
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
"Keira, kenapa kamu ingin mengunjungi kediaman keluarga chu?" tanya sean lagi karena penasaran.
"Apa kamu tidak menyinggung masalah ini sekarang? aku pasti akan memberitahumu, kalau waktunya sudah pas"
"Baiklah, aku tidak bertanya lagi,kapan kamu berencana untuk pergi?"
"Kamu atur saja waktunya, aku akan pergi denganmu"
"Kalau begitu aku harus mempunyai alasan untuk membawamu kesana, bagaimana kalau aku mengatakan kamu adalah pacarku? akan sulit untuk mengajakmu kalau hanya teman" sean berkata dengan hati-hati takut keira akan marah.
"Ok, tidak masalah, aku akan pergi sebagai pacarmu"
"Benar, kamu tidak masalah?" sean cukup terkejut.
"Iya" keira hanya ingin segera pergi ke kediaman keluarga chu.
Setelah makan siang sean mengantar keira ke perpustakaan dan tinggal disana untuk membaca beberapa buku.
Sean juga tidak fokus dengan bacaannya matanya sering melirik ke arah keira yang sibuk kesana kemari.
Waktu jam pulang kerja keira berkata pada sean."Terima kasih,aku harus pergi untuk menjemput kucingku"
"Kamu memelihara kucing? kebetulan sekali aku juga suka dengan kucing, aku akan mengantarkanmu kesana"
Keira tertawa kecil,ternyata cukup sulit untuk mengusir sean.Setelah mengambil orange di penitipan sean berkata."Ayo kembali, aku akan menjadi ayah angkat kucingmu"
Keira hanya terkejut dengan ucapan sean dan tidak mempermasalahkan hal kecil,lagipula dirinya sudah menganggap sean sebagai teman baik.
Sean juga hanya mengantar sampai di depan apartemen,ia takut akan memberikan kesan buruk di hati keira.
"Tenang saja,aku akan langsung membicarakan hal ini dengan setelah pulang dan segera membawamu ke keluarga chu"
"Terima kasih sean, aku berjanji tidak akan membuat masalah dan aku hanya ingin pergi untuk melihat-lihat"
"Baiklah, tunggu teleponku"
Keira menghela nafasnya,akhirnya menemukan cara untuk mengunjungi kediaman chu,hanya saja keluarga chu adalah keluarga besar, mereka pasti memiliki keluarga di tempat lain. kalau dirinya bukan keturunan dari martin chu, apa mungkin keturunan keluarga chu yang lain?
Bagaimanapun keira punya firasat akan segera bertemu dengan keluarganya.
Sean juga langsung pergi mencari kakeknya. kakeknya merupakan orang yang sudah berumur 70 tahunan.
"Kakek, aku ingin pergi mengunjungi keluarga chu,kakek bantu caranya agar bisa pergi"
"Ada keperluan apa kamu ingin kesana?"
"Putri ketiga keluarga chu adalah teman sekelasku,tapi aku tidak mempunyai kontaknya lagi,jadi aku ingin kesana untuk mencarinya. tapi tempat itu bukan tempat sembarang yang bisa aku masuki,kakek telepon kakek chu,ya "
"Kamu hanya bisa pergi kesana seharian"
"Kakek, aku beri kamu sebuah kabar gembira, aku sudah mendapatkan pacar" sean memijat pundak kakeknya dengan gembira.
"Benarkah? kapan kamu akan membawanya pulang untuk aku lihat?" kakek juga merasa senang.
"Tetapi, aku harus bertemu dengan temanku dulu"
"Dasar bocah nakal,kamu masih berani mengancamku,kebetulan kakek mendapatkan undangan dari kakek chu,kamu bisa pergi kesana gantikan kakek"
"Kakak chu akan mengadakan perayaan yang kesembilan puluh tahun,pestanya besok lusa"
"Aku akan menggantikan kakek, aku berjanji tidak akan membuat malu"
"Karena kamu ingin pergi,ambillah undangan ini"
"Aku akan mengajak pacarku pergi kesana"
"Kapan kamu akan membawanya pulang?" kakek berkata dengan tegas.
