
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
"Andreas.. andreas.. aku salah.. aku mohon maafkan aku" debby menangis.
Sherry kembali marah."Debby, keluarga lu sangat menghargai kamu,kamu bahkan berani membohongi dengan kehamilan palsu kepada kami, apakah kamu tidak takut karma?"
Andreas mendengus."Kamu sendiri berbohong masih mending, tetapi masih menggunakan aborsi untuk mencelakai candice,masih bilang dia mendorongmu, debby shen,aku rasa kamu sudah terlalu lama duduk nyaman menjadi nyonya lu"
"Andreas, jangan ceraikan aku,aku salah, aku mengaku salah" debby memegang tangannya.
Adreas menghempaskan tangan debby."Aku sekarang jijik di sentuh olehmu"
"Aku sakit kepala, andreas, anggie, ayo pulang, biarkan wanita ini tetap disini meneruskan kebohongannya" anggie menuntun ibunya keluar dari ruangan.
Adreas berkata dengan keras."Debby shen, sebelum aku mengizinkan kamu untuk kembali ke keluarga lu, kamu tidak boleh kembali, karena kamu tidak pantas masuk ke rumah keluarga lu"
Debby menangis tak berdaya duduk di lantai, ia merasa ketakutan andreas akan menceraikannya.
Bernett dan candice sudah berada di mobil.
Sekarang suasana hati candice sangat baik. Bernett membawanya ke restoran, sampai di restoran sudah hampir jam delapan malam.
Ketika makan ringan sudah datang, candice langsung memakannya.
Bernett tertawa melihat wanita imut ini makan dengan lahap."Kamu sudah kelaparan, ya"
"Iyah" candice tersenyum cerah.
"Mulai sekarang kamu lupakan masalah tadi"
"Mengapa?"
"Aku takut kamu akan teringat pada andreas"
Candice tertawa,ia merasa pria ini sangat dominan."Baiklah, aku menurut"
"Makanlah, makanlah lebih banyak sedikit" bernett tersenyum.
"Mengapa harus makan lebih banyak?" candice merasa tujuannya tidak murni.
"Tentu saja untuk tenagamu malam ini! kamu harus memuaskanku" bernett berkata tanpa rasa malu.
Wajah candice memerah."Tidak mau"
Di rumah sakit.
Debby masih di menangis di ruangannya, saat ini dr. chen masuk sambil membawa kartu, lalu meletakkan di meja."Debby, kartu ini aku letakkan disini,aku tidak mengambil uangnya sepeserpun,kamu ambil kembali saja"
Debby melotot ke arah gita."Dokter chen, sebenarnya apa yang terjadi, mengapa kamu menghianatiku?"
"Karena nona itu mengambil darahmu dan memeriksa ke rumah sakit,hasinya di HCG adalah normal.Jika anda hamil akan lebih tinggi dari biasanya,jadi dia menemuiku,aku hanya bisa mengatakan yang sebenarnya, jika tidak mereka akan menyerahkan ke kantor polisi"
Debby lemas terduduk di kasur."Bagaimana dia bisa mengetahui masalah ini?"
"Aku juga tidak tahu nona shen,aku menyarankanmu untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf pada keluargamu! masalah ini adalah kesalahanmu sendiri"
Setelah berbicara gita keluar dari ruangan.
Debby semakin marah dan emosi,hatinya pun merasa tidak tenang,dia terpikirkan andreas akan menceraikannya.
Tidak.. tidak boleh bercerai dengan andreas, posisi nyonya lu,hanya boleh untuknya seorang.
Tadi debby sudah menelepon ibunya.
"Putriku,mengapa kamu jadi seperti ini?" janice melihat putrinya rambut acak-acakan seperti orang gila.
"Ibu disini, jangan menangis, jangan menangis lagi" janice baru mengetahui kajadian ini saat di telepon tadi, bahkan debby berbohong pada keluarganya.
Tapi karena putrinya sendiri, janice memaafkan kesalahan debby dan merasa sakit hati dengan perlakuan keluarga lu mencampakkan putrinya.
"Bu, andreas memarahi dan menamparku dan mengatakan masih ingin bercerai denganku... tidak memperbolehkan aku masuk ke keluarga lu" Debby menangis semakin histeris di pelukan ibunya.
