Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Mengejarnya


Candice menjaga bryan tidur di dalam pesawat, perjalanan kali ini lumanya lama tiga jam baru sampai negara s.


Setelah turun dari pesawat candice merasa familiar dengan negara ini, selama empat dia mengandung dan membesarkan anaknya di negara ini.


Di dalam taxi sikecil bertanya, apakah ini jalan menuju rumah sakit.


Candice pura- pura menelepon sebentar,baru berkata pada anaknya, neneknya sudah sembuh dan dibawa pulang.


"Benarkah?! bagus sekali" bryan berkata dengan senang.


"Bryan, kita sudah datang kesini, kita harus menginap disini untuk beberapa hari dan tinggal di rumah nenek."candice mengelus kepala anaknya, ia membohongi bryan.


"Bagaimana dengan daddy?! apakah dia akan menyusul"


"Daddymu sangat sibuk akhir- akhir ini"


Saat ini bernett sedang berada di pesawat jet menyusul candice, ia akan mendarat sekitar setengah jam lagi.


Candice merasa kelelahan memeluk putranya, sesampai di rumah ia akan tidur duluan sebentar.


Disini tidak ada gedung pencakar langit, bibi candice membuka bisnis restoran chinese dan lumanyan sukses..


Karena umur bibi tidak muda lagi, menyerahkan restoran pada putri dan menantunya untuk mengurus.


Sesampai di depan rumah bibi candice turun dari mobil membawa tas dan memegang tangan bryan. Ia membuka pagar halaman melihat dua anak kecil sedang bermain di depan rumah.


Mereka adalah cucu bibinya, satu lelaki kecil berumur lima tahun, perempuan berumur tiga tahun, mereka berdua sangat akrab dengan bryan.


Kedua anak kecil melihat kedatang ibu dan anak berteriak kompak." Bibi candice...bryan"


Bryan yang sudah akrab bertanya."Vero, nenek dimana?"


"Nenek sedang memotong buah buat kami di dalam" Selesai bicara mereka bertiga bergandengan tangan dengan gembira.


Bryan tertawa keras, ia langsung bergabung bermain dengan mereka berdua.


Candice masuk ia duduk di ruang tamu.


"Bibi mei" sapa candice melihat perempuan berumur lima puluh tahun memegang piring berisi buah.


Bibi mei meras kaget, ia dengan senang berkata."Candice, kenapa kamu datang kesini?!


kenapa tidak mengabari duluan?"


"Maaf bibi mei, aku datang terburu- buru"


"Bryan mana?"


"Sedang di depan bermain dengan mereka"


Bibi mei memegang tangannya, melihat tubuh candice dengan teliti."Candice, kenapa setelah pulang kamu agak kurusan, wajahmu juga tampak kelelahan"


"Diatas pesawat menjaga bryan,bibi bisakah kamu bantu aku sedikit berbohong?"


"Kenapa?"


Candice mengatakan masalah membohongi bryan,Bibi mei tertawa."Kamu ini ya,jika ingin berkunjung, kenapa harus membohongi bryan?"


"Bibi mei, beberapa bulan ini cukup banyak masalah,setelah aku bangun tidur aku ceritakan padamu, saat ini aku ingin istirahat."


"Cepat tidur dulu, kamarmu sering aku bersihkan"


Candice segera memeluk dan mencium pipinya.


"Terima kasih, bibi mei"


"lepaskan pelukanmu, kamu istirahat dulu di kamar dengan tenang"


"Bibi mei, bryan aku serahkan padamu, dia juga tidak makan banyak di pesawat,kalau dia lapar tolong buatkan mie"


"Baiklah"


Saat ini pesawat bernett sudah mendarat di bandara, ia sudah dijemput tiga mobil mewah Rolls Royce ..


Bernett berkata dengan sopir dengan bahasa inggris untuk menuju alamat rumah saudara candice.


Ia mengetahui alamat rumah dari alexander.


Anak kecil memakan buah apel di halaman depan di temani bibi mei, bryan kadanga berbicara dengan bibi mei menanyakan kabar dan lainnya. Bibi mei juga sedikit berbohong untuk bersekongkol dengan candice.


Setengah jam kemudian, mereka melihat tiga mobil mewah Rolls Royce parkir berderet, Bibi mei merasa terjejut melihat tiga mobil mewah parkir di depan rumahnya.


Tiga anak kecil juga berhenti bermain sejenak, mereka merasa terpana melihat mobil mewah banyak.


" Wow keren mobilnya"


"Mobilnya sangat bagus" suara anak kecil terdengar.


Seorang pengawal dengan sigap membuka pintu belakang mobil.Seorang pria tinggi dan tampan turun dari mobil.


Disaat bibi mei masih terkejut terdengar suara teriakan bryan."Daddy..daddy"


Sikecil berlari ke arah pria di samping mobil.


Bibi mei terkejut memanggil."Bryan, hati- hati"


Bernett langsung menggendong putranya, ia melihat anaknya masih semangat setelah penerbangan merasa lega, ia mencium wajahnya.


Bibi mei merasa terkejut, mengapa bryan dan lelaki tampan itu begitu mirip, mereka berdua juga terlihat akrab dan bryan juga memanggilnya daddy.


Bernett berkata pada bodygard untuk menunggu di luar, ia berjalan masuk menghampiri wanita paruh baya, ia berkata dengan sopan."Halo bibi, aku adalah bernett gong, aku ayahnya bryan."


Bryan berkata dengan senang mengenalkan sang daddy."Nenek, ini adalah daddyku"


"Benarkah?" bibi mei memastikan.


"Bibi, apakah candice berada di rumah?"


"Ada, dia sedang beristirahat di kamarnya, katanya kelelahan"


"Daddy, kenapa kamu tidak berangkat bareng dengan kita? mommy bilang kamu sangat sibuk"


"Daddy tidak sibuk" bernett tersenyum, dia dan candice memiliki pemikiran yang sama, tidak boleh menunjukkan masalah di depan putranya.


"Tuan gong, silahkan masuk" bibi mei menyambut dia,dalam hati berfikir, tadi candice bilang banyak masalah,apakah termasuk dengan papa bryan?


Ia tidak pernah menyangka ayah bryan adalah orang kaya,tampan dan kelihatan sukses, memang bibit yang bagus.


"Terima kasih, panggil saja bernett, aku lebih muda darimu"


Bernett melihat dua anak kecil lagi bertanya pada bryan."Bryan, kamu tidak mengenalkan siapa teman kecilmu ini"


"Ini max, ini vero" bryan sambil menunjuk dengam jari saat mengenalkan.


"Halo teman kecil" bernett menyapa dengan senyuman.


Di ruang tamu bernett sedang duduk.Bibi mei membawa teko teh.


"Bernett, silahkan minum teh!aku ingin memasak mie untuk bryan, apakah anda mau juga?"


"Tidak usah, aku sudah makan di pesawat" melihat bibi mei sudah ke dapur, bernett berdiri menghampiri anaknya."Bryan, kamar mommy yang mana?"


"Diatas bagian kiri"


"Baik,daddy akan menemani mommy dulu, kamu bermain dengan mereka dulu"


"Mmmm" bryan mengangguk.


Bernett naik ke atas, bagian kiri hanya ada satu kamar, ia membuka pintu tanpa mengetuk, ia menebak candice pasti sedang tidur.


Ia melihat wanita sedang tertidur dan naik ke ranjang memeluk tubuhnya ikut tidur.