
Hannah xia dan dedrick gong tersenyum mengangguk, mereka juga ingin kesana untuk lebih dekat dengan bryan dan ibunya..
Begitu sampai di lokasi bryan cheng berlari kesana kemari.Candice khawatir dengan bryan cheng, namun tugasnya di gantikan oleh bernice gong, ia seperti anak kecil mengekor pada bryan cheng.
"Bryan cheng, tunggu bibi" Teriak bernice gong.
Hannah dan dedrick mengikuti dengan langkah agak cepat.Namun candice kurang hati- hati melangkah ke lubang kecil dan terjatuh.
Dengan sepatu hak tinggi tumitnya tertekuk , keseleo. rasa sakit membuat tubuh candice miring hampir terjatuh.
Bernett gong dengan sigap menangkap tubuh candice masuk ke pelukannya."Ada apa.?"
"Kakiku terkilir" Candice meringis kakinya terasa sakit.
Bernett gong melihat sekeliling melihat ada kursi." Aku akan memapahmu duduk disana, aku akan menghubungi bernice untuk menjaga bryan cheng.."
"Baiklah" Candice merasa percuma kalau mengikuti bryan sekarang.
Setelah memapah candice duduk, bernett mengambil ponsel di sakunya.
"Halo kakak, ada apa?" bernice menjawab.
"Katakan pada ayah, ibu untuk mengawasi bryan cheng, aku akan menunggu di pintu keluar."
"Baiklah, kakak, nikmatilah waktu berdua dengan kakak ipar,aku akan mengawasi bryan cheng." Bernice merasa senang kakaknya , mulai pdkt dengan kak candice..
Candice sedang duduk sambil membungkuk mengelus kakinya yang terkilir.
Rasa sakit masih terasa.
Bisa dibilang, ia tidak akan bisa memakai sepatu hak tinggi untuk bebejari ke depan.
Bernett gong duduk di sebelah candice, kakinya diangkat ke pangkuan pria itu.. Ia memijat pelan kaki mulus candice walau terasa nyaman candice malu ..
Wajah candice memerah dan jantungnya berdetak kencang..
"Tidak apa- apa, nanti juga akan sembuh"
Candice menurunkan kakinya.
"Obatilah ketika pulang" bernett sudah melihat kakinya sedikit bengkak merah..pasti sulit untuk jalan ..
Untuk mengalihakan rasa gugup ,candice mengalihkan perhatian." bryan cheng, tidak sembarangan lari kan.?"
"Tenang saja, bryan di jaga oleh bernice dan kedua orang tuaku.."
Mereka berdua duduk di taman yang agak sepi, candice merasakan gatal di kakinya dan menggaruknya, muncul sebuah benjolan.
Di tempat ini nyamuk masih banyak , karena belakang mereka taman yang ada kolam ikannya, candice mengenakan rok selutut, jelas nyamuk punya penilaian yang basus menghisap kaki mulus candice.
Bernett gong nelihat beberapa benjolan di kaki candice, menelepon sopirnya." Bawa mobil ke pintu keluar square."
Candice bertanya." Sudah waktunya pulang."
"Masih berfikir untuk memelihara nyamuk- nyamuk itu?"
Candice mendesah pelan, tentu saja ingin segera meninggalkan tempat ini, kakinya terasa gatal ada 6 benjolan kecil di kakinya.
Candice memakai sepatunya, saat berdiri ternyata sakitnya begitu parah..
Bernett gong memapahnya berjalan tubuh mereka menempel, candice merasa malu , wangi tubuh bernett gong membuat candice melayang..
Mobil bernett gong tepat berada di pintu keluar, melihat bos mendekat sopir membukakan pintu mobil. Bernett gong tidak sabar, menyambar tubuh mungil candice di gendongan depan dadanya , dan memasukkan tubuh candice ke dalam mobil dan menutup pintu.
Bernett menyalakan lampu di mobil melihat beberapa benjolan kecil di kaki candice, ia membuka pintu mobil memanggil pengawal.
"Belilah obat penghilang rasa gatal."kata bernett pada pengawal.
"Tidak perlu khawatir, aku ada obat dirumah" Candice merasa segan kalau harus dibelikan oleh pengawal.
Pengawal tidak menggubris ucapan candice, ucapan bos adalah perintah. Ia pergi ke apotik atau toko terdekat.
Candice ingin seperti wanita anggun dan tenang, namun rasa gatal tidak dapat ditahan, ia menggunakan tangannya untuk menggaruk..
