Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Percaya pada sang pria..


Laura sudah sampai di bawah gedung carmen corp,ia melihat gedung yang lumayan kecil muncul senyum ejekan di bibir laura.


Laura mencari kantor candice, ia bertemu dengan vera dan diantar ke ruangan candice.


Candice sedang keluar ruangan membuat kopi.


"Desainer cheng sedang keluar, silahkan anda menunggu di ruangannya" vera mengira laura adalah klien..


"Baik, kamu cari dia dan suruh kemari"


perintah laura.


Vera merasa pernah bertemu dengan wanita dan cantik ini, namun ia tidak ingat dengannya.


"Kak candice, ada klien menunggu di ruanganmu" Kata vera setelah menemukan candice membawa cangkir kopi..


"Kenapa tidak mencari linda?"


"Dia ingin bertemu langsung denganmu"


"Apakah debby shen?" candice merasa tidak sabar.


"Bukan, dia wanita cantik dan modis, aku merasa pernah melihatnya"


Candice membawa cangkir kopi ke ruangannya. Ia melihat wanita cantik dan modis.


Dia adalah laura huo


Laura juga merasa terkejut bertemu secara langsung dengan candice,Ia tidak menyangka candice lebih cantik dan elegan di banding dengan yang ada di foto.


Laura berdiri dengan kesombongan dan percaya diri."Halo, aku laura huo"


Candice tertegun sebentar."Apakah ada sesuatu mencariku?"


"Alasanku mencarimu, kurasa kamu sudah mengetahui" laura tidak membiarkan candice bersikap pura- pura bodoh.


Candice hanya bisa berpura- pura bodoh. "Apakah nona huo ingin mendesain perhiasan?"


Laura tertawa mengejek."Perhiasan yang aku pakai tidak dibuat oleh perusahaan sekecil ini"


Candice merasa kedatangan laura tidak dengan maksud baik."Itulah penyebabnya, perusahaan kecilku tidak menerima nona besar seperti anda"


"Candice cheng, ayo bicara"


"Jika kamu datang bukan untuk merancang perhiasan,aku takut tidak punya waktu" candice malas berbicara omong kosong.


"Mari bicara tentang bernett gong"


"Urusan bernett tidak ada urusannya denganku"


"Di kantornya tadi perempuan yang bermain hangat dengannya pasti kamu?" laura mulai emosi.


"Aku tidak tahu, apa yang kamu bicarakan" candice berkata santai.


"Nona cheng, tampaknya waktumu di habiskan untuk merayu bernett" laura mengela nafas panjang."Apakah kamu merayu bernett saat jam kerja, apakah kakeknya tahu?"


"Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan"


"Nona cheng harusnya adalh wanita pintar, kakeknya tidak menyetujui kamu dan bernett, keluarga gong hanya menerima putramu saja". Ucapan laura cukup pedas dan tajam.


"Ini adalah masalahku dengan keluarga gong dan tidak ada hubungan denganmu"


"Ini ada hubungan denganku, kakek gong mencariku untuk menjadi ibu sambung anakmu di masa depan"


Candice mengejek."Apakah bernett setuju dengan ini dan apakah anakku menyukaimu?"


Laura menjadi emosi, memang kedua pria itu tidak menyukai dirinya."Aku mendengar kakek gong belum pernah bertemu denganmu, kamu tidak akan mendapatkan apa- apa"


"Aku tidak berfikir untuk mendapatkan apa- apa,


Apakah bernett pernah bilang ingin menjadi suamimu?"


"Nona cheng, kamu jangan mempertaruhkan posisi bernett sekarang,dia belum memegang kekuasaan sepenuhnya, masih ada dua paman yang mengintai"


"Oh ya, aku berfikir bernett tidak selemah yang kamu pikirkan"


"Nona cheng, kamu bisa menyebutkan harga, kamu tidak bisa mendapatkan uang dari keluarga gong, tapi aku bisa memberimu banyak uang.Dengan syarat serahkan anakmu dan tinggalkan bernett"


"Aku tidak akan meninggalkan anakku" candice berkata dengan tegas.


"Apakah kamu bisa meninggalkan bernett?"


"Aku punya rencana sendiri dan tidak akan memberitahumu"


"Kamu jangan lupakan kakek gong masih memegang kekuasaan terbesar, apakah kamu tidak takut? bernett di turunkan dari posisi sekarang"


"Aku tidak peduli, bernett lebih kompeten dari yang kamu bayangkan" candice sebenarnya merasa was- was, namun tidak mau kelihatan lemah di depan laura.


Candice keluar dari ruangan dengan pikiran kacau, ia pergi ke ruangan linda.


Bernett tidak pernah cerita permasalahan keluarga gong, apakah kehadiran dirinya memberikan tekanan yang besar untuk bernett?


