Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Pindah ke asrama


Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


Dua petugas polisi saling melirik dan bertanya.


"Nona candice, kamu telah bersama beberapa tahun dengan debby,siapa yang paling mungkin menentangnya?"


Candice tentu saja mengetahui, namun ia tidak mau terlibat lebih banyak.Ia menggelengkan kepala." Selain kontak kerja sebelumnya, aku tidak tahu tentang urusan pribadinya"


"Oke, bisakah kamu memanggil tunanganmu, kami ingin berbicara dengannya"


"Tentu saja bisa"


Ketika melihat candice keluar bernett segera menghampirinya."Bagaimana?"


"Aku sudah selesai, polisi ingin kamu masuk"


"Oke, tunggu aku diluar"


Bernett masuk ke ruang introgasi dan kedua polisi menjadi sedikit gugup.


Bernett juga sangat kooperatif dan tidak sombong.


Keluar dari kantor polisi, kondisi hati candice sedikit tidak nyaman."Apakah kemungkinan debby benar-benar sudah mati?"


"Kemungkinan besar sudah mati,bagaimana bisa dia tidak melihat internet dan kejam meninggalkan kedua orang tuanya."


"Ya, dia adalah orang yang tertarik pada barang-barang mewah dan tidak mungkin lepas dari ponselnya"


"Aku mengira pasti karena biaya perpisahan yang tidak kecil,andreas sengaja membunuhnya"


"Aku juga mengira debby tidak akan mau dengan uang yang jumlahnya kecil"


"Lagipula andreas tidak mempunyai banyak uang dalam tabungannya dan dalam beberapa waktu terakhir mengalami kerugian di perusahaannya"


Bernett memegang tangannya."Sudahlah, jangan terlalu di pikirkan, polisi pasti akan mengungkap kasus ini"


Candice mengangguk dan merasa ini tidak ada hubungannya dengannya lagi.


"Aku akan mengantarmu ke istana, jika ingin makan apa,aku bisa membelikan untukmu"


"Aku tidak ingin makan lagi,Aku ingin tidur setelah ini"


Di dalam coffe shop pekerjaan floren sangat baik dan pekerjaannya sangat rajin.


Karena kecantikan dan keramahannya ada beberapa pengagum yang muncul.


Ada beberapa pelanggan muda yang sengaja ingin melihatnya, berpura-pura membeli kopi dan bisa mengobrol dengannya.


Salah satu karyawan wanita yang dekat dengan floren sengaja menggodanya."Floren lihatlah salah satu pengagummu datang membeli kopi"


Namun floren hanya tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.


Saat floren menyerahkan kopi di meja salah satu pria berkata."Bolehkah aku meminta nomor teleponmu?"


Florent menulis di sebuah kertas dan menyerahkannya pada sang lelaki.Kebetulan daniel datang dan melihat floren memberikan nomor telepon.


Floren tersenyum kepada daniel."Apakah masih memesan kopi hitam tanpa gula?"


"Ya!kamu baru saja memberikan nomor telepon kepada sembarang orang dan tidakkah kamu takut orang lain akan mencelakaimu?"


"Bagaiamana mungkin?"


"Kamu terlalu polos,tentu saja sifat lelaki sangat menyeramkan,kamu tidak diizinkan memberikan nomor telepon dengan begitu mudah"


"Mmmm! begitu ya"


Setelah mengedipkan matanya floren kembali berbicara."Managerku mengatakan bahwa ada tempat tidur kosong di asrama dan aku bisa tinggal dengan mereka seharusnya aku tidak terlalu merepotkanmu seperti ini"


Pikiran daniel sedikit kosong,ia mengangguk dan tersenyum."Silahkan, kamu bisa menentukan hidupmu sendiri"


"Kamu... kamu apakah setuju?"


"Tentu saja, kamu bisa pergi jika ingin pergi"


"Oke baiklah, aku akan ketempatmu sore ini untuk membereskan barang-barang,aku telah merepotkanmu selama ini,aku juga telah menerima gajiku yang pertama, meskipun tidak banyak bisa mencukupi kebutuhanku sehari-hari"


"Selama kamu bekerja dengan baik dan benar, gajimu akan meningkat"


"Ya,aku merasa sangat senang" floren mengambil kopi untuk daniel.


"Kamu ingin berbicara apa denganku?"