"Aku akan segera membawanya pulang" sean berjalan ke pekarangan dan menghubungiku keira dengan semangat.
Keira sangat senang mendengar keluarga chu akan mengadakan pesta, kalau begitu semua anggota keluarga chu akan hadir dan kemungkinan besar akan bertemu dengan kedua orangtuanya.
"Keira aku akan mengajakmu ke toko pakaian dan memilih gaun yang bagus"
"Tidak perlu,aku akan berdandan sendiri" keira merasa sudah banyak berhutang kepada sean dan tidak akan membiarkannya menghamburkan uang lagi.
"Baiklah, sampai jumpa lusa"
"Iya"
Istana kepresidenan
Vivi menghela nafas dan mengetuk ruangan presiden.
"Masuk" terdengar suara dari dalam.
Vivi memegang undangan dengan erat, lalu berkata."Pak presiden,ini undangan dari kakekku,dia berharap anda menghadiri ulang tahunnya yang ke 90 tahun"
"Baiklah, aku akan pergi,suruh thomas untuk mengatur jadwalku" daniel mengangguk.
Vivi meletakkan undangan dengan hati-hati, ia berbalik dan pergi,setelah menutup pintu menghela nafas lega.
Vivi merapikan bajunya dan kembali ke penampilan tenangnya, presiden membutuhkan asisten yang tenang dan dapat membantunya, bukan asisten yang gila tentang perasaan.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya hati daniel merasa kosong,ia hanya manusia biasa yang mempunyai keinginan,perasaan dan kelemahan yang tidak ingin diketahui oleh orang lain.
Dalam dunia pekerjaan daniel lugas dan tangkas,tapi dalam hal asmara,dirinya bagaikan gurun pasir yang tandus,meskipun di tanami bibit tidak akan tumbuh dan berbunga.
Daniel hanya bisa melewati malam yang panjang dengan kesepian, ia hanya bisa mengisi hatinya dengan melihat gadis itu dari jauh.
Ia menelepon thomas untuk mengatur pertemuan dengan keira besok pagi dan barulah Daniel tertidur dengan pulas.
Karena besok pagi bisa melihat gadis itu.
Pagi hari
Sinar matahari masuk dari jendela membangunkan kucing yang tertidur di kasur.
Sikucing dengan jahil memanggil dengan lembut dan menempelkan badannya ke wajah gadis yang masih tertidur. Kucing mengelus pakaian tidurnya dengan lembut.
"Orange, berhenti, ini masih sangat pagi, biarkan aku tertidur sebentar lagi, ya?" mata keira masih terpejam, namun bibirnya sudah tersenyum manis.
"Miaow" orange masih tidak menyerah dan menginjak-injak dada keira.Keira langsung memeluk dan mencium kepalanya."Kamu Jelas-jelas adalah kucing betina,kenapa kamu suka menginjak dadaku? mmm"
Orange masih mengeong terus,keira mengelus kepalanya dan menurunkannya."Baiklah, aku akan membuatkanmu sarapan"
Kaira mengambil karet untuk mengucir rambutnya,setelah memberikan orange makanan di balkon,ia juga menuangkan air hangat dan melihat orange yang sedang makan.Cahaya matahari menghangatkan tubuh dan hatinya.
Di lantai 20 keira dapat melihat istana presiden, mereka sudah berbulan-bulan tidak bertemu, mungkin tidak akan bertemu dengan pria itu sepanjang hidupnya.
Keira meninggalkan orange dirumah, ia berencana untuk berhenti bekerja hari ini. Ia mengenakan tas di punggungnya dan berjalan santai menuju ke perpustakaan,tujuan awal bekerja di perpustakaan adalah untuk mencari lambang keluarga itu,sekarang ia sudah menemukannya,ia tidak perlu untuk membuang-buang waktunya lagi.