
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Kementrian di luar negeri
Bernice saat ini sedang memegang telepon genggamnya,ia memamtikan dan menghidupakan kembali untu merefresh ponselnya. Ia menunggu kabar dari nicskon, ia sudah memberi pesan padanya, saat sampai harus memberinya kabar padanya.
Apakah dia terlalu sibuk dan lupa memberi kabar? bernice menggigit bibirnya dan mencoba menelepon nickson.Tanpa di duga suara operator yang menjawab."Nomor, yang anda hubungi sedang tidak aktif"
Bernice merasa heran,ponsel nickson mati? selama ini nickson tidak pernah mematikan ponselnya.
Ia mencoba menelepon beberapa kali, namun hasilnya tetap sama, polselnya dalam keadaan mati.
Bernice merasa cemas dan panik,apa yang terjadi dengan nickson?
Di tengah kepanikan bernice menelepon nomer ibunya nickson.
"Halo bernice, ada apa?" Ibu ye berkata dengan ramah
"Bibi, aku ingin bertanya, bisakah kamu menghubungi nickson?aku baru Saja meneleponnya dan ponselnya mati" bernice bertanya dengan tenang.
Ibu nickson telah paham dengan tindakan anaknya.Lagipula keluarga ye adalah dari militer dan sering menyusup ke medan perang, lalu bibi ye berusaha menghiburnya."Bernice, kamu jangan khawatir,nickson sekarang sedang melakukan tugas rahasia.Ponselnya sekarang tidak ada padanya, kamu jangan merasa khawatir."
"Apakah itu berbahaya?" hati bernice sedikit menegang.
"Jangan khawatir, nickson akan berhati-hati" nada ibu ye sangat santai,mereka sudah terbiasa dengan situasi seperti ini.
"Baiklah, selamat tinggal bibi"
Setelah panggilan ini, hati bernice sedikit rileks.
Namun juga merasa bingung, nickson mengatakan akan kembali ke pangkalan, bagaimana bisa tiba-tiba dikirim ke misi rahasia.
Tidak perduli apapun, bernice memutuskan untuk menunggu nickson kembali.
Pada malam hari candice menjemput sikecil ke apartemen, setelah lewat satu hari ia akan merindukan putranya.
Malam ini tugas bernett memandikan dan menemani sikecil menonton kartun,sementara candice tetap bekerja di kamarnya.
Pada pukul setengah sebelas candice keluar dari kamar, melihat bernett sedang membaca dokumen di ruang tamu.
Pria itu sangat baik dalam bentuk tubuh dan wajah, membuat candice tergila-gila.
Candice berjalan mendekat ke ruang tamu, ia memegang lengan bernett dan menaruh kepalanya di pundaknya.
Bernett memeluknya sambil terus membaca dokumen."Apakah pekerjaanmu sudah selesai?"
"Ummmh sudak capek,ingin tidur" candice melingkarkan tangannya ke leher bernett.
"Ayo tidur bersama" candice malam ini ingin merasakan bercinta.
Bernett melepaskan tangan candice, lalu tersenyum."Hari ini tidak"
Pria ini tidak mau memberi,padahal saat ini candice menginginkannya."Kamu beneran tidak mau?"
"Ya" bernett mengabaikannya dan lanjut membaca dokumen.
Candice segera bertingkah seperti kucing betina liar."Oke, janji harus ditepati"
Candice mencium dan menghisap leher bernett, dan tangannya memijit pelan kedua apel bernett.
Tubuh bernett langsung menegang,ia tidak bisa menebak apa yang ingin dilakukan wanita ini? apakah karena menolaknya, wanita ini berinisiatif menggodanya ?
Ia biasanya yang mengambil inisiatif duluan, namun malam ini wanita yang berinisiatif duluan, tubuh bernett sekarang sudah menegang.
Saat ini candice merasa sudah selesai melaksanakan misi, ia sudah melihat wajah bernett yang memerah menahan gairah.
Candice berdiri dengan cepat, ia melangkah menjauh beberapa langkah dan menoleh pada bernett.
