Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Membawa gadis itu pergi


Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


"---"


Sean telah tiba duluan di rumah sakit dan langsung masuk untuk mencari elena.


Clarissa sendiri belum siuman sampai saat ini dan masih dilakukan pemeriksaan di ugd.


Asisten tuan pei memberitahu barusan bapak presiden menelepon dan akan datang ke rumah sakit sebentar lagi.


"Apa? benarkah tuan presiden sendiri yang datang kemari?" tuan pei terkejut sampai berdiri.


"Iya, beliu datang kesini sendiri"


"Baiklah"


Elena yang mendengar bapak presiden akan kemari,untuk apa bapak presiden datang kemari? bukankah seharusnya menemani wanita tunangannya? bagaimanapun elena merasa hal ini sangat aneh.


Tiba-tiba terdengar suara pria."Elena, nona pei tidak apa-apa kan?"


"Kamu kok kemari?" elena merasa sedikit terkejut melihat kedatangan sean.


"Aku dengar nona pei pingsan,jadi aku datang kemari"


"Kamu temannya Clarisaa, kah?" tuan pei bertanya.


"Halo kakek pei, apa anda masih mengingatku? aku cucunya joe ling"


"Oh! ternyata si bocah tua, sudah sebesar ini kamu, sampai aku tidak mengenalmu"


"Beberapa tahun ini aku berada di luar negeri, jadi sudah lama kita tidak bertemu" sean menunjukkan rasa khawatir."Bagaimana kondisi nona pei?"


"Saat ini masih berada di ugd dan belum ada hasil pemeriksaan"


"Tentu saja dia akan baik-baik saja"


Saat ini dokter keluar dari ruangan ugd,tuan pei langsung menghampiri."Bagaimana dengan cucuku?"


"Tuan pei anda tenang saja, saat ini nona pei hanya pingsan saja dan tidak ada masalah serius, mungkin karena stimulus yang tiba-tiba menyebabkan pusing, lalu pingsan"


Tuan pei langsung tahu jangan-jangan karena bapak presiden mengumumkan pertunangan dengan yuna,lalu terkejut sampai pingsan.


"Kakek.. kakek" clarissa merasa kasihan dan bersikap manja.


"Clarissa, kakek disini"


Clarissa merasa sangat malu,ia tidak menyangka dirinya akan pingsan di tempat dan pingsan di depan bapak presiden,ini benar-benar memalukan.


"Clarissa, jangan bersedih, nanti bapak presiden akan datang menjengukmu"tuan pei tidak ingin melihat cucunya merasa sedih.


"Benarkah? bapak presiden sendiri yang akan datang kemari?" clarissa merasa bersemangat.


"Iya,beliu sedang dalam perjalanan kemari"


Sementara elena dan sean keluar untuk memberikan waktu untuk clarissa dan tuan pei.


Sean menatap elena dengan serius."Elena, bagaimana kalau kita berteman?"


"Aku tidak butuh teman" elena memalingkan wajahnya.


Saat ini empat orang pengawal sedang membuka jalan dan di tengah-tengah ada seorang yang tegap dan berwibawa berjalan ke arah sini.


Elena tidak percaya masih bisa bertemu dengannya lagi, hatinya merasa tegang dan melihat pemuda yang berjalan kearahnya.


Elena tidak tahu mengapa merasa takut dengannya dan jantungnya berdetak lebih kencang, ini berarti sang pria punya pengaruh untuknya.


Sean langsung menyapa."Bapak presiden"


Setelah kecelakaan itu,semua pengawal di samping daniel telah diubah semua dan tidak mengenal wanita di depannya adalah seorang pembunuh.


Elena sendiri merasa tidak mampu untuk langsung menatap wajah daniel, tatapan sang pria penuh perasaan yang rumit, bukankah dia kesii untuk menjenguk clarissa?


"Bapak presiden,nona pei berada di dalam, kamu bisa langsung masuk ke dalam"


Sean langsung mengambil inisiatif untuk mengajak elena makan di kantin dan memegang tangannya."Ayo temani aku"


Melihat tAngannya di pegang daniel merasa kesal."Lepaskan dia" lalu daniel melihat kearah pengawalnya."Usir orang yang tidak penting disini"


Sean merasa sedih, ia bukanlah orang luar, ia adalah sahabat clint, namun kedua pengawal sudah memegang tangannya dan sean tidak berani membantah di depan presiden.