Bernett gong tidak menertawakan, malahan merasa kasihan.
Pengawal bergerak dengan cepat, ia membeli 3 jenis merek obat penghilang gatal di apotik terdekat.Bernett gong mengambil obat saleb.
Bernett gong membaca cara pemakaian di bawah sinar lampu mobil."Angkat kakimu"
"Aku bisa sendiri"
Bernett tanpa aba- aba mengangkat kaki candice ke pangkuannya.
Ia mengambil saleb dan mengusap pada bentolan di kaki candice, candice merasa perih akibat garukan tadi ada yang lecet.
"Tahanlah sebentar" suara bernett gong begitu lembut, candice tadi juga menggaruk bagian paha atasnya, nyamuk sialan bahkan sampai menggigit disana.
Sebuah tangan besar menyingkap rok candice hingga hampir kelihatan bagian sensitivnya. bernett gong mengusap benjolan di pahanya..
Candice merasa gemetar sedikit gerakan pria ini lembut, membuat geli di pahanya..
Camdice cepat- cepat merapikan roknya, meskipun malu, ia membiarkan pria tadi mengoles obat pada bagian paha.
"Dimana lagi?" Suara serak bernett gong.
Wajah candice berubah panas,ia menggelengkan kepalanya." Tidak ada lagi" candice melihat ke arah luar jendea menutupi rasa malunya.
Beberapa saat kemudian suara ketukan di jendela mobil..Bernett gong menurunkan kaca jendela melihat wajah bryan cheng yang bahagia."Daddy, mommy, kami telah kembali."
"Naiklah ke mobil, ayo pulang" Candice berkata pada bryan.
Dengan wajah tersenyum bernice gong berkata.
"Kakak candice cheng, aku, ibu, dan ayah menginap disini beberapa waktu, bolehkan kami membawa bryan cheng bermain bersama pada akhir pekan?"
Melihat senyum di wajah bernice gong, bagaimana bisa candice menolak.Ia mengangguk."Baiklah".
"Kakak, kak candice , bryan sampai jumpa" bernice gong melambaikan tangan.
Mereka terpisah keluarga gong naik mobil untuk ke kastil bernett gong.
Candice mengelus rambut basah bryan cheng.
" Apa yang kamu mainkan tadi bersama bibi?"
"Aku dan bibi bermaik banyak sekali. Kita naik kuda goyang,main robot- robotan dan juga mengendarai mobil kecil."
"Apakah kamu menyukai bibimu?"
"Iya, aku sangat suka bibi , ia sangat baik padaku." wajah bryan tersenyum.
"Oh mommy, tadi bibi mengatakan daddy dan mommy lagi pacaran, benarkah??" bryan cheng masih belum mengerti arti pacaran.
Dia hanya mengira, ini adalah cara ayah dan ibu memperdekat hubungan.
Candice cheng, "..."
Bernett tersenyum berkata." Benar sekali."
Candice sedikit galau, mengubah topik." Apakah asik tadi bermain?"
Perhatian bryan segera berubah." Ya , sangat asik,lain kali aku mau bermain lagi."
Di perjalanan pulang bryan yang tadi bersemangat, tertidur pulas di pangkuan ibunya..
Candice tidak bisa mengatakan apapun, bryan terlalu bersemangat dengan bibinya..pasti sudah kelelahan. Badannya berkeringat membuat tubuhnya lumayan apek, sesampai di rumah harus memandikannya.
Mobil bernett sudah sampai di rumah, bernett gong menggendong bryan cheng, otomatis tidak bisa memapah candice, ia terpaksa berjalan pincang tanpa alas kaki.
Begitu masuk ke rumahnya, candice harus memandikan bryan cheng, meskipun tertidur harus di mandikan di bathtub.
Candice cheng mengisi air, bernett gong meletakkan tubuh bryan cheng ke bathtub. Candice membasuh dan menyabuni tubuh bryan cheng..
Bryan cheng terbangun sebentar, tapi tidak membuka mata dan kembali tidur, karena merasa kelelahan.
Selesai mandi bernett gong kembali menggendong dan membaringkan di kasur, candice mengeripkan rambut putranya agar tidak deman..
Sebelum meninggalkan kamar candice mencium wajah bryan cheng, bernett gong masih berdiri di sampingnya..
Candice berkata." selamat malam, kalau keluar tutup pintunya." candice hari sangat cukup lelah langsung pergi ke kamar mandi dan tidur..
Bernett gong menatap wajah anaknya dan mencium baru keluar menutup pintu..Ia juga pergi ke kamar utama.