"Kalau tidak tahan, masuklah ke kamarku" setelah mengatakan candice berjalan ke kamarnya.
Tidak ada satu menit pintu kamar candice terbuka, bernett berjalan ke arah ranjang.
"Mau ngapain kamu?" candice sengaja bertanya.
"Kamu ingin melarikan diri? setelah berhasil menggodaku" bernett tersenyum.
Candice tersenyum."Kamu sendiri yang bilang, malam ini tidak mau tidur bersama"
"Aku berubah pikiran, kamu yang menyalakan api dalam tubuhku dan kamu harus bertanggung jawab memadamkan"
Villa mewah milik andreas lu
Setelah mandi debby sengaja memakai piyama tebal dan longgar untuk menutupi dirinya memakai pembalut.
Jam sembilan malam andreas masih memeriksa email di tabletnya, debby memegang lengannya."Andreas, jika kamu ingin membaca email tidur saja di kamar sebelah"
Andreas menatap dengan lembut."Apakah kamu malam ini tidak mau ku temani?"
"Jika ada cahaya,aku tidak bisa tidur nyenyak, aku bisa tidur sendirian" debby pengertian.
Debby sebenarnya khawatir andreas tanpa tidak sengaja akan menyentuh pembalut,jika begitu, bukankah kehamilan palsunya akan ketahuan.
Jadi lebih baik tidur terpisah malam ini.
Andreas memang sangat sibuk akhir-akhir ini, jadi ini alasan yang alami untuk mengusir dari kamarnya.
Tentu saja andreas membawa tablet dan dokumen ke ruang tamu,setelah kepergian andreas, debby merasakan lega.
Pagi hari
Debby berencana bertemu dengan candice di siang hari, semalam ia terjaga takut andreas akan tidur di kamarnya tiba-tiba.
Ia menelepon asisten linda, berpura-pura menanyakan perhiasan miliknya, dan bertanya candice, ternyata candice hari ini datang bekerja.
Debby merasakan sangat senang, sebentar lagi rencananya akan di laksanakan.
Candice sedang bekerja di bawah tekanan hari ini,karena harus mendesain perhiasan untuk anggota kerajaan,ia harus berpikir dengan keras untuk menghasilkan ide-ide baru yang menarik dan unik.Ia tidak ingin menghancurkan nama baik perusahaan ini.
Meskipun sampai hari ini, ia tidak mengetahui siapa bos besar di perusahaannya.
Hari ini candice makan di kantin, bernett juga tidak menemani makan, hari ini dia ada pertemuan penting.Setelah makan di kantin candice buru-buru kembali menggambar.
Sekitar pukul dua siang, vera mengetuk pintu ruangannya."Kak candice, debby berada disini"
Candice tersenyum, ia mengerti maksud baik vera dan mengatakan ia tidak perduli dengan kehadiran debby di perusahaan.
Vera menutup pintu dan kembali bekerja.
Begitu debby masuk ke perusahaan, ia sengaja memasang wajah jelek.Pertama ia pergi ke kamar mandi untuk menjalankan rencananya. Karena saat ini sedang berdarang, makanya harus cepat-cepat bertemu dengan candice dan sedikit bertarung dengannya.
Debby keluar dari kamar mandi, ia langsung pergi ke ruangan candice dengan cepat
Vera buru-buru menghentikan debby."Nyonya shen, apakah ada yang bisa saya bantu?"
"Pergi, aku sedang ingin mencari candice" debby pura-pura marah.
Ia masuk ke ruangan candice tanpa permisi dan sengaja membiarkan pintu terbuka.
"Candice cheng, coba jelaskan mengapa suamiku punya foto milikmu di dompetnya?" suara debby begitu keras, hingga keluar ruangan.
Candice sedang menggambar, kaget dengan teriakan tajam debby, ia mendongakkan kepala dan menatap tajam debby."Apa yang kamu katakan barusan?"
Debby merasakan perutnya panas, ia merasa celananya semakin basah,ia mengenakan celana hitam hari ini, jika pun basah tidak terlalu kelihatan dari luar.