Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Persaudaraan kakak beradik


Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Setelah masuk ke dalam lift dua orang melepaskan tangan secara alami, vivi dapat merasakan jantungnya berdetak kencang.Ia mengira seumur hidup ini tidak berdetak lagi untuk pria manapun. Dengan simon juga tidak merasakan hatinya bergetar, tapi dengan pria yang lebih muda darinya, ternyata memiliki perasaan seperti ini? Ini agak sedikit aneh.


Saat sarapan mereka berdua mengobrol clint mengingatkan untuk beristirahat dulu.


"Aku memang libur untuk beberapa hari ini, minggu depan baru masuk"


"Kamu memang butuh istirahat dan jangan lupa untuk berolahraga" clint perhatian


"Ya, aku harus melatih tubuhku, jika tidak, aku akan selalu sakit,itu tidak baik"


"Jangan lupa memakai pakaian tebal" clint mengingatkan.


Vivi memang sering lupa membawa mantel tebal,ia mengangguk."Ya, lain kali aku akan mengenakan pakaian dengan baik"


Vivi tertawa,ia sudah begitu dewasa dan masih harus di khawatirkan pria yang lebih muda darinya tentang masalah pakaian.


Ketika selesai sarapan teman-teman akrab vivi datang dan menghampirinya, sementara clint pergi karena masih ada urusan.Kedua temannya langsung duduk di dekatnya.


"Vivi, siapa pria tampan tadi! dia sangat menguasaimu tadi malam" devi tersenyum.


"Dia adalah seorang dokter" vivi tidak mengungkapkan identitas aslinya.


"Dokter muda yang tampan" kata vinny tersenyum.


"Apa yang kalian katakan?" vivi tersenyum juga.


"Dia lebih muda dua tahun dariku"


"Apakah usia masih di permasalahkan sekarang?ada banyak orang bahagia walau ada perbedaan usia"


"Perkataan memang seperti itu,namun kenyataan akan lebih sulit" kata vivi sedikit sedih.


Vinny menyerahkan tas."Lihat, apakah ada yang kurang?"


"Tidak perlu lihat lagi, aku percaya kalian" saat akan menaruh tasnya, vivi melihat syal di kursi sebelahnya.


Ia merasa sedikit kesal, kenapa harus sering meminjam barangnya dan lupa untuk mengembalikan.


"Vivi, jika ada pria yang baik, kamu kamu harus memegang dengan kuat, di tambah lagi, pria yang bersama denganmu sudah meninggal empat tahun lebih, sudah seharusnya kamu merelakannya"


Vivi tiba-tiba merasa sedih di dalam hatinya.


Devi juga menghela nafas."Benar, apa yang di katakan vinny, sudah seharusnya kamu merelakannya,kita harus menatap ke depan, apakah kamu kepikiran tentangnya lagi semalam?"


Vivi mengangguk,lalu tersenyum."Benar, aku kepikiran dengan dia semalam"


"Pantas saja, kamu minum banyak sekali semalam"


"Kemarin malam dokter muda itu membawamu pergi, setelah itu tidak terjadi apa-apa, kan?" vinny merasa penasaran.


Vivi tidak perlu menyembunyikan apapun pada mereka, lalu wajahnya memerah." Sepertinya aku sudah menciumnya"


"Kalau begitu kalian... " kedua saudara langsung ingin tahu yang terjadi selanjutnya.


Vivi tertawa."Maaf, sudah membuat kalian kecewa, karena tidak ada cerita seperti yang kalian inginkan,kami hanya menginap semalam dan tertidur berpelukan hingga pagi"


"Astaga! padahal kamu mabuk sangat parah dan dokter itu tidak melakukan apapun padamu, di benar-benar pria terhormat, sangat sulit untuk menemukan di jaman sekarang"


Clint hanya memeluknya sambil tertidur. Padahal dirinya sudah melepaskan pakaian.


"Vivi, pertahankan! kejarlah dia, mungkin kamu akan berhasil"


"Benar, kami mendukungmu"


"Lihat saja nanti" vivi berkata pelan.


Setelah mengobrol bersama teman-temanya vivi kembali ke kediaman keluarga chu.


