
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Clint setelah mengantar vivi ke rumah sakit untuk melihat pasien dan membuat laporan.
Kediaman chu.
Saat ini sedang memasuki musim dingin, bagi orang usia lanjut, musim dingin adalah waktu yang sulit.
Martin sudah tidur sejak jam delapan malam dan tengah malam terbangun dengan nafas terengah-engah,ia langsung menekan bel darurat di kamarnya, pelayan di kamar sebelah segera menghampiri dan melihat wajah martin sudah pucat, tubuhnya gemetaran dan terlihat sangat kesakitan.
Pelayan segera membangunkan pasangan luis dan yohanna,lalu menelepon rumah sakit kerajaan untuk mengirim ambulans.
Vivi mendengar suara berisik di bawah dan bergegas turun, lalu bertanya pada pelayan yang membawa gelas."Apa yang terjadi?"
"Tuan besar tiba-tiba mengejang dan kesakitan"
"Apa? apakah sudah menghubungi layanan darurat?"
"Sudah, mobil ambulans sudah di perjalanan"
Vivi segera berlari ke kamar kakeknya, 3 pasangan suami istri sudah bangun dan yohanna dan istri kakak kedua menunggu kedatangan ambulan di depan pintu.
Lima belas menit kemudian tuan besar sudah dibawa ke rumah sakit,vivi segera berganti baju dan segera ke rumah sakit mengantar ibunya dan kedua bibinya.
Clint sedang berkeliling mengecek pasien dan mendengar suster berkata."Baru saja ambulan pergi ke kediaman chu, mungkin terjadi sesuatu pada tuan besar chu?"
"Berapa lama lagi ambulan kembali?"
"Sekitar 15 menit, segera siapkan operasi darurat untuk tuan besar chu"
Clint bergegas ke ruangannya meletakkan peralatan medisnya dan buru-buru ke koridor.
Semua dokter dan suster sudah siap, hanya tinggal menunggu kedatangan ambulan kembali.
Dua menit kemudian ambulan parkir, luis dan dua anggota keluarga chu segera menurunkan tuan besar yang sudah tidak sadarkan diri.
Clint merasa khawatir melihat keadaan tuan besar chu, ini adalah kakek vivi.Clint tidak bergabung dalam operasi dan hanya menunggu di luar.Tak berapa lama vivi,ibu,dan bibinya datang menghampiri.
"Apakah kakekku di masukkan ke ruang operasi?" vivi bertanya pada clint.
Clint menghiburnya."Jangan khawatir, sedang dalam penyelamatan, tubuh tuan besar chu selalu dalam keadaan baik, kami juga memiliki riwayat penyakitnya lengkap,tidak akan terjadi apa-apa"
Kekhawatiran vivi belum hilang,ia memandang cemas ke ruang operasi, semua anggota keluarga chu merasa cemas.
Clint memperhatikan vivi dengan seksama, mungkin dia keluar dengan tergesa-gesa, tubuhnya hanya menggunakan jaket tipis dan di koridor tidak ada penghangat ruangan, dan sekarang sudah memasuki musim dingin.
Clint diam-diam merasa khawatir, hanya saja yang paling penting sekarang adalah keselamatan tuan besar chu,ia tahu vivi akan mengabaikan tubuhnya sendiri.
Satu jam kemudian dokter keluar dari ruang operasi dan kakek chu sudah di selamatkan, tapi, masih belum keluar dari bahaya, masih harus di pindahkan ke ruangan observasi kritis. Sekarang kondisi penyakit kakek chu agak serius, mungkin karena penyakit jantung, selanjutnya perlu dirawat di rumah sakit untuk diperiksa dan dirawat.
Hati keluarga chu belum tenang, meskipun sejak awal sudah menyiapkan mental, bagaimanapun kakek chu sudah tua.Mereka yakin orang tua akan sakit dan meninggal. Namun masih menginginkannya berumur panjang.
Orang yang masuk ke ruangan hanya luis dan yohanna, karena kakek chu masih membutuhkan pertolongan darurat.
Vivi tidak masuk, dingin semakin menusuk ke tulang, rasa dingin membuat tubuh vivi menggigil.
