
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Namun dia menghadapi dua orang yang menggunakan senjata canggih,apakah dia bisa bertahan tanpa luka sedikitpun? daniel sangat ingin masuk ke dalam hutan untuk mencarinya.
Tapi, saat ini hanya bisa menunggu prajurit khusus memberikan kabar, waktu berlalu dengan lambat, daniel masih berdiri di tempat.
Pihak polisi juga sudah memeriksa semua bukti yang ada dan tinggal menunggu kabar dari prajurit khusus.
Meskipun cahaya remang-remang ini sudah sangat membantu penglihatan pasukan, mereka berlari ke puncak dan mencari ke sekitar dan menemukan jejak tembakan, di puncak gunung menemukan mayat pria yang telah kaku, mereka memotret dan mengirim ke ponsel thomas untuk memastikan ini adalah salah satu target.
Daniel dengan tatapan dingin melihat salah satu pembunuh yang tewas, hatinya tetap tidak merasa tenang, keira,kamu berada dimana?
Daniel memiliki hasrat kuat untuk memasuki gunung."Apakah ada jalan pintas menuju jurang itu?"
"Ada, ada sebuah jalan pegunungan yang bisa di lewati mobil langsung tiba di kaki jurang, karena disana ada pemandangan air terjun, saat mendirikan resort langsung membuat jalan kesana"
Thomas juga mengerti maksudnya, lalu berusaha menghalangi."Tuan muda, jangan kesana"
Daniel berkata dengan serius."Kalau aku tidak dapat menyelamatkan orang yang ingin aku selamatkan,maka untuk apa aku menjadi presiden"
Daniel langsung mengatakan pada bodydard untuk bersiap ke kaki jurang dan pengurus resort juga pergi kesana.
Pihak polisi juga tidak berani berdiam diri, tuan presiden saja sudah pergi, tentu mereka harus bertanggung jawab untuk keselamatannya.
Tiga mobil daniel dan tiga mobil polisi berkendara menuju ke kaki jurang.
Prajurit khusus terus menelusuri sekitar puncak, rombongan mobil daniel hanya dalam waktu 15 menit sudah tiba di kaki jurang, akhirnya mobil sudah tidak mampu melaju dan harus berjalan kaki, thomas memberikan rompi anti peluru kepada daniel.Daniel masuk ke dalam di lindungi bodydard.
Pihak polisi juga mengangkat pistol mewaspadai sekitar.
Seorang bodydard berteriak."Disana ada orang" 6 bodydard langsung membuat benteng dan memegang pistol.Daniel yang tinggi dan melihat dua wanita yang terbaring.
Salah satu adalah seorang pembunuh, sedangkan satunya terlihat seperti keira dengan baju compang-camping,tubuh banyak luka dan pingsan.
Daniel dengan cepat mendorong bodydard dan berlari kesana.
"Keira" suara daniel terlihat putus asa, thomas dan para bodyguard mengikuti di belakangnya.
Mereka mengelilingi daniel dan memegang pistol ke segala arah, salah seorang bodygard mendekati tubuh savita."Gadis ini sudah mati"
Tangan daniel gemetaran,gadis di depannya selain wajahnya yang utuh,tubuhnya penuh luka besar dan kecil, daniel mengecek hidupnya dengan tangan gemetar.
Hati yang putus asa, kini kembali hidup karena hembusan nafas yang lemah.
"Dia masih hidup..dia masih hidup" daniel berkata dengan riang.Selanjutnya melepaskan jas bajunya untuk menyelimuti tubuh keira.
Daniel dengan mudah menggendong tubuh kurusnya, lalu berkata keras."Cepat,bawa aku ke rumah sakit"
Thomas juga berteriak."Sisakan dua orang untuk memeriksa tempat kejadian dan lainnya pergi ke rumah sakit melindungi bapak presiden"
Pihak polisi juga meninggalkan dua orang, lima buah mobil turun gunung dengan kecepatan tinggi.
Thomas juga melepaskan jasnya untuk menyelimuti kaki keira, daniel menempelkan wajahnya ke wajahnya untuk menyalurkan panas tubuhnya.
"Kelihatannya, dia hanya sekedar pingsan, seharusnya tubuhnya tidak mengalami luka yang membahayakan nyawa" thomas tadi sudah mengamati tubuh keira sekilas, tidak ada bagian tubuhnya yang mengalami pendarahan hebat, hanya bajunya saja yang banyak robek, sepertinya akibat terjatuh dari tempat tinggi dan luka tubuhnya karena goresan pohon atau ranting.
