Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Tidur bersama


Setelah menunggu sampai jam 10 malam bernett juga belum pulang, candice merasa frustasi ia meminum whisky 2 gelas lagi hingga kepalanya pusing..Ia tertidur di kamar belum mengganti pakaian.


Pukul 23.30 bernett sampai dirumah.Ia membuka kamar anaknya sudah tidur dan tidak mencium karena bau alkohol, lalu pergi kamar candice.


Melihat wanita mabuk dengan posisi kaki masih di lantai bernett membetulkan posisi tidurnya, ia menggendong ke tengah ranjang.


Candice terbangun dan langsung muntah."hoex"


Setelan jas bernett dan gaun candice terkena muntahan,Wajah bernett langsung merah, apakah wanita ini gila ,tidak bisa minum masih berani menyentuh alkohol?


Bernett menggendong ke kamar mandi, ia mendudukkan candice di lantai, ia membuka jas, celana, baju hanya menyisakan ****** ******** saja.Ia membuka kran air tempat berendam.


Bernett melepas gaun malam candice.


Pakain dalam yang dikenakan candice adalah setelan bra dan cd berwarna ungu, sorotan mata bernett menajam dan berbahaya.


Dan wanita yang mabuk parah tidak sadar , setelah air penuh bernett mengangkat wanita masuk ke dalam tempat berendam, ia mengikat rambut panjang candice ke belakang agar tidak basah.


Bernett menyabuni wanita ini dari bawah sampai atas, ia merasa pakain dalam wanita ini terlalu mengganggu, setelah ragu beberapa saat, bernett melepaskannya dan melempar ke samping.Tubuh polos candice disentuh dan dilihatnya.


Setelah selesai memandikan bernett membungkus tubuhnya dengan handuk menyandarkan di kursi.Ia melepas sprei di kasur dan mengganti.Ia memakaikan wanita ini piyama tidur tanpa daleman lalu membaringkan di atas kasur.


Bernett mandi ke kamarnya, setelah itu ikut berbaring sambil memeluk candice, ia memasukkan tangannya di bawah baju piyama candice.


Sekarang nickson dan bernice sudah keluar dari restoran, waktu dalam perjalanan melihat orang mabuk menyeberang jalan dengan sembarangan dan tertabrak mobil.


Penabrak melarikan diri dan korban langsung meninggal di tempat.Tempat terjadi kecelakaan tepat di depan mobil nickson , ia berhenti mengecek korban ternyata sudah banyak genangan darah dan meninggal.


Bernice sendiri tidak turun dari mobil, tapi ia bisa melihat begitu banyak darah dan orang tidak bergerak di jalanan.


Setelah mengecek korban sudah tidak bernyawa nickson kembali ke mobil."Jangan lihat, kalau takut"


"Apa dia sudah tidak ada?" Wajah bernice pucat dan tubuhnya gemeyar.


"Iya"


Nickson mengambil hp dan menelepon 911, ia memberikan keterangan pada polisi, tempat kejadian,dan ada korban jiwa.


Nickson merasa kasihan dengan bernice ia menggendong tubuhnya ke kursi belakang memeluknya."Sudah jangan takut"


Sekitar lima belas menit ambulan dan polisi datang, barulah nickson pergi mengantar bernice ke hotel.


Mereka berdua sudah sampai parkiran hotel, bernice terlihat masih ketakutan tapi tidak separah tadi.


"Ayo, aku antar kamu naik ke atas" kata nickson


Bernice menempel pada tubuh nickson, ia memegang lengannya.Setelah memasukkan sidik jari pintu ruangan terbuka.


"Kak nickson, apa kamu bisa tinggal untuk menemaniku?" Nada suara bernice seperti sedang memohon.


Nickson memandang wajah cantik candice pucat dan menyedihkan."Kamu takut"


Bernice menganggukkan kepala."Iya aku takut, aku mohon temani aku satu malam saja, disini aku ada dua kamar, kamu bisa tinggal di kamar satunya"


"Baiklah, aku akan menemanimu"


Bernice langsung menghela nafas lega.


