Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Bernice dipersulit


Candice dan bernett bergandengan sampai mereka masuk mobil.


Bernett memandang wajahnya, mata wanita ini masih lembab dan merah, Ia mengulurkan tangannya memeluk tubuhnya ."Bukankah kamu sudah memenangkan gugatan, kenapa masih menangis?"


"Aku nangis terharu dan bahagia, akhirnya kasus ayahku sudah selesai,semoga arwah ayahku bisa tenang di surga"


"Tenang saja, ayahmu pasti bahagia di surga" bernett menghiburnya.


Candice memeluk tubuh bernett erat."Bukankah kamu ada pertemuan penting? Bagaimana bisa datang?"


"Tidak perduli pertemuan sepenting apa, kamu tetap lebih penting, aku mengundur pertemuan di sore hari"


Di sebelah rombongan mobil konvoi bernett. Ada seseorang diam- diam mengambil foto mereka berdua bergandengan tangan, juga ada foto backgroun pengadilan.


"Kita harus merayakannya" kata bernett


"Tidak perlu mengeluarkan uang, aku bisa masak di rumah"


Bernett berbisik di telinganya dengan mesra.


"Aku bersedia mengeluarkan uang untukmu"


Candice tertawa kecil, ia mencubit ringan lengan sang pria.Ia merasa harus berterima kasih karena bantuannya zack lu masuk penjara.


"Bernett, terima kasih"


"Panggil sayang, kalau mau berterima kasih"


bernett ingin menggodanya.


Candice merasa canggung dan malu, pria ini sungguh bisa menjahilinya."Sayang" suara candice lirih.


"Ulangi lagi, aku tidak mendengar"


"Sayang..Sayang..Puas kan kamu" candice sedikit kesal.


Bernett tertawa senang.


"Lain kali, kalau bertemu dengan andreas abaikan saja" bernett tadi melihat mereka sempat bicara.


"Aku tidak menyangka dia akan datang"


"Dia datang untuk melihat pamannya menderita,sungguh lelaki yang licik"


"Lain kali aku menghidari andreas."


Candice masih ingat andreas memaksa dirinya menandatangani surat perceraian dan mengancamnya akan membunuhnya, ternyata di surat cerai ada perjanjian saham milik ayahnya.


Di departemen kementerian luar negeri, bernice hari ini sudah mulai bekerja,ia bekerja dengan linglung,fikirannya selalu terbanyang sosok nickson, ia merindukan moment bersama dengan pria.


Pria itu bahkan sudah melihat tubuh bagian atasnya,dan saat itu tidak mengenakan apa- apa dan masih dipaksa duduk di pangkuannya.


Mmmmm wajah bernice merah, mengingat momen memalukan itu.


Masih ada ciuman di landasan, ia berinisiativ mencium nickson di depan umum.


"Apakah ada sesuatu dia mencariku dan siapa menteri aku belum mengenalnya?"


"Dia adalah julie ren , posisinya ialah ketua menteri" kata asisten julie .


Wajah cantik bernice menegang,ada apa julie mencarinya?apa yang akan dia lakukan?apakah ingin memberinya pelajaran?


"Ada masalah apa dia mencariku?"


"Kamu pergi saja ke kantornya, aku cuma disuruh memberitahu dirimu"


Bernice menggigit bibirnya,ia tidak takut pada julie dan akan menghadapi dia dengan tenang.


Bernice pergi ruangan julie dan mengetuk pintu.


"Masuk" terdengar suara wanita dari dalam.


Saat bernice berjalan masuk, julie yang sedang duduk menatapnya dengan tajam, di matanya ada sebuah kebencian.


"Ketua ren, kamu mencariku" bernice berkata dengan dada tegap.


"Mulai sekarang kamu tidak perlu di departemen magang,kamu telah resmi di pekerjakan, posisimu adalah asisten pribadiku"


Julie berkata dengan sombong..


Bernice sedikit bingung,ia ingin aku menjadi asisten pribadinya?Ia punya firasat buruk, ini adalah ritme julie untuk menyusahkan dirinya..


"Aku..kemampuanku sangat rendah, aku tidak memenuhi syarat untuk menjadi asistenmu" bernice menolak.


"Bernice gong, apakah kamu pikir ada hak untuk menolak?hanya ada dua pilihan di depan matamu, satu adalah menjadi asisten pribadiku, dua adalah kamu pergi dari sini"


Ada sedikit kekuatan dari nada suara julie.


"Tuan menteri,jika kamu ada masalah pribadi denganku, mohon jangan bawa ke pekerjaan, kita bisa bicarakan apa saja"


"Aku tidak punya apa- apa untuk dibicarakan denganmu" julie mencibir.


"Kalau begitu, aku juga punya hak menolak"


"Kamu tidak punya hak,di departemen kementrian luar negeri aku yang memutuskan segala hal" julie memblokir keputusan bernice.


"Bisakah kamu memberiku waktu berpikir?"


"Kasih jawaban padaku sebelum pulang kerja, jika kamu ingin pergi dari kementian luar negeri tidak ada yang menahanmu" julie menghela nafas."Keluar kamu" julie sudah mulai emosi.


Bernice berjalan keluar, ia sedikit marah, padahal aku bersama dengan nickson adalah kesepakatan pribadi,disini tidak ada yang menggoda, mengapa dia membuatku kesulitan.


Dia cukup menyukai pekerjaan ini, dan masih ada pendukung besar di belakangnya, mengapa harus takut pada julie?


Jika dia harus pergi,ini sangat memalukan, bukankah ini kelihatan ia takut dengan julie?


Ia tidak takut padanya, bernice berbicara dalam lubuk hatinya.


Bernice malah penasaran, sebenarnya apa yang di inginkan wanita itu?