Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
tidak makan cokelat


Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Dua jam kemudian clint tidak membangunkan vivi, karena daniel tidak membutuhkan bantuannya, vivi terbangun jam sembilam malam dan clint sedang di sebelahnya menulis laporan.


"Ah" teriakan kecil mengagetkan clint.


Clint mellihat vivi yang turun dari ranjang dengan rambut berantakan."Tuan muda, kenapa tidak membangunkanku?"


Clint tersenyum melihat Expresi khawatirnya.


"Jangan khawatir,kakakku tertidur dan tidak perlu bantuanmu"


Vivi memakai sepatu dan masih mengomel. " Kan sudah bilanh untuk membangunkanku"


"Aku melihatmu tertidur nyenyak dan tidak tega untuk mengganggu"


Vivi langsung merapikan bajunya dan siap untuk kembali bekerja.


Dalam sekejab mata daniel telah terbaring selama tiga hari di rumah sakit, vidio yang di rekamnya itu sangat menyelesaikan rumor di seluruh negara.Setelah lukanya agak membaik anggota parlemen penting bergantian menjenguknya.Daniel sekarang sudah bisa duduk.


Ia terlihat tidak terluka dan masih seperti biasanya,di mata yang lain, daniel hanya masuk angin atau tidak enak badan.


Semua ini karena lawrence terus menemaninya dan merawatnya,thomas dan vivi bolak-balik istana dan rumah sakit untuk mengurus pekerjaan.


Insiden drake juga sudah di tangani dan ditutupi dengan baik.Martin chu dan keluarga chu menjenguk bergantian.


Martin sangat menyukai cucu yang baru kembali,ia juga merasa bersalah,karena meragukan identitasnya waktu terakhir kali di rumah.


Politik sangat sensitif dan menjadi target pembunuhan,jadi ia takut keluarganya akan terluka,jadi ketika pertama kali bertemu memperlihatkan sisi kerasnya.


Lawrence juga tidak keberatan dengan keraguan mereka sebelumnya, namun merasa bahagia semua keluarganya menerima dengan hangat.


Daniel baru saja selesai membaca dua dokumen penting,lawrence membawakan teh untuknya."Melelahkanmu, lawrence"


Lawrence tersenyum dan bersandar pada bahunya."Tidak lelah, bisa menjagamu adalah kesenanganku"


Daniel memeluk dan mencium rambutnya."Aku berharap lukaku akan cepat sembuh"


Wajah sang gadis memerah."Tidak usah terburu-buru,lagipula seumur hidup masih panjang"


Tapi daniel sudah kecanduan dengannya, kalau tidak terluka akan mencium dan menyanyanginya setiap hari.


"Seminggu lagi, aku akan keluar dari rumah sakit" daniel sangat menantikannya.


Clint mendengar percakapan mereka saat akan masuk ke dalam, setelah melihat kemesraan mereka, mereka berdua sedang membicarakan hal dewasa.


"Kak, walaupun kamu sudah keluar dsri rumah sakit, kamu harus pemulihan di istana presiden, tidak bisa sembarangan bergerak"


"Lukaku sudah lumanyan baik"


"Tapi, lukamu ini dekat dengan jantung, jadi sebaiknya kamu tenang untuk sementara waktu ini, jangan terlalu bersemangat atau melakukan hal yang sengit" clint hanya ingin membalasnya, salah siapa tidak memberitahu kalau sudah punya pacar.


Wajah lawrence memerah,kedua saudara ini benar-benar menarik.


"Clint, kamu lihat, aku sudah punya lawrence dan kamu masih sendirian,jika kamu tertarik dengan gadis keluarga mana,aku bisa membantumu untuk melamarnya,bagaimana?" daniel menggodanya.


"Tunggu aku sampai minum anggur pernikahanmu, kita bahas lagi" clint terbatuk pelan.


Setelah clint pergi, lawrence membujuknya.


"Adikmu benar, kamu harus benar-benar pemulihan dulu, aku akan menunggumu"


Daniel menghela nafas."Tidak menyenangkan, kamu adalah gadis yang paling aku cintai dalam hidupku dan aku harus memanjakanmu setiap hari"


"Baiklah,aku akan bersama denganmu setiap hari"


Ketika clint selesai memeriksa kamar pasien di koridor bertemu dengan vivi yang memegang dokumen."


Vivi tersenyum."Memeriksa kamar pasien?"


"Apakah kamu datang untuk mengantar dokumen?"


"Ya, ada beberapa dokumen mendesak yang harus di tandatangani tuan presiden, aku pergi dulu"


Clint baru saja masuk ke ruangannya, namun menemukan camilan berbentuk hati di mejanya.


Dokter yang di depannya tertawa."Penggemarmu yang memberikannya"


Clint cukup terkenal di rumah sakit ini, bukan hanya karena memiliki ayah mantan presiden, tetapi karena pesona pribadi, telah menyihir dokter muda dan suster wanita hampir semuanya menjadi penggemarnya.Biasanya akan ada hadiah kecil di mejanya.


"Apa ini?" clint mengambilnya.


"Cokelat dan itu merek terkenal,itu pasti dari penggemar yang menyukaimu"


"Aku tidak makan cokelat"


"Apakah ada wanita di sampingmu? kamu bisa berikan padanya"


"Siapa yang membawanya biar aku kembalikan"


"Aku tidak berada di ruangan dan tidak melihat orang yang memberikan, kamu ingin kembalikan ke siapa?"


Clint teringat dengan vivi yang datang ke rumah sakit, apakah dia suka makan cokelat? clint menunggu di luar ruangan daniel.


Clint seperti pemuda lainnya yang merasa gugup, bersemangat dan lagi takut di tolak.


Begitu keluar vivi melihat clint berdiri di dekat pintu."Tuan muda, mengapa kamu disini?"


"Mmm, apakah kamu makan cokelat? aku ingin memberikannya untukmu" clint malu-malu memberikannya.


Vivi menggelengkan kepalanya,lalu tersenyum.


"Aku tidak makan! aku masih ingin menjaga tubuhku, kamu berikan ke perawat lainnya saja"


"Bentuk tubuhmu sangatlah bagus" puji clint


"Benarkah? apakah menurutmu bentuk tubuhku bagus?"


"Sangat bagus, sangat sempurna"


Vivi terlihat senang dan berpamitan."Aku pergi dulu"


"Baik, hati-hatilah saat berkendara" clint menghela nafas lega, ternyata dia tidak makan cokelat?