Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Waktu bersama dengan anak


Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Malam ini candice menjemput anaknya pulang ke apartement,Malam ini bernett juga ada jamuan makan malam,jarang-jarang punya waktu berduan dengan anaknya.Ini mengingatkan masa-masa indah diluar negeri hidup bersama dengan putranya.


Bryan juga sangat menempel pada ibunya, di dapur Juga memegang kaki ibunya,walaupun tidak membantu apa-apa bryan bisa meramaikan suasana.


Bryan ternyata bisa mencuci sayuran sayuran.


Candice tersenyum puas anaknya mau membantu.


"Mommy, kapan aku punya adik perempuan?"


bryan tidak sabaran menunggu.


"Kenapa sangat ingin punya adik perempuan?"


"Karena hari ini aku melihat adik perempuan teman sekelasku, dia sangat imut,pipinya tembem, aku juga ingin adik perempuan seperti itu"


"Apa kamu tidak takut adikmu akan merebut mainanmu? merebut makanan kesukaanmu!" candice penasaran dengan pemikiran anaknya.


Bryan menggelengkan kepala dengan serius.


"Aku tidak takut, aku akan memberikan semua mainan pada mereka,lagipula aku tidak suka makan permen, aku akan menyanyangi adikku seperti mommy dan daddy" inti pembicaraan bryan masih ingin adik perempuan.


Candice mengagumi pemikiran dewasa anaknya.


Setelah selesai memasak dua sayuran dan satu sop, mereke Berdua makan dengan lahap, Mereka makan dengan tenang.Candice tidak ingin waktu mengalir dengan cepat, ingin melihat perkembangan dan pertumbuhan sikecil.


Bryan menaruh sayuran di mangkok ibunya.


"Mommy, kamu juga makan sayuran"


Candice mengelus kepala anaknya."Memang bryan adalah anak mommy yang paling baik"


Selesai makan candice menemani anaknya nonton kartun kesukaan bryan,setelah selesai menonton kartun,bryan menggambar sebuah istana seperti milik ayahnya.


"Sangat bagus,semangat,cepat warnai" candice merasa kagum dan memberi semangat anaknya.


"Mommy, aku masih ingin menggambar fluffy" bryan mulai menggambar anjing kecil yang sedang bermain di halaman rumput.


"Aku bantu kamu sedikit"


Bentuk anjingnya masih sangat lucu dan tidak berbentuk.


Candice menggambar anjingnya dengan sederhana, tugas bryan adalah untuk mewarnai.


Tidak terasa sudah jam sembilan malam, mereka mendengar pintu terbuka, bernett masuk masih mengenakan jass.


"Daddy"


Bryan berlari memegang menghampiri ayahnya dan meminta di gendong,bernett mencium wajah tampannya."Hari ini makan apa?"


"Makan masakan mommy, aku habis dua mangkok" bryan berkata dengan bangga.


"Bryan, sangat hebat" bernett menggendong dan duduk di samping candice.


Candice tersenyum, namun saat mencium anggur merah dari nafas bernett sedikit tidak senang."Kamu minum anggur?"


"Menemani dua tamu, meminum beberapa gelas,aku tidak mabuk" mata bernett masih segar, hanya sedikit merah.


Bryan juga sudah selesai mewarnai,candice menyuruh anaknya untuk tidur."Bryan, sudah saatnya tidur"


"Mommy, aku ingin temani daddy sebentar" bryan masih ingin duduk di pangkuan ayahnya.


Candice melihat kedekatan ayah dan anak merasa bahagia."Baiklah, jangan sampai jam sepuluh, mommy pergi mandi dulu"


"Mmmm! aku jamin sebelum jam sepuluh sudah masuk kamar dan tidur" bryan mengangguk.


Setalah hampir satu jam, tubuh candice di peluk dari belakang,ia masih mencium sedikit bau alkohol, ia tersenyum sambil mendongak ke arah bernett.


"Apakah anak sudah tidur?"


"Mmm! barusan sudah terlelap, kenapa masih bekerja jam segini?" bernett menaruh kepala di pundaknya.