Nickson merasa bocah ini, apakah bocah ini beneran ketakutan?Begitu takut hingga mengundang lelaki dewasa masuk ke ruangannya?


"Menurutmu,polisi gimana menindaklanjuti masalah tadi?"


"Aku rasa penabrak akan di tangkap, karena di jalanan itu begitu bantak cctv"


Nickson berdiri berjalan melihat tatanan ruang tamu ini, bernice tiba- tiba teringat sesuatu."


Kamar ini tidak boleh kamu masuki" di dalam kamarnya berserekan pakain dalam yang belum ia bereskan tadi pagi.


"Kenapa?"


"Ini adalah kamarku, sangat berantakan"


Nickson menunjuk kamar satunya lagi."Apakah ini kamarku?"


"Iya" bernice menganggukkan kepala.


"Kalau begitu, aku pergi mandi dulu" Nickson merasa badannya sudah agak lengket.


"Baiklah, kamu boleh pergi"


"Kalau kamu takut, panggil aku saja" nickson mengingatkan.


Bernice sebenarnya tidak merasa takut lagi seperti tadi, ia baru teringat sekarang, ia harus menghabiskan malam dengan nickson.


Kalau kakak dan orang tua tahu, aku bermalam dengan pria bagaimana?


Bernice juga ikut masuk ke kamar, benar saja di dalam kamar ada pakaian dalamnya di atas kasur..Ia memutuskan untuk mandi menjaga bryan pekerjaan yang melelahkan dan mengeluarkan keringat.


Ia menghabiskan waktu setengah jam untuk di kamar mandi berendam, ia membuka lemari pakaian tidurnya semua bermodel kimono dan kelihatan sedikit sexy.


Bernice susah tidur, kejadian tadi membuatnya masih takut, sudah jam 1 ia memutuskan duduk di ruang tamu, ia mengambil minum, memutuskan melihat berita dan vidio di ipadnya.


Nickson juga tidak bisa tidur, ia mendengar pintu kamar sebelah di buka.


Apa yang dilakukan gadis kecil itu?apa dia benar- benar ketakutan hingga tidak bisa tidur?


Nickson memutuskan memakai jubah mandi bermodel kimono, ia keluar mengecek.


Bernice sedang menonton film dengan menggunakan headset, pandangannya lurus ke pintu kamar nickson.Begitu pintu terbuka i melepas headset.Bernice bertanya dengan lembut."Kamu kenapa masih belum tidur?"


"Kamu sendiri kenapa belum tidur?"


"Aku merasa takut"


"Jadi, kamu berencana tidak tidur semalaman?"


"Iya, malam ini saja" bernice sebenarnya ngantuk sedikit.


"Kenapa kamu takut dengan melihat nyawa?"


"Karena aku belum pernah melihatnya sebelumnya"


"Sudah jangan nonton lagi, cepat kembali ke kamar dan tidur"


"Tidak, aku ingin begadang malam ini" bernice sambil memanyunkan bibirnya.


Nickson mengerutkan alisnya, apakah bocah ini serius?padahal kedua matanya sudah memerah.


"Aku temani kamu begadang, aku ambil hp dulu di dalam kamar"


Mungkin karena tenang nickson berada di dekatnya film belum selesai bernice sudah ketiduran di sofa.


Nickson berencana meninggalkannya di sofa , tapi dia merasa tidak aman, kalau bocah ini jatuh dari sofa, ia menggendong ke kamarnya.


Meletakkan tubuh bernice terbaring di kasur, ia melihat bernice mungkin mimpi buruk wajahnya berkeringat, nickson mengelap dengan tisu malah tangannya di tarik oleh bernice tiduran di sebelahnya.Tangan kecilnya memeluk tubuhnya erat, nickson berusaha melepaskannya namun gagal.Akhirnya dia tidur dengan di peluk gadis kecil ini