
Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Terima kasih
"---"
"Aku lupa membawa tasku, aku mendengar tawamu dan mendekat" cindy tersenyum.
Cindy memegang tangannya dan membuat permohonan."Veren, pergilah sekarang, kamu sudah membuat pacarku marah,ini bisa mempengaruhi perasaan kami"
"Baiklah, aku akan mengambil tasku dan segera pergi" cindy mengikutinya dari belakang dengan perasaan cemas.
Harry sudah duduk di ruang tamu dan melihat ke arah veren.
Veren mengambil tas dan tidak sengaja menyentuh barang pajangan kecil dan terjatuh ke lantai.Ia terkejut dan segera mengambil pajangan kecil.
Saat ia membungkuk tiba-tiba kalung gioknya keluar dari bajunya dan menggantung di luar.
Harry yang saat ini sedang melihatnya dan melihat kalung giong berbentuk bulan sabit, lalu ia bertanya."Mengapa kamu ada batu giok itu?"
"Tidak ada urusannya denganmu" veren berkata dengan sinis.
"Beri aku lihat" veren tiba-tiba memasukkan kalung ke dalam bajunya lagi."Lain kali, jangan biarkan aku melihatmu"
Cindy berkeringat dingin melihat sosok veren yang sudah berjalan pergi,ia barusan hampir pingsan karena ketakutan.
Oh tuhan! bagaimana bisa kalung veren tadi sempat keluar,mungkinkah sekarang harry sudah mulai curiga?
"Kamu tadi pasti penasaran dengan kalung giok milik temanku, aku dan dia adalah teman dari kecil dan membeli kalung yang sama denganku"
Harry melihatnya dengan bingung."Jika dia adalah teman baikmu, mengapa kamu tidak mengantarkannya pergi?"
Cindy terkejut dan segera bangkit dari duduknya."Iya benar, aku antar dia dulu"
Harry benar-benar tidak menyukai veren, jika bukan karena kakeknya, ia akan mengusirnya pergi.
Cindy berjalan dengan lambat keluar dan sudah tidak menemukan keberadaan veren.
Cindy berjalan-jalan di taman dan bertemu dengan pengurus rumah, ia tidak terlalu mengerti bahasa inggris dan hanya tersenyum.
Harry sudah menunggu kedatangan cindy di ruang tamu dan bertanya."Tadi temanmu memanggilmu cindy,mengapa dia memanggilmu cindy?"
Cindy langsung merasa sedih, matanya sudah memerah."Nama asliku adalah veren Ye dan cindy adalah namaku saat berada di club, jadi orang-orang sering memanggilku cindy juga, aku ke kamar dulu"
"Baik" harry mengangguk.
Cindy tidak ingin lama-lama berada di dekat harry saat ini dan takut akan ditanyai banyak hal.
Pengurus rumah melihat cindy sudah naik ke atas bertanya dengan penasaran."Tuan, apakah tadi kamu bertengkar dengan nona?tadi aku melihatnya sedang melamun di taman"
"Dia tadi di taman?" harry mengerutkan alisnya.
"Tadi aku melihatnya berjalan di taman dan sepertinya banyak fikiran, aku kira kalian sedang bertengkar"
Harry menjadi sangat kesal, Jelas-jelas tadi veren akan mengantar temannya, ini malah jalan-jalan di taman.Apakah hubungan mereka berdua tidak berjalan baik?
"Tuan muda, apa yang kamu pikirkan?"
"Aku akan memerintahkanmu untuk mengurus satu hal"
"Baik,katakan saja"
"Sebentar lagi aku akan mengambil foto veren dan kamu pastikan apakah dia veren yang asli"
"Tuan, apakah kamu sedang mencurigai nona ini?"
"Aku bukan curiga,aku hanya ingin memastikan, aku tidak ingin membuat kesalahan dan sebulan lagi akan membawanya ke pulau untuk melaksanakan pernikahan"
"Baik, kebetulan aku ada kenalan di bidang ini dan melakukan penelusuran wajah, aku percaya dia adalah nona veren"
Cindy merasa lelah pikirannya dan berdiri di balkon kamarnya.Saat ini pintu kamarnya di ketuk,harry melihat wajahnya yang pucat memberikan perhatian."Kamu kenapa? apakah badanmu merasa tidak nyaman?"