"Jangan seperti ini, kamu kalau capek ya tidur"


"Siapa yang bilang aku capek, aku masih segar dan bertenaga?" bernett memasukkan tanganya ke baju candice dari atas.


Candice tersenyum dan menolak dengan halus.


"Jangan,aku masih harus bekerja"


"Kerjaan lebih penting daripada aku?" bernett sudah menghisap lehernya dengan lembut.


Candice sudah lemas akan rayuan bernett.


"Kamu mandi dulu masih kotor"


"Sudahlah, kita bisa mandi bersama setelah ini"


"Tidak bisa, Aku sudah mandi"


"Kamu mengeluh aku kotor, kalau begitu aku kotori kamu dengan cairan cintaku"


Selesai berkata bernett menggendong tubuh candice ke kamarnya,setelah menaruh tubuh candice, ia mengunci pintu, berjaga-jaga kalau tengah malam bryan terbangun.


Candice terengah-engah di tekan bernett dari atas.


Setalah satu jam candice berkeringat ingin mandi dan segera tidur.


Bernett memandikan dan mengeringkan rambutnya, baru tidur sambil memeluknya.


Pagi hari


Candice masih ngantuk dan kelelahan.Ia merasakan bernett mencium dahinya."Kamu lanjutkan tidur, aku akan mengantar bryan ke sekolah, baru datang untuk menjemputmu"


Candice mengangguk, ia kembali melajutkan tidurnya.


Setelah satu jam candice terbangun dan mendengar suara tv di ruang tamu, ternyata bernett sedang menunggunya.


"Sudah bangun?kamu mandi dulu, setelah ini pergi sarapan di luar" bernett berkata lembut.


Setelah sampai di kantor, candice langsung menggambar,setelah beberapa saat pintu diketuk, yuni berjalan masuk."Candice, sudah waktunya rapat"


"Baik" candice mengangguk,yuni berjalan ke depan gambar rancangan candice."Sangat bagus, kamu sangat berbakat dalam mendesain gambar"


Candice tersenyum dan membereskan rancangan sketsa.Yuni sudah mengingat dengan teliti,sudah ingat rancangan antingnya, dua bunga aster kecil memang sangat klasik.


Candice memang tidak ada persiapan menghadapi yuni jian,bahkan linda tidak mengetahui hubungan yuni dan laura.Lagipula yuni bersikap ramah padanya, candice sama sekali tidak menaruh curiga dengan niat jahat yuni padanya.


Di dalam ruang rapat, linda hanya memanggil mereka berdua,linda dengan wajah bahagia memberikan kabar."Berita baik, aku sudah menghubungi orang anggota kerajaan.Mereka ingin berbincang empat mata hari jumat sore, aku memutuskan kalian berdua pergi bersama"


Yuni langsung gembira."Linda,ini adalah tanggung jawab candice, mengapa aku juga ikut?"


"Bagaimanapun kita adalah perusahaan besar,kalau hanya mengutus satu perancang perhiasan,menunjukkan agak pelit.Yuni, kamu juga berkualitas, cantik,dan juga bisa mewakili perusahaan kita,jadi,aku memutuskan kalian berdua pergi bersama"


Candice jiga tidak keberatan pergi dengan yuni.


"Kalau begitu, kita janjian jumat sore, ya"


Tentu saja yuni sangat gembira, menggunakan kesempatan ini untuk mengenal anggota keluarga kerajaan.Setidaknya sudah bertemu juga hal yang bagus.


Yuni tersenyum."Baiklah, jumat ini aku akan menemani candice pergi"


Departemen kementrian luar negeri,bernice sudah berpakaian rapi,ia sedang diantar oleh sopir.Hari ini tugas utamanya adalah melayani tamu dari luar negeri, menemani ke museum di pusat kota dan mengenalkan barang-barang berharga milik negara.


Di depan dadanya menggantung papan nama kecil, rambut panjangnya di kucir kuda ke kebelakang,ia menunjukkan sikap profesional seorang pekerja.


Sebelum berangkat,bernice sudah mempelajari detail tentang emily,mengenai hal disukai, mengenai hal yang harus di hindari.Lagipula bernice bukan pertama kali menemani tamu penting untuk pergi keluar.