makanan bernutrisi"
"Aku lebih suka memasak sendiri, mungkin masakanku kurang bernutrisi"bernice tersenyum
Saat ini bernett mengetuk pintu.
"Aku akan membuka pintu" candice berkata.
Begitu masuk bernett mencium kening adiknya."Apa yang terjadi padamu?kenapa sedikit kurus?"
Bernett berencana mengundang dua koki ternama untuk memasak, namun bernice menolaknya, mengatakan lebih menyukai ketenangan,dan juga hanya ingin berduan bersama nickson di dalam villa.
Ia juga melihat tubuh kurus nickson,ia berencana membawa nickson ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh dan tidak bisa menunggu lebih lama lagi.
Sekitar pukul lima mereka pamitan pada bernice, untuk makan malam di kediaman keluarga Xi.
Bernett segera membawa mereka ke kediaman Xi, Candice hanya pernah melihat pamannya yang agung di televisi dan didalam hatinya masih terasa gugup.
Setelah menekan bel, pelayan segera membuka pintu, daniel ikut menyambut ke depan.
"Paman" anak kecil berlari gembira ke arahnya, daniel menggendong tinggi-tinggi."Apakah kamu sudah merindukan paman?"
"Rindu"
"Hari ini kamu akan bertemu dengan kakekmu, dan dia sangat ingin bertemu denganmu"
"Ya! apakah dia adalah bapak presiden?"
"Benar, tapi hari ini, dia hari ini berada disini adalah kakekmu, jadi,kamu tidak perlu takut padanya" daniel memberi semangat.
"Ya" anak kecil mengangguk.
Candice melirik ke arah bernett,lelaki disamping nya terlihat tenang dan terlihat lebih santai di banding dirinya.
Bernett memegang tangan candice, begitu melihat bapak presiden langsung menyapanya.
"Halo, tuan presiden" selesai berkata bernett mengulurkan tangan dan menjabat tangannya.
Bapak presiden juga menghormati pemuda luar biasa ini."Halo, tuan muda gong"
Candice memandang pamannya dengan canggung,di dalam hatinya, tuan presiden sangat agung, dan lelaki tua ini memandangnya dengan ramah.
"Candice, kenapa tidak memanggil paman?" nyonya xi tertawa.
"Paman" candice berkata.
Presiden tersenyum."Ya! kamu benar-benar mirip dengan ibumu saat masih muda"
"Kakek" terdengar suara anak kecil.
Presiden baru menyadari daniel menggendong anak kecil yang tampan dan imut.Ia segera berjalan dan menggendongnya."Apakah ini keponakan kecilku?lihat,dia terlihat persis seperti ayahnya"
Bryan memeluk lehernya."Namaku,bryang gong"
Baru-baru ini anak kecil ini baru mengetahui, bahwa seorang anak mengikuti marga ayahnya, jadi dia mengubah sendiri dengan cerdas.
Candice dan bernett saling memandang, sejak kapan marga anaknya berubah?
Tuan presiden sangat senang bisa bertemu dengan keponakannya dan memandang candice."Ibumu sudah menceritakan semuanya padaku, ponakanku, maafkan selama ini, kita sudah menyusahkanmu"
Mata candice sedikit sembab, selama ini memang kesulitan,namun sekarang sepadan dengan berkumpulnya keluarga yang harmonis.
"Ayo makan! Kakak, umurmu sudah tidak muda lagi,bukankah kamu pernah mengeluh sakit pinggang?biarkan daniel yang menggendongnya"
"Tidak apa-apa,aku masih kuat menggendongnya lebih lama" tuan presiden membawa bryan ke ruang makan.
Tuan presiden juga secara pribadi mengundang bernett untuk menghadiri konferensi negara yang penting dan meminta untuk melakukan pidato untuk perwakilan negara yang penting.
Candice merasa gugup mendengar ini, ia melihat bernett ternyata masih terlihat tenang, bahkan tersenyum senang, ini membuat kecemasannya menghilang.
Tidak semua orang seperti dia, bernett bisa menjadi pusat perhatian orang-orang dengan penampilan mempesona di atas panggung
"Oh! kata adik perempuanku,kalian belum menikah,kan?kenapa?apakah kalian sedang menungguku untuk menghadiri pernikahan kalian?" tuan presiden tersenyum humoris.
Bernett tersenyum."Aku secepatnya ingin menikah dengan candice, ketika dia menyetujuiku"
Candice tersenyum."Aku tidak bisa menerima lamaranmu yang seperti ini"
Semua orang tertawa, bernett menatap candice canggung,apakah wanita ini mengeluh, bahwa lamarannya kurang romantis?Baiklah! ia akan mempersiapkan acara yang meriah dan tidak akan dilupakan oleh wanita ini seumur hidupnya.
Bryan memeringkan kepala melihat daniel.
"Paman, kapan kamu akan menikah juga?"
Anak kecil melihat bahwa paman dan daddy seumuran, daddy dan mommy akan segera menikah, bagaimana dengan paman?
Daniel tidak menyangka anak kecil ini bisa menyeret dirinya, ia tersenyum."Aku masih muda"
Tuan presiden langsung meluruskan."Sudah tidak muda lagi, putri yang aku kenalkan padamu terakhir kali, kenapa kamu tidak melanjutkannya?"
"Karakternya tidak sesuai,paman,lain kali, jangan mengenalkan wanita padaku"
"Kakak terlihat begitu tampan, pasti akan mendapatkan wanita yang luar biasa" candice membela kakaknya.
Suasana makan malam sangat baik, jadwal waktu tuan presiden sangat padat, setelah meluangkan waktu makan malam yang luar biasa, ia bergegas pergi.