
Setelah mengantar bryan di dalam mobil bernett menjadi serius.
"Ada apa denganmu?" candice bertanya.
"Siang ini kamu dan alexander akan bertemu dimana?"
"Pesawat belum mendarat, aku belum sempat menghubungi?"
"Kalau begitu kamu berencana memesan tempat dimana,atau aku saja yang memesan tempat?"
"Kamu sungguh- sungguh ingin makan bersama dengan kami?"
Bernett mengangkat alisnya."Ada apa? tidak boleh?"
"Tidak, hanya saja kami sudah tidak bertemu selama enam bulan,jika kamu disana terasa cukup aneh"
"Jangan banyak omong kosong, siang ini aku harus menemuinya"
Candice hanya tersenyum."Begitu dia tiba nanti bicarakan lagi"
Begitu sampai di kantor candice mencari linda di ruangannya.
"Ada apa denganmu, kenapa mukamu agak kusut?" linda bertanya.
"Alexander pei, telah kembali"
Linda terkejut."Apa?dia mengejarmu sampai kemari?"
Candice menggelengkan kepala."Dia mungkin datang bukan untuk mengejarku,waktu itu aku sudah mengatakannya,tapi, semalam dia menelepon ingin berjumpa disini dan menyuruh aku mentraktir makan"
Linda tertawa."Dia sungguh keras kepala, alexander adalah tipe pria yang cukup santai, tidak kusangka masih mengejarmu, padahal sudah hampir dua tahun."
Candice merasa bingung."Sekarang bernett ingin berjumpa dengannya,aku tidak tahu harus bagaimana"
Linda segera menasehati."Kamu jangan sampai bernett bertemu dengannya,dua pria ini menyukaimu, kalau dua pria ini bertemu pasti ada yang terluka"
"Aku sudah membicarakan dengan jelas dengan alexander seharusnya dia sudah menyerah"
Candice keluar dari ruangan linda merasa cukup pusing memikirkan masalah ini.
Jam sebelas ponsel candice berdering telepon dari alexander."Halo"
"Aku baru saja turun dari pesawat, sekarang dalam perjalanan ke perusahaanmu, dalam waktu setengah jam sudah sampai.Apakah sudah memesan restoran?"
"Baik, aku memesan sekarang,nanti kita berangkat bersama."
Candice menarik nafas panjang, apakah harus menelepon bernett,setelah memikirkan nasihat linda, ia memutuskan tidak menghubungi bernett.
Setelah ia memesan restoran yang dekat, ia berjalan ke kantor linda."Kak linda, apakah kamu mau makan bersama?"
"Untuk apa aku pergi? jadi pengganggu"
"Aku dan alex bukan pasangan kekasih, hanya makan bersama"
"Aku tidak pergi, pakai mobilku saja biar praktis" linda menyerahkan kunci mobilnya.
"Baik, terima kasih"
Gong's corp
Bernett sedang memeriksa dokumen, ia menerima telepon dari orang suruhannya.
"Halo bos, nona cheng barusan keluar dari perusahaan"
"Baik ikuti dia dan rekam kegiatan mereka"
Bernett kesal ia sudah tahu wanita ini ingin menemui alexander secara pribadi.
Alexander tiba di perusahaan candice,Ia melepas kacamata terlihat tampan dan elegan. Ia tersenyum ke arah candice."Apakah aku bertambah tampan?"
Setengah tahun tidak bertemu, bicaranya masih sama sembarangan.
"Iya tampan" candice memuji.
"Melihatku, kamu hanya begini saja?" alex sedikit kecewa.
"Kalau tidak?"
"Ciuman mana? pelukan mana? alex meminta hal aneh- aneh.
"Tidak perlukah,kita sudah akrab" candice tersenyum.
"Aku sudah tahu, kamu pasti tega, pelukan harus"
Candice hanya bisa membuka lebar tangannya, mereka berpelukan sebentar.
"Ayo, linda sudah meminjami mobil."
