Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Mendapat penghargaan


Dalam perjalanan kerumah sakit wajah bernett masih suram..Candice duduk di sampingnya senyum - senyum sendiri,pasti lelaki ini merasa tidak puas..


Bernett kesal wanita ini malah mengejeknya.


"Berani tertawa lagi, akan kuturankan kamu disini"


Tidak berani tertawa lagi.."Baiklah ganteng, tersenyum dung"


Tangan candice memeluk lengannya untuk menghibur.


Bernett tersenyum dipaksakan,namun hatinya merasa hangat, wanita ini berani mengejek dan menghiburnya.


Seorang dokter wanita membuka dan mengganti perban bernett,setelah selesai ia melihat bekas ciuman leher sang wanita. Ia menyarankan dengan tegas." Tolong kalian berdua paling cepat dua minggu lagi baru kembali ke ranjang bersama.Pria yang begitu semangat darahnya bisa mengalir lebih deras,


akan lebih sulit membuat lukanya sembuh"


Wajahnya candice memerah, ia menganggguk.


"Terima kasih dokter, kami akan perhatikan"


Dua minggu? Bernet menjadi suram.Ia harus menunggu dua minggu lagi.


Mereka kembali ke hotel candice mengantar ke atas, rencana akan pulang, ia berhenti di depan kamar bernett.


Bernett mengangkat alisnya."Temani aku tidur"


"Dokter menyarankan menunggu dua minggu lagi" candice menggelengkan kepala.


"Aku butuh seseorang untuk merawatku, kamu tega meninggalkan aku sendirian?"


"Baiklah, tapi kita pisah kamar"


Bernett merasa lelah dan kesal,malam ini tidak bermain sampai tuntas,namun malam ini hubungan mereka kembali menghangat, ia hanya perlu menunggu dengan sabar.


"Baiklah, kamu tidur di sebelah kamarku"


Candice sendiri bukan takut bermain dengan sang pria, ia hanya khawatir lukanya akan terluka kembali,ia hanya bisa sedikit kejam tidur di kamar sebelahnya.


Pagi hari


Candice bangun tidur buru- buru keluar dari kamarnya,ia ingin mengecek kondisi bernett, pintu kamarnya tidak di kunci dan masih tertidur orangnya.


Ia perlahan duduk di tepi ranjang memandang pria ini tertidur,bibirnya sedikit tersenyum, sepertinya akan sulit membenci pria menawan ini.


Bernett membuka matanya melihat wanita duduk di depanya,ia menarik tangannya masuk dalam pelukannya.


Candice tidak menolak pelukan sang pria, ia juga merasa nyaman, namun masih khawatir kesehatan bernett."Ayo bangun,kita pergi sarapan"


"Baiklah,ayo pergi" bernett juga tidak menolak.


"Kamu tidak berencana kembali negaramu?" candice penasaran.


"Aku menunggu pulang denganmu,bisakah kamu berjanji jangan pergi lagi dari sisiku?" bernett memohon


"Bagiamana dengan laura huo?"


"Ini tidak ada hubungan dengan dia,aku hanya ingin bersama denganmu"


"Bagaimana setelah setahun, kakekmu ingin mengambil bryan?"


Bernett berfikir sebentar, lalu tersenyum."Kalau begitu,aku akan keluar dari keluarga gong untuk hidup bersama denganmu dan bryan"


"Apa?" candice merasa terkejut.


"Tapi bukanlah kamu akan disebut durhaka?" candice melihat dari sudutpandang bernett.


"Kalau tidak,kamu lahirkan anak satu lagi, pasti kakek tidak akan bisa mengusir kedua cucunya"


Candice sedikit kesal."Tidak mau"


Bernett tersenyum kecil,ini bukanlah ide yang buruk,sepertinya harus membicarakan masalah ini di saat waktu yang tepat.


Candice melirik ke arah perut bernett."Masih sakitkah?"


"Sakit" bernett mengira sedang diperhatikan.


"Salah sendiri,terlalu bersemangat"


"Kamu menanyakan ini,hanya untuk mengejekku?" bernett sedikit kesal


Candice menggoda bernett."Kalau tidak?memangnya aku harus perhatian denganmu?"


"Dasar tidak punya hati" Bernett turun dari ranjang untuk mengganti baju.Ia melepas semua menyisakan ****** *****.


"Bernett kamu jangan menodai mata suciku" Candice merasa malu melihat tubuhnya,ia kembali ke kamarnya untuk mencuci muka.


Saat candice sedang di kamar mandi ponselnya berdering,ia segera bergegas takut anaknya yang menelepon. Ternyata telepon dari linda.


"Hai,kak linda"


"Candice dimana kamu sekarang?"


"Aku sedang di negara R, kenapa?"


"Karyamu mendapat penghargaan desain terbaik, besok sore adalah waktu penerimaan penghargaan di negara M" kata linda dengan bahagia.


Candice menjadi bersemangat."Apa?benarkah menjadi desain terbaik?"


"Aku sudah memastikan, kamu masih curiga apa lagi? kamu harus pergi ke negara M menerima penghargaan dan membanggakan perusahaan kami"


"Baiklah, aku pasti pergi" Candice juga pasti akan datang, bagaimana bisa melewatkan bagus ini.


Setelah menutup telepon candice masih bersemangat dan tersenyum.


Bernett masuk kamarnya ."Ada berita apa hingga membuatmu tersenyum?"


Candice berkata dengan pamer dan sedikit sombong."Salah satu karyaku mendapat penghargaan terbaik,aku besok akan pergi ke negara M menerima penghargaan"


"Ternyata otakmu encer juga, masih berguna"


Bernett memuji.


"Aku punya bakatku sendiri,kamu juga punya bakat sendiri"


Bernett sedikit menggodanya."Bakatmu hanya melukis saja,berbeda jauh denganku multi talenta"


Candice menjadi kesal, memang benar pria ini multi talenta."Hanya di pikiranmu saja"


"Ayo sarapan dulu,lalu temani anak kita bermain seharian.Kita berangkat ke negara M malam ini"


"Untuk apa kamu ikut?"


"Aku juga melihatmu menerima penghargaan di panggung" Bernett tersenyum


Candice memandang senyuman pria ini, sungguh manis dan menggoda.