Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Membaik


Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


"---"


Pagi hari di villa bukit milik harry, veren sedang memasak sarapan.Ia dikagetkan oleh harry yang menyentuh pundaknya dari belakang.


Veren yang panik menoleh ke belakang."Kenapa kamu tidak bersuara?"


"Apakah aku membuatmu takut?" harry menyalahkan dirinya sendiri.


Veren tersenyum indah dan menggelengkan kepala.Walaupun veren tidak memakai riasan sudah membuat harry terpesona.


"Sarapan sudah hampir selesai, kamu tunggu di ruang makan"


Harry memandang sarapan yang istimewa diatas meja hatinya tidak dapat menahan perasaan hangat, ia mendambakan di perlakukan lembut dan penuh perhatian dari veren.


Veren menuangkan kopi susu untuk harry dan duduk di depannya,ia tidak dapat menahan tawa melihat kepala harry masih di perban.


"Apa yang kamu tertawakan?" harry yang biasanya tidak punya malu, namun di hadapan veren merasa grogi da malu.


Veren tersenyum."Apakah di kehidupan masa lampau kita memiliki kebencian, dari pertama kita bertemu sudah seperti musuh dan kamu terluka juga karena aku?"


Harry juga tersenyum."Mungkin di kehidupan masa lampau aku berhutang padamu, jadi mulau sekarang aku akan mengembalikan padamu, luka kecil ini tidak berarti apa-apa, aku bersedia menerima sakit yang lebih berat"


"Kamu.. kamu jangan berkata sembarangan" veren menjadi kesal.


"Apakah kamu khawatir denganku?"


Veren dengan malu-malu menganggukkan kepala.


Harry menjadi panas, perasaan di perhatikan oleh veren adalah anugerah dari tuhan.


Sebelumnya harry bertemu dengan candice dan menyukai watak dan kecantikannya, namun veren yang malu-malu lebih membuat hatinya bergetar.


"Untuk apa kamu terus melihatku? masih tidak makan, apakah kamu menghindari makanan yang aku buat?" veren wajahnya sudah memerah.


Harry segera makan dengan patuh,ia sangat menyukai masakan yang dibuat olehnya.


"aku akan melepaskan jahitan sore ini" harry berkata.


"Bukankah harus menunggu waktu seminggu, ini baru tiga hari?" veren berkata dengan khawatir.


"Aku tidak suka dibalut perban" harry merasa wajahnya tidak tampan saat di perban.


"Tidak boleh, kalau kamu terlalu keras kepala, nanti lukamu akan lama sembuh" veren memberikan perintah tegas.


Harry juga kaget, selama ini tidak ada yang berani memberikan perintah padanya.Namun harry merasakan bahagia di perintah olehnya.


"Baiklah, aku akan mendengarkanmu" harry tidak berani menentangnya.


Veren terkejut pria di depannya menurut padanya, ia yang malu segera menundukkan kepala dan memakan sarapan.


"Masih ada waktu sepuluh hari, aku memiliki teman yang akan menikah,maukah kamu menemaniku pergi kesana?"


"Baiklah, aku mau" veren segera mengangguk.


"Kalau begitu,aku mulai sekarang akan membalas kebaikan kakekmu,untuk selanjutnya aku akan menjagamu,apakah kamu bersedia aku merawatmu?"


Pikiran veren sudah berubah saat ini, ini adalah yang diminta oleh kakeknya selama hidup, kenapa harus menolaknya?


"Baik" veren berkata dengan terus terang.


Hati harry merasa gembira dan kembali berkata."Aku sangat tertarik dengan kota ini, untuk selanjutnya,maukah kamu mengajakku berkeliling?"


"Baiklah, kapan kita pergi?" veren juga senang, selama ini sibuk mencari uang dan jarang-jarang pergi wisata.


"Setelah aku melepaskan jahitan, kita akan berwisata" Harry sudah tidak sabar pergi berduan dengannya.


Di bandara kota A


Nickson sedang menunggu kedatangan istri dan anaknya,ia meluangkan waktu untuk menjemput keluarga kecilnya


Bernice tidak menyangka nickson akan datang menjemputnya,ia berjalan lebih cepat memeluk sebentar tubuhnya dan menyerahkan putri kecinya untuk di gendong oleh ayahnya.