Di kediaman keluarga gong.


Hujan salju masih turun di luar rumah, di dekat jendela ada gadis kecil dengan rambut model pony sedang melihat kepingan salju. Dengan gembira melompat-lompat dan berteriak.


"Salju.. salju"


Di belakang Beatrix,bryan menghampiri dari belakang, melihat halaman sudah tertutup oleh lapisan salju, lalu bertanya pada adik perempuannya."Apakah kamu ingin membuat manusia salju?"


"Ingin"


"Kalau begitu, kamu harus menggunakan pakaian dengan benar dan aku akan membawamu pergi"


Wajah beatrix memerah karena penghangat ruangan, ia mengangguk."Kakak, bawa aku pergi" candice yang mendengar bryan ingin membuatkan manusia salju, langsung memakai kan pakaian tebal untuk putrinya,memakai sarung tangan, memakai sepatu salju yang hangat, topi boneka yang lucu, akhirnya tubuh kecilnya terbungkus pakaian tebal.


"Mommy.. mommy.. cepat sedikit..cepat sedikit, aku ingin membuat boneka dengan kakak" anak kecil tidak terlalu senang. Terakhir candice melilitkan syal ke leher putrinya.


Bryan sudah memakai mantel abu-abu, memakai topi,melilitkan syal dan menunjukkan wajah tampannya dan ada aura ketenangan.


"Sudah selesai, kakak akan membawamu ke bawah" bryan memegang tangan adiknya.


"Kalian berhati-hatilah" candice mengingatkan mereka.


Hannah yang berada di lantai bawah melihat sepasang cucunya pergi keluar untuk bermain salju, ia tidak bisa merasa tenang, ia mengambil pakaian tebal dan mengawasi dari kejauhan.Candice juga berada di lantai dua mengawasi mereka, karena ia sedang di suntik dan minum obat, ia tidak boleh kedinginan. Maka saat salju sedang turun tidak bisa menemani putrinya bermain salju.


Bernett juga sudah pergi ke perusahaan dan akan pulang sore hari.


Di atas halaman salju bryan sudah berpengalaman membuat boneka salju dan beatrix yang di sebelahnya hanya menjadi penghalang di bandingkan membantu.Jika tidak menumbangkan salju, pasti akan terjatuh karena tumpukan salju, bokong kecilnya sudah menduduki banyak kepingan salju.


"Kakak, aku akan membantumu" anak kecil membawa salju dan menabrak manusia hingga hancur.


"Aiya" tumpukan salju menutupi tubuhnya yang kecil.


Bryan tertawa,lalu menggendong adiknya keluar dari tumpukan .Candice di lantai dua tersenyum melihat tingkah anaknya yang menggemaskan, sebenarnya ingin menemani mereka.


"Kakak, dimana manusia salju kita" beatrix dengan sedikit cemberut.


"Kamu berdiri disana dulu! kakak yang akan membuatnya"


"Ya, aku akan berdiri dengan patuh" gadis kecil berdiri diam dan tanpa bicara.


Bryan mulai membuat boneka salju,setelah selesai membuat, ia menambahkan mata, hidung,mulut hingga menyerupai manusia salju.


"Wah.. kakak memang hebat, memang hebat" beatrix bertepuk tangan dan merasa senang melihat manusia salju.


Bryan mengeluarkan ponselnya dari saku dan menyuruh adiknya bergaya di samping manusia salju. Beatrix berpose imut dan mengacungkan jarinya peace.


Pemandangan salju membuat banyak orang merasa senang dan bahagia.


Tidak lama lagi keluarga Ye akan bertambah satu orang lagi.Hal membahagiakan terus terjadi satu persatu.


Candice juga berharap perawatannya segera selesai dan mengingat masa lalunya.Ia sudah memiliki ingatan menemani putrinya tumbuh, tetapi tidak ada ingatan menemani putranya tumbuh dewasa dan proses berkenalan dan saling jatuh cinta kepada bernett.Ia ingin secepatnya mengingat kembali.


Pada saat ini melihat putra dan putrinya bermain salju di luar merasa sangat puas.