"Jika bukan pengiriman mobil yang rumit, aku sudah mengirim mobilku kesini"
"Menetaplah"
"Menetap? candice terkejut."Bukankah kamu segera pulang?"
"Sekarang dalam negeri sedang tidak stabil, ayahku menyuruh membuka cabang disini, jadi, aku harus menetap setidaknya enam bulan"
Candice tidak menjawab.
"Apa kamu tidak senang aku menetap?"
"Senang, aku selalu menyambutmu" candice tersenyum pahit.
Vidio yang direkam orang suruhan bernett sudah di kirim ke ponselnya.
Bernetf segera melihat vidio dalam ponselnya, iA ingin sekali langsung melempar ponselnya.
Dia memeluknya?Masih berbicara sambil tersenyum.
Bernett emosi, wanita ini berani memeluk pria lain, ia mengambil kunci mobil dan pergi menyusul.
Di dalam mobil linda
"Kamu semakin mempesona dan cantik" alex memuji.
Candice hanya menanggapi gombalan alex dengan menggelengkan kepala.
"Yang aku katakan adalah sebenarnya" alex berkata lagi.
Candice merasa risih terus di pandang alex.
"Apakah kamu sudah cukup melihatnya?"
"Apakah lihat juga tidak boleh?"
"Tidak sopan" candice melotot ke arahnya sebentar.
Alex malah tersenyum."Kamu selalau memarahiku"
Candice dan alex sudah sampai dan masuk ke restoran.
Lima menit berselang mobil bernett juga sampai di restoran.Anak buahnya memberikan laporan."Bos, nona cheng berada di lantai enam dan di dekat jendela"
Bernett mengangguk dan memberikan kunci mobil padanya.
Candice di dalam restoran sedang menunduk melihat menu dengan serius, di depannya duduk pria yang lebih muda dari bernett.
Bernett segera menekan emosi dalam hatinya berjalan mendekat.
"Kenapa tidak menungguku?" suara serak bernett.
Candice sedang memilih menu panik mendengar suara ini, ia mendongakkan kepala.
Ya tuhan, bernett berada disini?
Bernett secara alami duduk di sebelah candice.
"Bukankah aku menyuruhmu memilih restoran yang lebih bagus?Kenapa memilih tempat ini?"
Candice melirik bernett,ia jelas- jelas tidak memberitahunya, memang bernett adalah orang yang licik dan pintar menyuruh orang mengawasi.
Alexander merasa terkejut, curiga,penasaran, dan memperhatikan pria yang ada di hadapannya tubuh tegak tingi, lima indera sempurna dan yang lebih mengejutkan adalah aura penindasan dari pria ini.
"Candice, siapa ini?" di dalam mata alex muncul rasa permusuhan.
"Dia.."
"Aku akan memperkebalkan diri sendiri, namaku adalah bernett gong, aku adalah ayah dari bryan cheng, empat tahun lalu kami tidur bersama dan melahirkan bryan cheng"
Raut wajah alex menjadi kebingungan, candice dulu memberitahunya, saat itu dia tidak mengetahui wajah dari ayah bryan, terus pria ini siapa?alex menyadari wajah pria ini mirip sekali dengan bryan.
"Dia ayah dari bryan cheng" candice dengan tidak enak hati mengenalkan.
Hati alexander mendapat pukulan sangat berat, dan segera bertanya."Kalian sudah menikah?"
"Kami.." Kalimat candice langsung di potong oleh bernett."Acara pernikahan dilaksanakan tahun depan"
Candice menoleh ke arah bernett, mengapa pria ini berbohong?
Alex tidak percaya semua ini, hanya selama enam bulan tidak bertemu, candice sudah bersama dengan pria lain dan akan segera menikah.
"Kita memesan makanan saja" candice berusaha mencairkan suasana.
Bernett berkata pada pelayan."Bawakan dua buku menu lagi"
Pelayan datang membawa buku menu. Bernett menatapa ke arah alex."Jangan segan, kamu suka makan apa, kamu pesan saja"
Suasana menjadi canggung