
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Setelah selesai bertemu,mereka berdua pergi ke perusahaan baru untuk melihat-lihat, sekarang masih belum buka,tapi perbaikan di dalam sudah selesai,dekorasi terlihat bagus dan mewah.
Saat candice melihat ruangan kerjanya yang mandiri, luas dan semua diliputi jendela, mempunyai pemandangan luar yang luas dan yang paling menyenangkan adalah ruangan ini menghadap ke gedung pyramis milik bernett.
Candice langsung suka,berada di lantai 20 yang cukup tinggi,bekerja disini,menggambar disini, ia merasa sangat bahagia.
"Puas tidak?" linda tersenyum.
"Sangat puas" candice juga tersenyum cerah.
"Kedepannya, tempat ini adalah tempat kita berperang,candice,kita harus bekerja keras untuk perusahaan ini" linda berkata dengan penuh percaya diri,dengan bernett di belakang candice, linda tidak merasa takut pada apapun.
"Baiklah, akan membantu kalian untuk membuat perusahaan ini terkenal" candice menganggukkan kepala.
Linda tertawa,melihat gedung kantor bernett di sebelah,ini pertama kalinya melihat kisah percintaan yang romantis dan begitu indah.
Dalam sekejab liburan sebulan nickson dan bernice hanya tinggal satu minggu.
Bernice dengan malu-malu meminta izin kepada kedua orang tuanya,ia ingin satu minggu ini menginap di hotel dan orang tua bernice juga menyetujuinya.
Saat bernice mengendarai mobilnya, ia merasa sekarang sudah dewasa.
Ia menekan ponsel nomor nickson.
"Halo" suara serak pria di seberang.
"Aku sudah keluar, ayo kita bertemu" bernice berkata dengan semangat.
"Baiklah"
"Aku sudah meminta izin kepada orang tuaku, malam ini aku menginap di hotel" bernice memberi tahu kabar gembira.
Nickson terdiam sesaat."Apakah kamu ingin tidur denganku?"
Bernice walaupun sedang di mobil sendirian, ia merasa cukup malu.
"Siapa yang bilang ingin tidur denganmu?" bernice sedikit kesal.
"Kamu sedang mengendarai mobil?"
"Betul"
"Matikan sekarang, aku akan menyusul ke hotelmu" nickson takut akan terjadi kecelakaan.
Bernice menjadi sangat senang,ia berharap selama seminggu ini bisa berduaan dengan nickson.
Setengah jam kemudian bernice sampai di parkiran hotel, ia sudah melihat kendaran seperti tank sudah parkir disini,ternyata nickson sudah sampai duluan.
Bernice langsung menghampiri nickson yang berdiri di sebelah mobilnya, ia melompat ke arah nickson.
Nickson dengan sigap menangkap tubub mungilnya,tangan bernice berada di leher sang pria, dan kedua kakinya melingkar di pinggang nickson.
Wajah mereka berdua sangat dekat."Bernice, kamu sangat cantik" nickson langsung mencium bibir merahnya.
"Mmmm" bernice tidak menyangka akan dicium disini, untung mobil nickson yang tinggi menutupi mereka berdua berciuman.
Mereka berdua sudah sampai di depan kamar pribadi bernice,bernice membuka kunci dengan sidik jarinya.
Begitu masuk ke ruangan bernice di tekan di atas kursi oleh nickson, kedua mata bernice menatap wajah tampannya."Apakah aku adalah wanita yang kamu cintai?"
"Iya" nickson menjawab tanpa ragu-ragu
"Bersedia"
Bernice berperilaku seperti anak abg,lalu memerintah."Kalau begitu katakan kamu mencintaiku"
Nickson juga dibuat bodoh oleh gadis ini, dia menuruti permintaan bernice."Aku mencintaimu"
Bernice berdiri lalu bertingkah seperti wanita nakal."Nickson,apakah kamu tidak ingin memanen dua buahku?" kedua tangan bernice memegang buah dadanya..
Nickson tertawa kecil."Dasar wanita genit"
"Kamu tidak ingin memanen,kalau begitu lain kali kamu tidak kuizinkan memegang" bernice sedikit mengancam,memang mereka berdua selama ini hanya ciuman dan pelukan saja.