Linda melihat candice tidak semangat."Apakah kamu hari ini kehilangan jiwa? Akhir- akhir ini desainmu sedikit terlambat"


"Aku akan bekerja lebih keras" candice berjanji.


"Suasana hatimu akhir- akhir ini sedang naik turun,perusahaan memiliki kouta liburan ke luar negeri, aku akan memberikan kouta untukmu"


"Berapa hari?"


Candice segera menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak akan pergi, aku tidak bisa meninggalkan anakku"


"Kamu sudah bersama denganku selama tiga tahun,tidak buruk meninggalkan bryan selama seminggu dengan ayahnya"


"Aku tidak bisa jauh dari anakku selama satu hari, apalagi seminggu aku bisa gila"


Candice kembali ke kantornya.


Malam hari di apartemen


Jam sembilan malam candice sedang mendesain gambar di ruang tamu, bernett menghampiri dan duduk di sebelahnya..


"Aku minta maaf padamu masalah yang di kantor hari ini, itu membuatmu malu" bernett berkata dengan tulus.


Bernett melanjutkan."Aku tidak menyangka laura tiba- tiba datang."


Candice meletakkan pensil dan belum bicara..


"Masih menyalahkan aku!" Bernett merasa bersalah.


"Hari ini laura datang ke kantor mencariku"


Bernett menjadi serius."Apa yang dia katakan?"


"Dia mengatakan untuk meninggalkanmu" canice berkata jujur, ia tidak dapat memikirkan hal ini sendirian..


"Jadi bagaimana kamu menjawabnya" bernett takut wanita ini akan melakukan hal bodoh.


"Kenapa aku harus berjanji dengannya,dia pikir siapa?" candice tersenyum.


Meskipun lega, bernett masih merasa khawatir.


Ia memeluk tubuh candice dan mendominasi.


"Lain kali,kamu segera hubungi aku dan aku akan segera menangani"


Candice menikmati pelukan bernett bersandar pada dadanya."Aku bertanya padamu, apakah kakekmu memberimu beban?Apakah dia ingin kamu menikah dengan laura?"


Bernett menghela nafas."Kakekku memberi waktu satu tahun untuk berkumpul denganmu dan putra kita."


"Setelah setahun?"


"Ada dua pilihan, pertama, aku dan kamu menikah di bawah tekanan kakek dan kedua kamu dan bryan pergi, aku terus mengejarmu di bawah tekanan kakek"


Detak jantung candice berdetak kencang.


Candice tersenyum."Apakah kakekmu setuju aku dan kamu menikah?"


"Jika kakek tidak setuju, aku akan memohon untuk menyetujuinya"


"Jika kakek tetap tidak setuju?"


"Bodoh, bisakah kamu menjadi wanita percaya diri sedikit?" bernett sedikit kesal.


"Aku sangat percaya diri"


"Lain kali, siapapun yang mencari masalah denganmu jangan diambil hati dan cepat hubungi aku, apakah kamu tahu?" perintah bernett.


"Ya ,aku tahu" tampaknya masa depan adalah medan perang untuk menuju kebahagian.


"Aku akan memberi kabar baik padamu, kasus ayahmu akan membuahkan hasil dalam seminggu ini,kamu dapat membawa zack lu ke pengadilan dengan bukti yang kuat"bernett mengelus kepala candice


"Benarkah?" candice cukup terkejut.


Bernett mengangguk."Sungguh, zack tidak dapat lari dari masalah ini"


"Dia layak mendapatkannya" tangan candice mengepal cukup kuat.


"Kamu juga perlu menumbuhkan semangatmu, kamu akan bersaing di pengadilan dan kamu jangan khawatir aku akan mengundang pengacara terbaik" bernett menghibur.


Mata candice berkaca- kaca, ia berinisiativ mengecup sebentar bibir bernett."Terima kasih"


Bernett tersenyum puas."Aku akan menunggu sampai waktunya tiba"


Candice tahu apa yang dimaksud pria ini, meskipun pria ini membantu dengan tujuan tidur dengannya, ia merasa puas dan harus berterima kasih.


"Sudah malam jangan menggambar lagi, tidurlah lebih awal, kamu dan anakmu aku sanggup membiayai"


Candice berkata pelan."Aku akan menghasilkan uang untuk kebutuhanku sendiri"


Bernett juga tahu wanita ini keras kepala dan mandiri."Baiklah, tidak boleh lebih dari jam sebelas malam"


"Aku mengerti" candice mengangguk.


Bernett mencium kening dan bibirnya sebentar.


"Selamat malam"


Candice tersenyum."Selamat malam"


Bernett masuk ke dalam kamarnya sendiri, setelah kepergian bernett fikiran candice merasa lega dan bahagia.Candice dapat menuangkan inspirasi pada gambar.


Jam sebelas lebih limabelas candice menyelesaikan satu gambar desain, membereskan peralatan dan pergi ke kamarnya untuk tidur.