Nickson menyapa calon mertuanya."Pa, ma, maaf sudah merepotkan"


Candice dan bernett berjalan mendekat dan bryan berlari ke arah nickson dengan semangat.


"Paman"


Nickson membelai kepalanya dengan satu tangan."Kamu sudah tumbuh semakin tinggi"


"Baiklah bernice, keluarga kalian pasti sudah merindukan yette kecil, kalian pergilah" kata hannah.


"Pa, ma, kak, kakak ipar, aku pergi dulu" bernice memegang tangan nickson dan melambaikan tangan.


Melihat mereka sudah pergi bernett menggendong putri kecilnya, bryan sendiri membantu mendorong troli berjalan ke arah parkiran.


Dua hari kemudian di villa milik harry, akhirnya dokter datang untuk melepaskan jahitan,ia tidak tahan dibalut.


Dokter memeriksa lukanya pulih dengan benar, ada garis bekas luka di tertutup rambut, ini sama sekali tidak mempengaruhi ketampanannya.


Harry ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah mandi memakai kemeja putih yang di padukan dengan celana panjang, ini menampilkan sosok bangsawan.


Veren menunggu di ruang tamu dengan sedikit melamun, setelah kebencian menghilang sekarang ia merasa nyaman di dekatnya.


Saat ini harry juga penuh percaya diri,ia melangkah mendekatinya dengan tersenyum.


"Siang ini aku akan mengajakmu makan diluar, selama aku sakit sudah merepotkanmu"


Veren menggelengkan kepala."Aku tidak repot sama sekali"


"Ayolah" harry mengulurkan tangannya.


Setelah ragu-ragu sebentar veren memegang tangan besarnya, harry memegang cukup kuat dan membantu berdiri dari sofa.


Duduk di mobil sport mewah veren melamun, ia selama ini mencari pekerjaan dengan susah payah,tapi kemunculan harry mengubah hidupnya.


Mobil sampai di restoran kelas atas, veren merasa canggung,ia bukan orang yang lahir dari keluarga kaya,sangat sedikit pengalaman menjadi orang kaya.


"Aku pernah makan di restoran ini, rasanya cukup enak" Harry segera memegang tangannya dan menuntun masuk ke dalam restoran.


Setelah sampai di dalam, veren meminum juice lemon dan mengerucutkan bibirnya.Harry yang di sebelahnya merasa kasihan,ia mengerti dengan kehidupan veren yang dulu,mungkin selama ini belum menikmati kehidupan yang makmur.


"Veren, sekarang yang aku punya adalah milikmu, aku ingin membuat kehidupanmu lebih baik di masa depan"


Veren menjadi terharu, ia menundukkan sedikit kepala dan tersenyum.


Gong's corp


Bella mengantarkan beberapa daftar tamu yang telah di kirim keluar, pernikahan ini mengundang 1000 orang lebih mencakup dari militer, pengusaha dan beberapa tamu terhormat dari luar negeri.


"Ceo gong, 90% orang sudah mendapatkan undangan dan masih ada beberapa undangan yang akan dikirim"


Bernett mengangguk."Baik, siang ini suruh perusahaan yang mengatur pernikahan untuk datang"


"Baik, ceo gong aku akan membuat janji, selamat untukmu"


"Terima kasih" sekarang perasaan bernett sedang baik.


Di kediaman keluarga Xi


Candice yang baru saja membeli sesuatu di luar sekalian ingin mengunjungi ibunya.Ia menekan bel.


"Nona, kamu sudah pulang"seorang pelayan berkata dengan sopan.


"Ibuku ada di rumah?"


Sang pelayan berkata dengan jujur."Nyonya di rumah sakit"


Candice menjadi terkejut."Mamaku kenapa?"


"Nyonya tidak apa-apa,dia hanya mencoba obat dan memerlukan waktu jangka panjang untuk diamati"


"Dia mencoba obat apa?"


"Ini adalah obat yang baru di selesai di teliti oleh dokter,nyonya ingin menggunakan obat itu untuk menyembuhkan hilang ingatan"


"Dia tinggal dirumah sakit sudah berapa lama?"


"Sudah hampir satu bulan"


Candice menjadi panik, matanya sudah lembab.Ia membalikkan badan ke mobil."Kita pergi ke rumah sakit kerajaan"