Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Kumpul keluarga


Haloo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


"---"


Bernett melihat wanita cantik di sebelahnya dan berkata."Ada sesuatu yang lupa aku katakan, kamu jangan kaget ya" di dalam pesawat bernett hanya menceritakan tentangnya dan anaknya, ia lupa menceritakan tentang identitasnya.


"Hal apa?" candice merasa penasaran


"Tentang identitasmu"


"Identitasku?"


"Iya, mommymu adalah putri kerajaan negara kita dan kakakmu adalah seorang presiden" bernett berkata dengan tenang.


Candice membesarkan matanya,ia tidak percaya dengan identitasnya!


"Bagaimana dengan daddyku?"


Bernett menceritakan ibunya yang masih muda sudah hilang ingatan dan bertemu dengan ayahnya, memberitahu daddynya telah meninggal.


"Daddy sudah meninggal? bagaimana bisa?" mata candice menjadi sembab.


Bernett memeluk tubuhnya."Ketika itu kamu baru berusia 19 tahun, ayahmu meninggal karena kecelakaan"


Badan candice sedikit gemetar, ia sangat kesal telah kehilangan memory tentang ayahnya.


"Candice jangan sedih, aku akan membawamu ke makam ayahmu" bernett belum sama sekali bercerita tentang keluarga Lu,ia berharap sang wanita tidak ingat kejadian yang menyedihkan.


Ketika mobil sampai di istana sudah pukul 3 sore,melihat 3 mobil limosin masuk pekarangan rumah, orang-orang yang menunggu di depan rumah sudah tidak sabar.


Bernett turun dari mobil dan memegang tangannya.


"Mommy" terdengar teriakan anak kecil yang berlari ke arahnya,Candice melepaskan pegangan bernett, lalu jongkok menyambut pelukan anak laki-lakinya dan matanya kembali sembab.


"Mommy.. mommy..aku kangen kamu" bryan cheng menangis di pelukannya.


Semua orang treyuh melihat bryan yang sangat merindukan mommynya.


"Jangan menangis, mommy sudah pulang" candice mengelus kepalanya.


"Mommy, aku tahu mommy hilang ingatan, aku akan membantumu mendapatkan kembali ingatanmu" bryan masih menangis.


"Baiklah, mommy akan mendapatkannya kembali" walaupun ingatannya hilang, candice sangat menyanyangi anaknya.


"Kakak ipar, akhirnya kamu kembali" bernice menangis dan memeluknya.


Candice juga menyeka air matanya, dan melihat nyonya yang terhormat,air matanya kembali mengalir.Ia tahu wanita itu adalah ibunya.


Nyonya xi berjalan mendekatinya dengan mata memerah dan memeluknya."Untunglah, kamu sudah kembali"


Hannah memberikan Beatrix yang berada di pelukannya kepada candice.


Beatrix tersenyum melihat wajah ibunya, candice mencium anaknya yang kedua dengan kasih sayang.


Nickson menepuk pundak bernett, perasaan antara kakak dan adik yang bahagia dengan kembalinya candice.


Candice,bernice dan bryan naik ke lantai atas, sementara yang lain di ruang tamu mendengarkan bernett bercerita tentang perjalanan menemukan candice.Saat mendengar candice hampir menikah, semua orang menjadi tegang dan takut,untung saja bernett dapat menemukan tepat waktu dan membawanya pulang.


Walaupun semua orang marah pada harry yang membawanya pergi,di waktu yang bersamaan berterimakasih padanya yang telah merawat candice dengan baik.Setidaknya harry adalah seorang bangsawan,seorang terpelajar dari keluarga terhormat,selain menipu candice, harry sangat menghormatinya.


Di lantai atas, seorang bayi sedang berbaring diatas kasur,kedua tangan kecilnya memegang tangan kakaknya,candice dibuat luluh hatinya oleh kedua anaknya, bernice merasa sedikit iri melihat mereka dan ingin segera melahirkan putrinya sendiri.


"Mommy, adik tidurnya lucu ya" bryan mengelus pipinya.


Candice menarik bryan ke pelukannya, bryan bersandar manja di tubuhnya,ia merasa bahagia mendapatkan kasih sayang dari ibunya.


