Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Bernice dalam bahaya dan nickson terbangun


Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Pukul tiga siang


Bell pintu di villa nickson berbunyi,bernice menjadi sedikit gelisah, pasti dennis yang datang untuk memijat nickson.


Bernice berharap max segeral kembali, dia sudah seminggu tidak datang dan digantikan oleh dennis.


Ia mencium kening nickson."Aku akan membuka pintu terlebih dahulu"


Saat pintu terbuka dennis tersenyum cerah.


"Selamat sore, nona gong"


Mereka berjalan ke lantai dua, bernice merasa tatapan dennis sedikit tidak senonoh menatap tubuhnya dan memutuskan besok akan menyuruhnya tidak usah datang."Dokter dennis, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu, malam ini kakakku mengundang dua dokter dari luar negeri,maka besok kamu tidak perlu datang lagi"


Dennis tiba-tiba merasa panik."Nona gong, apakah maksudmu kamu menyuruhku tidak usah datang lagi besok?"


Bernice mengangguk."Benar, nickson akan melakukan pengobatan gabungan,maaf,selama ini telah merepotkanmu dan kamu datang setiap hari"


Seolah-olah waktu indah bersama bernice telah berakhir,setiap hari hanya datang selama satu jam sudah merasa bahagia melihat sosok cantik bernice.


Tapi hari ini, bernice mengatakan untuk tidak datang lagi besok, bagaimana dirinya tidak panik dan gelisah?


Ia tidak menyadari tatapan dan perilakunya membuat bernice tidak nyaman selama ini.


Dennis tidak terima, jika hari hari adalah hari terakhir bekerja disini, ia duduk dan memijat nickson,walaupun lelaki ini sedang koma, namun ketampanannya masih terlihat.


"Dokter, minumlah dulu air" bernice meletakkan teh di meja.


Dennis menatap tubuh bernice, ia membayangkan tubuh cantiknya memeluk pria yang sedang koma setiap malam.


Ia tidak dapat menahan rasa cemburu!


"Nona gong, apakah kamu hari ini sendirian? apakah kamu tidak merasa kesepian?"


Bernice menggelengkan kepalanya."Tidak, setiap hari ada orang yang berkunjung,lagipula disini ada pacarku"


"Jika pacarmu tidak akan pernah bangun, apa yang akan kamu lakukan?"


"Apa yang lagi yang bisa kulakukan,aku hanya bisa menjaga dan merawatnya setiap hari"


Dennis menatap wajah polos dan cantik bernice


"Nona gong, aku mencintaimu"


Bernice menjadi waspada."Dokter, apa yang kamu katakan,jaga kelakuanmu"


Saat dennis ingin memegang tangannya, bernice menepis dengan kasar,lalu berkata dengan keras."Nona gong, aku mencintaimu,aku sudah jatuh cinta padamu pada pandangan pertama, lagipula pacarmu tidak akan pernah bangun, kamu hanya membuang-buang waktu merawatnya"


Bernice tidak mengharapkan dennis mengatakan hal ini."Dokter, terima kasih sudah mencintaiku, waktu perawatan sudah habis, silahkan kamu pergi"


Dennis segera marah dan kesal."Tidak.. aku tidak bisa jauh darimu, jika kamu memberikan kesempatan padaku, aku bisa menjaga dan merawatmu selamanya, aku juga bisa merawat pacarmu"


Bernice menjadi ketakutan,ia bergegas mengambil ponselnya,namun dennis dengan cepat merebut ponselnya dan membanting ke lantai dengan keras."Apa yang ingin kamu lakukan? apakah kamu ingin menelepon seseorang untuk datang kemari? nona gong, aku tidak bermaksud menyakitimu"


Dennis saat ini pikirannya kacau dan tidak terkendali


"Dokter, kamu tenanglah, mungkin kamu lelah, istirahatlah dulu"


"Aku tidak lelah, aku datang kesini hanya untuk bertemu denganmu, aku sangat merindukanmu dan mencintaimu setiap hari"


Dennis memegang tangannya."Tahukah kamu? aku bersedia menjadi penjahat untuk mendapatkanmu, selama aku bisa mendapatkanmu, aku rela masuk penjara untuk beberapa tahun" dennis semakin menggila.