"Ketika aku menemukanmu pertama kali, kamu adalah orang yang rapuh dan pemalu, aku khawatir tentang apa yang harus kamu lakukan di masadepan.Sekarang melihatmu telah percaya diri,aku merasa sangat senang"


Floren merasa tersentuh dan hampir menangis.


"Aku tahu kamu baik padaku, terimakasih"


"Dimataku kamu adalah adik perempuanku" memang benar mereka berjarak delapan tahun dan daniel terlihat seperti seorang kakak.


"Jika aku pindah, bisakah aku melihatmu lagi dan berjumpa denganmu?"


"Kamu punya nomor teleponku dan mengetahui dimana rumahku,kamu bisa datang kapan saja untuk menemuiku"


"Baiklah, aku harus kembali bekerja"


Daniel merasakan pahit di dalam hatinya, saat mengetahui dia akan pindah perasaan di dalam hatinya sedikit rumit.


Bukannya tidak rela,namun ada sebagian kepingan yang hilang.


Floren pulang kerja pukul setengah enam sore dan saat akan menelepon daniel ternyata mobil yang biasa di kemudikan daniel sudah datang.


Ia tersenyum dan duduk di kursi depan.


"Apakah kamu yakin ingin pindah? apakah disana ada tempat tidur untukmu?"


"Iya, apakah kamu tidak rela aku pergi?"


"Itu adalah hidupmu dan kamu bebas menentukan sendiri"


"Ya, aku harus belajar untuk mandiri, lagipula aku bukan siapa-siapa kamu"


Saat masuk ke dalam rumah daniel kembali bertanya."Kamu yakin ingin pindah?"


"Aku sangat yakin, aku tidak mau merepotkanmu lagi"


"Bagiku, kamu tinggal disini tidak merepotkan"


"Tapi,aku tidak bisa terus tinggal bersama denganmu, aku takut pacarmu akan marah, bagaimana jika terjadi salah paham?"


Daniel tersenyum."Siapa yang memberitahumu, aku mempunyai pacar?"


"Aku menebaknya, seharusnya seusia denganmu sudah mempunyai pacar"


"Apakah kamu menganggapku sudah tua?"


Florencia segera menyeringai."Bukankah kamu sudah tua?"


Daniel menjadi kesal dikatai tua oleh gadis kecil."Cepat kemasi barang-barangmu,aku akan Membawamu keluar sebentar"


Floren segera menuju ke kamarnya,ia hanya duduk di kasur untuk sementara waktu.Ia mulai merapikan barang-barangnya dan hanya sedikit pakaian yang ia punya, semua dibelikan oleh daniel.


Ia turun ke bawah dan menggendong sebuah tas berjalan mendekat ke arah daniel."Aku sudah berkemas"


Daniel mengambil tas di yang di bawa floren dan berjalan duluan di depan.


Floren merasa tersentuh dan melihat gantungan kunci di pintu,ia ingin mengabil sesuatu barang yang menjadi miliknya.


Daniel melihat kebelakang dan melihat floren sedang memegang gantungan kunci.


"Bisakah kamu memberikan ini padaku?"


"Ambillah,jika kamu menyukainya"


Floren memegang gantungan kunci dengan erat selama perjalanan menuju asrama.


Asrama sendiri tidak jauh dari cafe,floren berdiri di depan asrama dan melambaikan tangan pada lelaki tampan di depannya."Selamat tinggal"


"Jika kamu tidah betah berada disini atau ingin pindah kerja, kamu harus mengatakan padaku"


"Ya, aku tahu, aku akan memberikan kabar padamu"


Daniel kembali ke mobilnya dan hatinya sedikit hampa.


Lu corp


Andreas sedang berada di ruangannya, ia tidak melakukan pekerjaan apapun hari ini dan hanya menandatangani Beberapa dokumen, bahkan tidak membaca isi dokumen.


Sekarang ia hanya khawatir dengan perkembangan kasus debby,polisi belum memberitahu apapun,dan bahkan belum memanggilnya lagi.Ini membuat dirinya merasa lega dan khawatir.Ia memikirkan tempat membawa danmembuang mayat, apakah disana ada kamera cctv atau tidak?


Jika polisi mengetahui debby sebelum menghilang pergi bersama dengannya.Pasti polisi akan menaruh curiga yang besar ke padanya