Saat bernett naik ke lantai atas, bernice tersenyum pada kakaknya dan keluar kamar untuk memberikan waktu kumpul bersama keluarga kecilnya.


Bernett melihat kedua anaknya sedang berbaring di atas kasur, ia sudah merindukan anaknya.Bernett mengelus kepala bryan dan menggendong putri kecilnya.


Candice mencium putranya."Bryan, kamu jangan khawatir,walaupun mommy hilang ingatan, kamu adalah kesayanganku"


Bryan mencium wajahnya."Baiklah mommy, kita bisa menjaga adik bersama-sama"


Bernett tersenyum melihat interaksi ibu dan anaknya.


Istana gong sangat ramai hari ini, hannah dan pelayan sibuk menyiapkan makam malam, daniel tadi sudah menelepon bernett akan datang sebelum makan malam.


Candice sedang mengobrol dengan ibunya, nyonya xi dengan sabar menjelaskan jangan panik dan takut, hilang ingatan bukanlah hal yang menyeramkan.Asalkan ada cinta dan kasih sayang orang-orang terdekat, pasti ingatannya dapat kembali.


"Kakakmu sudah menghabiskan banyak waktu untuk mencarikan obatnya, kamu masih muda dan bisa gunakan obatnya, maka ingatanmu akan kembali"


Pukul enam sore ada beberapa mobil mewah masuk pekarangan rumah, daniel tidak menunggu pengawal membukakan pintu sudah turun duluan.Daniel terlihat berwibawa dan pembawaanya terlihat serius.


Daniel tersenyum melihat ibunya sedang mengobrol dengan bernett dan candice, setelah mencium ibunya,berjalan dan mengelus kepala adiknya."Akhirnya kamu kembali juga"


Candice sangat menikmati di manjakan oleh kakaknya."Kakak"


Di dapur hannah dan pembantu sudah hampir menyelesaikan hidangan makan malam.


Di ruang makan, keluarga besar mengitari meja makan yang besar,semua orang menikmati suasana seperti ini dan terlihat kedekatan orang-orang.


Bryan sangat gembira, tiga pria yang di kaguminya berada di dekatnya,Ayah,paman dan ayah angkat adalah orang-orang hebat dan membuatnya jika sudah besar ingin seperti mereka.


Saat ini hanya Beatrix yang tidak muncul di meja makan, dia sudah tidur di temani oleh pengasuh.


"Mari kita sambut untuk kepulangan candice" dedrick mengangkat gelas anggurnya dan menunggu orang untuk minum bersama.


Para lelaki dewasa minum anggur dan para wanita minum jus buah,candice merasa terharu melihat kehangatan keluarganya.


Saat pukul sembilan malam bernice dan nickson pamit untuk pulang ke rumah, sementara daniel dan ibunya pulang setelah makan malam.


Suasana istana menjadi tampak sepi,di kamar utama candice sedang menidurkan anaknya yang terbangun.Bernett bertugas membuatkan susu untuk anaknya.


Asi candice sudah berhenti,kecuali jika diberikan suntikan,mereka berencana mengganti asi dengan susu formula.


Saat di meja makan, daniel menyuruhnya periksa ke rumah sakit dan mungkin akan diberikan suntikan dan obat, ini tidak baik untuk menyusui anaknya.


Bryan mencium wajah adiknya yang mulus dan tersenyum bahagia.


"Baiklah, bryan kembalilah ke kamarmu dan tidur, daddy hanya memperbolehkan kamu bermain selama 15 menit,besok pagi kamu bisa menemani mommymu, oke" sekarang sudah hampir jam sepuluh dan sudah waktunya bryan untuk tidur.


Candice juga belum rela berpisah dengan anaknya dan melihat ke arah bernett."Biarkan bryan tidur disini"


Bryan tersenyum."Tidak usah mommy, aku ingin melihat kartun sebentar dan pergi tidur, sampai bertemu besok"


Candice merespon ucapan anaknya,apakah anaknya terlalu cepat dewasa?


Putri kecilnya masih membuka matanya sambil minum susu dari botol.


"Aku gendong saja, kamu istirahatlah lebih awal" bernett menggoyangkan pelan bayi yang berada di pelukannya.