Bernice pernah mendengar pacar temannya, sering bermain dengan kedua bukit kembarnya, dan kata temannya sedikit geli tapi enak.
Dan sekarang bernice ingin merasakannya sendiri.
"Apakah kamu yakin, aku tidak akan memaksamu?" nickson memastikan.
Bernice mengangguk, wajahnya sudah memerah.
Nickson segera menggendong tubuh mungilnya ke kasur,mereka berciuman mesra, namun kali ini tangan nickson meremas bukit kembar bernice.
Bernice sendiri tubuhnya seperti terserang aliran listrik, merasakan geli dan enak, bahkan ia sesekali mendesah pelan.
Di gong's corp, bernett baru saja keluar dari ruang rapat,ketika masuk ke ruangannya ia segera melonggarkan dasinya, kedua matanya dingin memandang ke depan.
Meskipun gong's corp masih dalam keadaan libur, namun bernett tetap tidak libur, ia mendapat berita dari bawahannya, bahwa kedua pamannya sedang mengunjungi teman-teman lama kakeknya,mereka berdua sungguh keterlaluan, demi mendapatkan sesuatu menggunakan cara yang licik.
Mereka berdua sedang mencari surat wasiat kakeknya.
Tentu saja, surat wasiat belum diketahui keberadaannya,ini membuat bernett merasa pusing,awalnya bernett mengira setelah kakeknya meninggal, orang kepercayaan kakek akan muncul, namun sampai sekarang belum ada kabarnya.
Meskipun bernett tidak khawatir surat wasiat akan di temukan, namun bernett khawatir dengan surat wasiat di hancurkan, saat membuat surat warisan baru, mereka berdua akan mempunyai saham 10% di gong's corp dan akan menjadi direktur di perusahaan,kalau bernett dengan kejam memecat posisi direktur ini akan menimbulkan kekacauan di perusahaan.
Bernett sekarang ingin menghindari masalah seperti ini.
Bernett sekarang hanya bisa menunggu orang yang membawa surat wasiat segera muncul dan diam-diam akan mengawasi pergerakan kedua pamannya.
Masih ada beberapa hari sebelum libur berakhir,
bernett harus menyiapkan pekerjaan yang tidak sedikit,salah satunya adalah perusahaan pelayaran yang baru dibeli olehnya,perlu beberapa waktu baginya untuk mengurus masalah ini, ini adalah proyek baru bagi perusahaan dan lagi,proyek ini hasil rebutan dengan andreas lu, tentu saja ia tidak akan lalai mengenai perusahaan ini.
Sekitae pukul empat, pintu ruangan bernett diketuk seseorang.
"Masuk"
Ia berpikir yang masuk adalah asisten yan,tidak disangka yang masuk adalah candice.
Setelah candice dan linda mengunjungi perusahaan Canbry, ia berpikir seharusnya bernett berada di kantornya,sehingga tanpa memberi kabar candice datang kemari.
"Aku tidak mengganggumu kan?"
Hari bernett yang sibuk, tepat saat ini membutuhkan cuci mata,ia segera berdiri tersenyum berjalan ke arahnya."Mengapa tiba-tiba tiba memutuskan untuk datang kemari?"
"Aku tadi jalan-jalan bersama linda melihat perusahaan sebentar, lalu memutuskan untuk datang kemari" candice tersenyum.
Bernett melihat kotak kopi dan pizza di tangannya,lalu bertanya."Apakah itu untukku?"
"Ya!aku tidak tahu kamu suka apa tidak"
"Selama kamu yang membelinya, aku akan menyukainya" Setelah bernett selesai bicara, asisten yan mengetuk pintu dan masuk ruangan,ia membawa dokumen di tangannya.
Sebelum keluar ruangan bella tersenyum pada candice."Terima kasih untuk dimsum yang nona berikan,rasanya sangat enak"
"Baguslah jika kamu suka" sebelum masuk kesini candice pergi dulu ke ruangan bella.
Bernett tertawa kecil."Bagiamana kamu bisa membelikan makanan untuk orang di sekitarku?"