Wajah daniel sangat cemas dan tegang, lima mobil melaju dengan kencang dengan kawalan mobil polisi, untung saja masih sangat pagi dan kondisi jalanan sepi dan mereka hanya membutuhkan waktu satu jam untuk sampai di rumah sakit.
Saat hampir tiba thomas mengatakan permohonan."Tuan muda, biarkan aku saja yang menggendongnya, identitas anda... "
Saat mobil terhenti daniel langsung turun dari mobil dan menggendong keira dalam pelukannya, thomas menghela nafas, sepertinya tuan muda tidak memperdulikan nyawanya untuk keselamatan gadis ini.
Suster yang bertugas masih menguap dan mendengar banyak suara langkah kaki , ia langsung sadar melihat pria besar menggendong seorang gadis.
"Cepat suruh dokter untuk bangun dan menyelamatkan pasien" Thomas berkata dengan keras.
Suster segera menekan tombol gawat darurat, lalu bergegas berlari ke unit gawat darurat, ia membangunkan dua dokter yang bertugas. Dalam sekejab sebuah tandu berada di lorong daniel meletakkan keira di atasnya.Saat melihat daniel dua dokter langsung hilang rasa ngantuknya.
Daniel memohon untuk masuk ke dalam dan dokter menyuruhnya memakai baju pelindung dekontaminasi,lalu membiarkannya masuk ke dalam.
Sedangkan thomas dan beberapa orang menjaga di luar.
Keira membuka matanya dan tubuhnya masih gemetaran,ia merasa tidak percaya lelaki itu berdiri di sampingnya dan merasa ini adalah mimpi, namun dia memakai pakaian dekontaminasi, ia memang daniel.
"Kamu.. " suara keira lemah dan serak, keira langsung menyingkirkan tangan dokter yang sedang merawat lukanya, dokter merasa gadis ini adalah seorang prajurit wanita.
Daniel mendekatinya, pemeriksaan di tubuhnya telah selesai dan hanya tinggal membalut perban, keira ingin memeluk tubuhnya,namun tangan kanannya merasa sangat sakit dan terpaksa hanya menggunakan tangan kirinya dan menguburkan wajahnya ke dadanya dan merasakan tenang di samping sang pria.
"Tuan presiden,kami akan membalut lukanya, katakan pada nona ini untuk jangan bergerak sembarangan"
Daniel mengangguk dan mengelus kepalanya dengan lembut."Kenapa kamu tidak mengatakan padaku, bahwa kamu menghadapi bahaya? kenapa kamu harus menghadapi seorang diri?"
Keira tersenyum dan memeluk tubuhnya dengan erat, ia merasa bersyukur masih hidup.
"Kalau aku sampai terlambat menemukanmu , akan sangat berbahaya" daniel tidak berani membayangkan tubuh gadis ini meninggal karena kedinginan.
Keira bertindak bagai anak kecil,ia menggosok-gosokkan wajahnya ke badannya, lalu mengangkat kepala dan tersenyum."Kenapa kamu bisa datang?"
"Aku mengkhawatirkanmu, makanya aku langsung datang" daniel menjawab dengab lugas.
Keira tertawa kecil, senyumannya sangatlah manis,meskipun banyak tulangnya yang patah, namun perlakuan yang di terimanya saat ini sangatlah membuatnya puas.
"Berbaringlah, jangan duduk, ada tulang yang patah di bagian dadamu, jangan bergerak sembarangan" daniel membantunya berbaring.
Keira telah berbaring dan berusaha menggerakkan tubuhnya, ternyata benar banyak tulangnya yang patah , kaki kirinya juga patah. Daniel memberikan isyarat pada dokter dan suster untuk membalut luka di tubuhnya.
Daniel terus di dalam melihat kaki kirinya telah di pasang gips, bagian dadanya dan kaki kanannya juga di balut.
Hati daniel merasa pilu, ia lebih bersedia terbaring untuk menggantikannya.
Tapi yang membuat dokter kaget adalah gadis ini sama sekali tidak merintih kesakitan dan membiarkan mereka membalut dengan mudah.
Jika luka ini terjadi pada orang biasa pasti akan berteriak histeris dan menangis, tapi gadis ini malah tersenyum ke arah tuan presiden.
Hal yang membuat mereka heran adalah mengapa wanita tuan presiden bisa sampai terluka seperti ini?