"Tidak mungkin, andreas akan menceraikanmu, aku rasa saat ini dia sedang marah" janice menenangkan.
"Benarkah?dia tidak akan bercerai denganku?"
"Tidak akan.. tidak akan.. putriku sangat cantik dan imut,mana mungkin adreas rela menceraikanmu" janice berbohong dan berusaha membujuknya.
Kediaman keluarga lu
Peristiwa kehamilan palsu membuat sherry sangat marah dan sampai sakit kepala.Ketika sampai di rumah langsung berbaring di tempat tidur, anggie di sisinya memijat pelan kaki dan tangannya.Anggie menyalahkan ini semua kepada debby.
"Bu,bagaimana dia bisa melakukan ini,sunguh-sungguh keterlaluan" kata anggie dengan marah.
"Kamu jangan lagi panggil lagi kakak ipar, kakakmu sudah mengatakan dia tidak pantas lagi menjadi nyonya lu" sherry mendengus.
"Bu, apakah kakak akan bercerai dengannya?"
"Cerai juga bagus, wanita itu sudah berbohong kehamilan dan lebih baik kakakmu mencari wanita lain untuk melahirkan anaknya" sherry benar-benar marah sekarang.
Anggie memang suka keributan, menambah kompor."Benar juga, suruh kakak melamar wanita muda dan cantik,lagipula debby hanya bisa menghamburkan uang dan terlalu pelit dengan kami"
Andreas masih duduk di ruang tamu, ia sekarang masih marah dengan debby dan sekarang tidak ada anak, tidak ada lagi nama debby di hatinya.
Bagaimana mungkin wanita jahat, pembohong seperti debby di masa depan masih tidur seranjang dengannya.
Ketika hati andreas sedang kejam,memanglah sangat kejam, terutama saat keuntungan perusahaan terancam,dia akan melepaskan segalanya, apalagi hanya seorang istri pembohong,ia telah membuat keputusan.
Dulu tidak tahu harus memakai alasan apa untuk bercerai,sekarang debby telah mengantarkan alasan dan ini cukup masuk akal.
Di otak andreas ada bayangan candice hari ini, wanita itu sekarang lebih cantik, energik dan membuatnya tergoda.
Andreas ingin mencari kesempatan untuk meminta maaf kepada candice,dan dirinya rela menyerahkan perusahaan, jika candice bersedia kembali padanya.
Saat ini anggie turun ke bawah, andreas melihatnya,lalu bertanya"Bagaimana keadaan ibu?"
"Ibu terus sakit kepala, barusan saja tertidur, tetapi tidurnya tidak tenang, mungkin karena benar-benar marah pada debby"
Andreas sedang berfikir untuk membalas dendam pada debby dan tidak akan memaafkannya.
"Kak, apakah benar kamu ingin bercerai dengan kakak ipar?" Anggie sengaja membuat kakaknya marah dan segera mencari wanita lain yang lebih cantik.
Andreas mendengus marah."Sudah kukatakan jangan memanggil kakak ipar, mulai sekarang
dia bukan lagi kakak iparmu"
Hati anggie merasa langsung senang, sekarang debby akan dibuang oleh keluarga lu,ini sangat bagus.
Andreas bangkit dari sofa. "Aku keluar sebentar, kamu jaga dan rawat ibu dulu"
Anggie mengangguk, duduk di sofa sambil bermain dengan ponselmya.
Selang beberapa saat telepon rumah berdering.
Anggie pergi menjawab. "Halo"
"Halo anggie, aku kakak iparmu,apakah kakakmu ada?" terdengar suara lemah debby.
"Kakakku sedang diluar, kamu telepon ponselnya saja"
"Dia tidak mau mengangkat telepon,apakah dia masih sangat marah?"
Anggie berpikir,sekarang ia tidak mungkin memberikan debby untuk bertemu dengan kakaknya."Iya, dia sangat marah,aku belum pernah melihatnya semarah ini, jadi kakak ipar, lebih baik kamu jangan pulang sekarang, tunggu kemarahannya hilang,baru kamu pergi mencarinya"