"Vivi, kamu pulang saja dulu! kamu tidak mengenakan pakain hangat, kita akan tinggal dan merawat kakekmu" kata seorang bibi.
Clint tidak tega melihatnya kedinginan dan teringat jaketnya di ruangannya.Ia diam-diam pergi ke ruangannya.
Vivi sedikit terkejut sebuah jaket di letakkan di pundaknya, ia menoleh ke belakang dan melihat clint menaruh jaket."Pakai saja! malam ini cuaca sangat dingin"
Hati vivi menjadi hangat, terhadap pria yang lebih muda darinya,tidak disangka merasakan perasaan dimanjakan.
"Terima kasih" vivi membetulkan jaket di tubuhnya.
"Sama-sama"clint menemani di sebelahnya.
Setelah beberapa saat vivi bersin beberapa kali.
"Achiii" vivi flu karena cuaca sangat dingin.
Clint reflek menempelkan telapak tangannya ke dahi vivi.Ia mengerutkan keningnya."Kamu sedang demam"
"Bawa termometer kesini" clint berkata pada perawat yang sedang berjalan ke arahnya.
Perawat memberikan termometer dan benar suhu badan vivi 38,5 derajat.
"Kamu perlu minum obat pereda panas" clint berkata padanya.
Kedua bibi yang mendengar berkata pada vivi.
"Vivi, kamu dengarkan ucapan dokter ini, pergi minum obat! disini serahkan pada kami"
"Pergi ke ruanganku, aku akan memberikan obat" wajah vivi merah dan pucat karena demam.Ini membuat clint merasa khawatir.
Vivi mengangguk, lagipula sekarang kepalanya terasa pusing dan berjalan mengikuti clint.
Sampai di ruangan clint menaikkan suhu udara, memberikan obat dan segelas air putih.
"Minumlah obat ini"
Vivi seperti anak kecil patuh meminum obat.
"Kamu tetap di kantorku dulu, kakek besarmu juga berada di ruang intensif,kamu tidak bisa masuk,jika ada berita, aku akan memberitahumu,angin di koridor cukup besar"
"Clint, terimakasih"
"Sama-sama" clint tersenyum dan merasa senang, barusan vivi tidak memanggil dengan tuan muda zhan.Panggil nama serasa lebih dekat dan nyaman. Clint keluar ruangan.
Vivi merasa memiliki ketergantungan yang tidak dapat di jelaskan pada pria yang mengenakan jas dokter itu.
Vivi menunggu di sofa,namun karena efek obat ia tidak dapat bertahan lagi dan tertidur di sofa.
Satu jam kemudian,Clint kembali ke ruangannya dan melihat vivi sudah tertidur di sofa.Ia mengulurkan tangannya dan menyentuh dahinya, untungnya demamnya sudah reda,tapi, tidak boleh tertidur seperti ini,ia menepuk pundaknya pelan."Vivi.. vivi.. pergi ke ruangan istirahatku"
"Ya" Habis berkata vivi tidur kembali, clint langsung menggendong tubuh vivi ke ruang istirahat.
Setelah membaringkan tubuhnya di kasur, melepaskan jaketnya, takut dia akan berkeringat dan membasahi bajunya.Itu tidak bagus untuk demamnya.
Setelah melepas jaket, vivi mengenakan sweater tipis,clint menyelimuti tubuhnya dan mengecek suhu tubuhnya,demamnya sudah mereda, namun bisa berulang demamnya.
Kakek chu masih dalam pengawasan intensif, namun rumah sakit kerajaan mempunyai fasilitas yang lengkap, dia akan selamat dari masa kritis ini.
Rumah sakit juga mengatur ruang istirahat untuk keluarga chu, ketika clint datang, yohanna menanyakan kondisi putrinya dan bukankah baju tadi yang dibawa vivi pulang untuk di cuci?
Ia menatap clint dengan serius secara diam-diam, pria ini cukup berbakat,tinggi dan tampan, hanya saja dalam hal usia pasti lebih muda dari putrinya.Pria ini merawat putrinya dengan baik dan perhatian.