Bernice menjadi pucat dan takut orang ini akan melukai nickson dan dirinya."Apa yang ingin kamu lakukan?aku bisa memberikan kamu banyak uang,selama kamu pergi dari sini sekarang"


"Aku tidak ingin uang, aku hanya mau kamu"


Dennis mengunci pintu kamar dan berjalan mendekat ke arah bernice.,


"Dennis, jika kamu berani menyentuhku, aku akan membunuhmu" bernice sangat ketakutan


"Aku tidak takut mati untukmu,apa yang perlu aku takutkan? bernice aku tidak ingin memaksamu,lebih baik kamu bekerja sama denganku,aku suka senyumanmu dan lekuk tubuhmu"


Bernice wajah nickson dengan mata memerah dan ingin segera dia bangun dan menyelamatkannya."Nickson Ye, cepat bangun, please selamatkan aku"


Dennis mencibir."Apakah kamu meminta pertolongan pada pria sekarat? bisakah dia benar-benar bangun untuk menyelamatkanmu? aku mendengar dokter mengatakan dia tidak akan bangun"


"Diam kamu, kamu berani menyentuhku,aku akan membunuhmu"


Bernice berlari,namun dia adalah pria, bernice segera di tangkap dan tubuhnya di bawa ke kursi panjang.


"Nickson,cepat bangun" bernice sudah mulai menangis keras.


Dennis merasa mendengar lelucon mengharapkan pria yang sedang koma untuk menyelamatkanmu.


Bernice sekuat tenaga memberontak dan memalingkan wajahnya untuk menghindari ciuman dennis.


Saat ini tidak ada yang menyadari,jari nickson bergerak,ia seperti mimpi buruk dan mendengar teriakan bernice yang ketakutan dan meminta tolong


"Nickson,cepat selamatkan aku"


Kesadaran nickson mulai tersadar sedikit demi sedikit, teriakan bernice merangsang tubuhnya untuk segera bangun.


Di sofa dennis sedang berusaha membuka kancing baju bernice yang ia tekan di bawahnya.


"Lepaskan aku, bajingan, lepaskan" bernice menangis putus asa, dennis adalah seorang dokter,namun malah melakukan perbuatan yang tidak manusiawi,bernice terus memukul tubuhnya putus asa.


Saat kancing baju baru terlepas dua, tubuh dennis di seret ke belakang dan pukulan keras mengenai dadanya dan membuat tulang rusuknya patah.Ia terbaring di atas lantai sambil merintih kesakitan.


Bernice akhirnya bisa terduduk, ia dapat melihat jelas sosok kurus tampan di sebelahnya, itu dia!


Nickson bangun, nickson bangun!


"Nickson,kamu sudah bangun?" bernice bergegas memeluk tubuhnya,ia masih menangis ketakutan.


Nickson memeluk tubuhnya."Aku sudah bangun"


Dennis memegang dadanya yang kesakitan, ia tidak percaya pria itu bangun,pria ini lebih tinggi saat bangun dan membuatnya ketakutan.


Saat akan kabur, dennis di tatap tajam oleh tatapan nickson."Aku belum menyentuh istrimu, tolong, biarkan aku pergi"


Nickson melepas pelukan dan berjalan mendekat ke arahnya dan tanpa bicara mematahkan satu tangannya."Kamu telah menyentuh pacarku, kamu harus membayar harga yang mahal"


Dennis menangis, sekarang tulung rusuk dan tangannya patah.


Bernice segera menghentikan sang pria, jika di teruskan lelaki itu akan mati di tangan nickson dan ini akan mempercepat hukumannya.


"Nickson, kita panggil polisi saja, biarkan dia membusuk di penjara, jika membunuhnya akan mempermudah kematiannya"


Nickson menyeret tubuh dennis keluar kamar, lagipula dia tidak akan bisa bangun dengan luka di dadanya.


Setelah nickson masuk kamar mereka berdua saling berpelukan erat dan berciuman sebentar.


"Nickson,kamu jangan marah-marah,kamu baru saja terbangun,aku baik-baik saja, dia belum berhasil menyentuhku"