"Baik... baik.. aku akan pergi sendiri" sean melepaskan tangan kedua pengawal.


Elena langsung mengetuk pintu ruangan clarissa dan mempersilakan bapak presiden masuk.


Tuan pei langsung berdiri untuk menyambutnya."Bapak presiden,anda sudah datang"


Dan clarissa yang terbaring langsung terduduk, namun ia pura-pura lemas dan terbaring lagi.


"Bapak presiden,anda sudah kemari"


Daniel hanya berusaha membujuk."Jangan khawatir,kamu akan segera sembuh"


Daniel menoleh elena yang berdiri di dekat pintu."Apa yang dokter katakan?"


Elena merasa bingung, kenapa pria itu bertanya padanya?


"Aku akan memanggil dokter untuk datang kemari" dua dokter tidak perlu di panggil sudah berada di depan pintu, mereka mendengar kedatangan tuan presiden.


"Selamat malam,pak presiden"


Daniel menanyakan kondisi clarissa dan dokter hanya bisa berkata dengan jujur, bahwa clarissa baik-baik saja.Padahal clarissa ingin dokter membesarkan penyakitnya dan daniel akan menjenguknya lagi.


"Kamu istirahatlah saja dengan baik, aku akan menyuruh dokter untuk menjagamu" daniel menunjukkan sikap akan pergi.


"Pak presiden,apa anda langsung mau pergi?"


Tanya tuan besar pei.


Daniel menatap tuan besar pei."Aku masih memiliki sesuatu hal yang harus aku bicarakan dengan pengawalmu, apa aku boleh Membawanya pergi?"


Tuan pei juga merasa terkejut, karena dirinya dulu menggunakan wewenangnya untuk mengurus identitasnya,apa jangan-jangan bapak presiden mencurigai identitas pengawalnya?


"Pak presiden,anda bisa bertanya saja disini" elena tidak ingin pergi dengannya.


"Ini bukanlah tempat yang tepat untuk membicarakannya"


Sebelum elena menjawab,tuan pei sudah mendahului."Karena bapak presiden mempunyai beberapa pertanyaan padamu, kamu lebih baik ikut dengannya"


Elena mengangguk, karena ini adalah perintah tuannya."Baiklah"


Daniel berjalan keluar duluan dan elena mengikuti dari belakang, namun sudah sampai di tikungan di pegang oleh dua pengawal.


Clarissa duduk dan penuh dengan kekecewaan, ia sudah berdandan sebelum daniel datang, namun diluar dugaan pria itu hanya melihatnya sebentar dan membawa elena pergi.


"Kakek, menurutmu, presiden akan membawa elena kemana? apakah dia datang untuk menjengukku atau datang untuk menemui elena saja?"


"Sudahlah, kamu sudah beruntung tuan presiden datang untuk menjengukmu,identitas elena memang kurang jelas, yang lebih penting kamu jangan berbicara sembarangan lagi"


Di depan gerbang rumah sakit kerajaan daniel melirik wanita yang di masukkan ke mobil di belakangnya, elena masuk ke dalam mobil dan dijaga oleh dua pengawal.


Elena sangat kesal, mengapa pria yang baru ditemui memperlakukannya seperti seorang kriminal?apa dirinya sudah pernah menyinggung pria itu?


Daniel sudah duduk di mobil paling depan dan menelepon bawahannya."Cari informasi mengenai gadis itu dan bawa ke rumah yang aku tinggali dulu,kalian juga pasang kamera tersembunyi,aku akan mengawasi gadis itu"


Daniel merasa bersemangat bertemu dengan gadis ini, namun disaat yang bersamaan merasa waspada dengan masa lalunya, karena gadis itu pernah menipunya, dan pernah menyelamatkan nyawanya,tetapi, fakta tidak bisa menghapus,bahwa gadis itu adalah seorang pembunuh bayaran.