"Perlu menyuruh dokter untuk datang?"
"Tidak usah, aku hanya perlu istirahat saja"
"Aku ingin memotretmu, aku adan keperluan"
"Mengapa ingin menfotoku?" cindy merasa terkejut dan wajahnya tampak ketakutan.
Harry melihat wajahnya yang ketakutan." Aku hanya ingin menfotomu, kenapa kamu sangat panik?"
"Tidak ada... aku..kamu tahu aku sebelumnya bekerja di club,jadi aku sedikit trauma, meskipun aku hanya bekerja beberapa hari, namun aku masih bersih"
Harry tersenyum."Aku tidak keberatan mengenai hal ini, aku hanya ingin fotomu, karena satu bulan ke dapan harus ke bandara,aku harus mengurus identitasmu"
"Oh! kalau begitu kamu bisa menfotoku" cindy duduk di kursi dan merapikan rambutnya.
Selesai menfoto harry berkata."Sudah, kamu bisa istirahat,aku mau keluar sebentar"
"Kamu mau kemana?"
"Aku hanya ada keperluan sebentar dan segera pulang"
"Baiklah,kamu cepat pulang, aku akan merindukanmu" cindy yang sudah lama bekerja di club mengerti cara menggoda pria.
Harry terdiam beberapa detik, ia tidak menyuka veren yang begini,ini terlihat sangat murahan.
Namun cindy tidak menyadari ketidaksukaan harry dan mengira sikapnya akan semakin membuat harry akrab dengannya.
Paling tidak ini adalah kode, bahwa ia menyukai sang pria.
Harry segera menyerahkan foto pada pengurus rumah.
Sebelum pergi pengurus rumah berkata."Tuan, aku keluar duluan"
Harry merasa di dalam rumah sangatlah membosankan.Dua mobil keluar dari villa.
Pengurus rumah langsung menghubungi orang yang bisa membantunya, di dunia ini asalkan ada uang semua masalah dapat mudah di atasi.
Di dalam perjalanan pengurus rumah sudah mengirim uang dan foto pada orang yang akan membantunya.
Tidak sampai sepuluh menit pengurus rumah sudah mendapatkan informasi,namun ia tidak mengerti bahasa negara ini dan segera menelepon harry.
"Halo"
"Tuan muda, orang itu sudah selesai memeriksa dan aku akan mengirimkan padamu"
Harry segera menghentikan mobilnya di tempat yang aman dan membuka pesan dari pengurus rumah.
Ia melihat nama identitasnya adalah cindy li dan temannya memanggilnya cindy, apakah dia bukan veren?
Pemikiran ini membuat hati harry menjadi dingin, ia memutar kembali mobilnya ke villa.
Sementara cindy di dalam villa masih belum tertidur,ia takut veren akan kembali lagi ke villa dan disaat harry tidak ada dirumah menyuruh koki membuat cemilan yang enak.
Saat cindy sedang menikmati cemilan pintu kamarnya di buka dengan keras.
"Harry... kamu kenapa? siapa yang menyinggungmu?" cindy menjadi perhatian.
"Kamu bukan veren ye? nama aslimu adalah cindy, veren yang asli berada dimana?"
Wajah cindy langsung pucat dan berusaha menyangkal."Aku adalah veren..aku adalah veren yang asli"
"Jika kamu veren, mengapa di kartu identitasmu bernama cindy li?" harry menyerahkan ponselnya.
"Ini adalah palsu"
Harry hanya tersenyum dingin dan tidak percaya lagi dengannya."Katakan, mengapa kamu ingin menyamar menjadi veren? veren yang asli berada dimana? cepat katakan?"
"Aku adalah veren,aku mempunyai batu giok pemberian kakekku,ini adalah sebagai bukti" cindy mengeluarkan kalungnya.
Harry menarik paksa kalung hingga talinya putus dan membuat lehernya menjadi merah.