Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Syarat tuan besar gong


Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Haappy reading


.........


"Bryan, pergi bermainlah dengan pesto,daddy mau berbicara dengan kakek buyutmu dulu"


Bernett mengalihkan anaknya untuk pergi.


"Baik" anak kecil berlari ke taman bunga mencari anjing.


Begitu anak itu pergi senyuman kakek gong menghilang, ia mengajak bernett duduk di sofa depan rumah."Bernett, kamu pergi ke negara M hanya untuk candice,kamu bahkan menghabiskan banyak uang, apakah ini masuk akal?"


"Kakek, aku tidak tahu apa yang dikatakan laura padamu, tapi semua yang aku lakukan, berdasarkan hati nurani" bernett membantah dengan tenang.


"Apakah wanita bernama candice, apakah kamu benar- benar menyukainya?" kakek berkata dingin


Bernett menghela nafas."Dia adalah ibu bryan, aku berharap anakku diasuh ibunya dan jangan sampai wanita lain mengasuhnya"


"Maksudmu adalah kamu akan menikahi dan membawa pulang?" kakek mulai emosi.


Bernett mengangguk dengan serius."Benar, aku ingin menikah dengannya"


Dalam hati kakek kemarahannya hanya sedikit, dibandingkan dengan rasa kecewa dan ketidakberdayaan."Apakah kamu pernah memikirkan, kamu menikahi wanita yang tidak punya latarbelakang apa- apa,nanti bagaimana dia membantumu?"


"Kakek,aku punya kemampuan untuk mengontrol perkembangan perusahaan,tidak butuh bantuan apapun,kedepannya istriku, hanya perlu berdiri di belakangku menjaga anak dan keluarga dan membiarkannya melakukan profesi yang ia sukai"


"Kedua pamanmu tidak menyerah dengan pemikiran mereka untuk mendapatkan perusahaan,lewat tahun ini, aku sudah berumur 87 tahun,aku adalah orang yang hidup dengan menghitung hari,kedepannya hanya bisa mengandalkan dirimu sendiri" kakek mencari laura, hanya untuk mendukung bernett kedepannya.


Bernett merasa terharu, ia tahu kakeknya memikirkan perkembangan perusahaan di masa depan, ia berjanji pada kakek."Kakek, kamu tenang saja,aku tidak akan mengecewakanmu"


"Kamu benar- benar tidak suka laura gadis itu?" kakek bertanya dengan kecewa.


Bernett menjawab dengan tegas."Aku tidak ada perasaan sedikitpun padanya"


"Iya" bernett mengangguk.


"Baik, aku mengizinkan kalian bersama,tapi aku ada satu permintaan" kakek berkata dengan serius.


Bernett melihat kakek ada niat mengalah, ia berkata sambil tersenyum."Kakek, anda katakan"


"Kalian bisa bersama,tapi, kamu harus berjanji padaku dalam 1 sampai dua tahun tidak boleh menikah dengannya, dan tidak boleh membawa ke kediaman keluarga gong"


"Kenapa?" bernett terkejut dengan permintaan kakek.


"Meskipun kamu sekarang duduk kuat di posisimu,tapi, kamu harus ingat di tanganku masih ada saham sebesar 30% yang belum dikeluarkan, kedua pamanmu memperhatikan masalah ini setiap waktu,Beri aku waktu 1 sampai dua tahun, aku akan memindahkan sahamku padamu secara perlahan,agar kamu bisa memegang saham 70% .Kamu bisa memegang kekuasaan sepenuhnya dan kamu hanya perlu berjanji menyetujuinya, agar keluarga besar ini bisa makmur di masa depan"


Hati bernett bergejolak,Saat ini ia diberi tanggungjawab perusahaan dan masih memikul tugas dan tanggung jawab keluarga besar.


Kakek gong menghela nafas, ia menatap cucunya."Jadi, aku tidak keberatan kamu menikah dengan candice cheng,hanya khawatir identitas dan kemampuannya akan menghalangimu,kamu biarkan dia menderita sedikit, membawa anaknya hidup di luar paling lama dua tahun."


Selesai bicara kakek berpikir- pikir lagi."Dia adalah gadis dengan sifat keras,melewati seumur hidup dengannya kamu harus pikir- pikir lagi"


"Kakek, kamu tidak perlu khawatir,aku bisa menerima kekurangannya" bernett berkata dengan percaya diri.


"Keluarga gong mengandalkanmu, kamu jangan sampai mengecewakanku" kakek memberi sedikit peringatan.


Wajah tampan bernett penuh perenungan, ia pulang sudah menyiapakan diri untuk dimarahi kakeknya, tidak disangka,kakeknya memberi nasehat dan mengajarinya.


Dalam waktu dua tahun tidak menikah, apakah wanita itu akan setuju?


"Kakek, kalau aku memiliki anak lagi bagaimana?"


"Aku juga senang memiliki cucu lagi,namun ingat kalian menikah tetap harus menunggu"


"Baiklah kakek, aku akan membicarakan ini dengan candice"


Selesai bicara kakek gong menemani cicitnya bermain.