
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Saat candice melakukan pekerjaan menggambar, ponselnya berdering telepon dari daniel.
"Halo, tuan Xi"
"Jam setengah tiga aku akan menjemputmu ke perusahaan, kamu bisa langsung turun saja"
"Baiklah, aku akan turun tepat waktu"
"Oke, sampai jumpa" daniel mematikan telepon.
Kementrian luar negeri
Hari ini adalah pengumuman karyawan yang berprestasi di periode ini. Di dalam ruangan rapat yang besar semua karyawan hadir dan duduk dengan tenang.
Bernice melirik ke arah julie sambil berfikir, apakah wanita itu sudah mengetahui dirinya sudah di masukkan kembali ke daftar penerima karyawan berprestasi, karena dia sempat di coret dari daftar.
Bernice menebak dengan benar, julie saat ini sedang senang, nama bernice tidak akan menerima penghargaan.
Setelah sambutan dari para pemimpin departemen, sekarang giliran kepala departemen yang naik ke atas panggung.
"Kami sudah memberikan penilaian terhadap karyawan, kami akan memberikan penghargaan pada karyawan yang berprestasi,Hari ini ada 10 kolega yang menerima penghargaan dan nama yang disebut untuk naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan yang mulia ini."
Julie tersenyum sinis,bernice sudah bekerja keras dan giat, namun karena perbuatan liciknya, dia di coret dari daftar penghargaan.
Setelah menyebut lima nama, akhirnya nama Bernice di sebut di urutan keenam.
Julie yang sedang mimum air tersedak, ia merasa terkejut,bagaimana mungkin ini bisa terjadi?
Di dalam hati julie hanya ada satu nama yang bisa membantu bernice, yaitu nickson Ye. Memikirkan hal ini hatinya terasa sakit dan perih.
Grup gong
Bernett sedang di ruangannya,ia sedang memeriksa dan menyetujui saham terbaru yaitu jumlah uang yang di hasilkan oleh deviden, ia menambahkan dua nama di surat,yaitu bernard gong dan adrian gong, mereka berdua akan menerima 3% persen keuntungan setiap tahunnya.
Canbry jewerly corp
Yuni berada di ruangannya, saat ini wajahnya sangat tidak enak untuk di lihat, ia masih curiga candice akan bertemu dengan daniel sendirian dan waktunya siang ini.
Yuni berjalan ke ruangan candice dan mengetuk pintu.
"Silahkan masuk" candice sedang membereskan barang-barangnya.
Yuni terkejut, candice sedang merapikan mejanya."Apakah siang ini kamu akan pergi?"
"Benar,siang ini ada temanku yang mengajak keluar,aku harus pergi sebentar"
"Teman seperti apa?" yuni sengaja bertanya.
Karena sudah terlanjur berbohong, candice meneruskan kebohongannya.Ia tersenyum.
"Teman yang baru pulang dari luarnegeri"
"Kalau begitu selamat bersenang -senang, aku tidak akan mengganggumu lagi" yuni keluar dari ruangan.
Yuni sengaja mengambil tasnya dan bersembunyi di dalam taxi, ingin mengetahui apa yang di lakukan oleh candice.
Tepat pukul setengah tiga mobil mewah berhenti di depan perusahaan.Sopir turun dan berjalan ke arah candice."Apakah kamu nona cheng?"
"Benar, aku adalah candice cheng"
"Silahkan masuk ke dalam mobil" sopir dengan sopan.
Saat masuk candice merasa heran, kenapa tidak ada daniel? sekarang ia ingin dibawa pergi kemana?
Yuni menyuruh sopir taxi untuk mengikuti mobil mewah tersebut.
Ia berfikir mobil mewah tersebut adalah milik keluarga Xi!
Mereka berhenti di pusat perbelanjaan dan disini ada cafe mewah.
"Silahkan ikuti saya" sopir berkata dengan ramah.
Candice tersenyum mengikuti pengawal, yuni terus mengekor di belakang dari jarak yang aman.
Candice sendiri tidak tahu dirinya sedang di buntuti oleh yuni.
Kafe sekarang sangat sepi,begitu masuk candice sudah melihat daniel duduk di sebelah jendela.
Ia merasa sakit hati, candice benar-benar keterlaluan dan mengambil beberapa foto untuk di tunjukkan ke bernett gong dan tinggal di serahkan ke laura sudah beres.
"Halo, tuan xi" candice menyapa sebelum duduk.
"Halo'' daniel terus menatap wajahnya.
Candice saat ini sangat perduli dengan desainnya langsung menanyakan."Tuan xi, apa pendapat ibumu tentang rancanganku?"
"Nona cheng sangat sibuk?" daniel tersenyum.
Candice menggelengkan kepala."Tidak sibuk"
"Jika tidak sibuk, bagaimana kalau kita mengobrol sebentar sambil meminum kopi?"
"Baiklah" candice tersenyum.
Pelayan memberikan daftar menu makanan, candice memesan ice lemon tea.
Saat mendongak candice melihat daniel menatap ke arahnya,candice menundukkan kepala malu.
Apakah hari ini salah mengenakan pakaian? atau ada kotoran di wajahnya?
Daniel tertawa."Nona cheng, maafkan aku yang tidak sopan"
Candice merasa tidak enak, lalu bertanya.
"Tuan xi, apakah ada yang salah denganku, sehingga membuat anda terus memperhatikanku?"
Daniel tersenyum cerah."Bukan,aku merasa, bahwa aku dan kamu memiliki takdir khusus"
Candice mengerutkan alisnya."Apa yang di maksud dengan takdir khusus?"
"Sebuah perasaan yang tidak bisa aku katakan, aku merasa sepertinya kita pernah bertemu, atau, kita pernah bertemu di kehidupan masa laluku"
"Sepertinya aku belum pernah bertemu dengan anda,lagipula anda adalah orang terkenal, aku tidak akan melupakan pertemuan itu"
Daniel tampak tidak senang."Apakah di matamu, aku pria yang luar biasa?"
"Tentu saja,tuan xi masih muda,itu luar biasa"
Candice harus menjaga emosi pelanggan tetap baik.
Daniel tersenyum, ia dapat melihat gadis muda ini memiliki aura seorang bangsawan di tubuhnya.
Candice merasa tidak nyaman terus di tatap seperti itu."Tuan xi, sebaiknya anda berbicara tentang pendapat ibumu mengenai rancangan! Dengan begitu aku bisa melakukan perubahan lebih awal, jika di perlukan"
"Kamu tidak perlu merubahnya, ibuku sangat menyukai rancanganmu,dia memuji rancanganmu sangat menajubkan"
"Benarka?" candice merasa sangat bahagi.
Daniel mengangguk."Benar, aku tidak membohongimu"
"Aku akan mentraktirmu"
"Tidak, bagaimana mungkin kamu akan mentraktirku? aku sendiri yang mengajakmu untuk bertemu"
"Tidak, anda adalah klienku, aku haru mentraktir anda"
"Kamu berkata seperti itu, karena sudah ingin pergi dari sini" daniel sedikit tidak senang.
Candice tertegun, ia sebenarnya memang ingin segera pergi dari sini.
Yuni sudah selesai menfoto pura-pura menjadi pelanggan cafe dan duduk lumanyan jauh agar diketahui oleh mereka berdua.
Candice melihatnya berjalan masuk.Ia mengerutkan alisnya."Dia rekan kerjaku"
Daniel melihat sebentar ke arah yuni."Apakah dia rekan yang datang bersama denganmu?"
"Benar" candice di dalam hati sudah merasa tamat, karena bertemu dengan yuni disini.
Yuni berjalan mendekat dan pura-pura terkejut.
"Candice, ternyata kamu berada disini juga"
Daniel dapat mengetahui ekpresi yang di buat-buat oleh yuni,wanita sungguh munafik dan menyebalkan.
"Tuan xi! ternyata anda juga berada disini, apakah tuan masih ingat denganku?" yuni tersenyum dan ingin menggoda daniel.
Daniel terpaksa tersenyum dan mengangguk.
"Tentu saja ingat"