Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Kakek datang ke perusahaan


Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


.........


Setelah sampai apartemen candice mengambil snack di dalam kulkas, ia tadi sudah tidur siang, berencana untuk nonton film dulu.


Candice duduk di dekat bernett."Aku ingin nonton film, apakah kamu ingin tidur duluan?"


"Tidak bisa, kamu bisa menonton film di kasurku"


"Aku takut mengganggu kamu"


"Kamu bisa pakai headset" bernett menarik tangannya."Ayo mandi bersama"


"Kamu mandi duluan, baru aku yang mandi" candice masih malu mandi bersama.


Bernett tersenyum." Aku ingin mandi bersama, aku juga sudah melihat tubuh bugilmu"


Wajah candice memerah."Bernett, walaupun tubuhku sekarang sudah tidak sakit, bisakah melakukan itu beberapa hari lagi?"


"Aku tidak bilang ingin melakukan malam ini, aku hanya ingin mandi bersama"


"Mandi bersama sama saja, kamu akan tersiksa"


Bernett tersenyum."Kamu tenang saja, aku bisa menahannya."


Bernett hanya ingin sang wanita terbiasa dengan sentuhannya, dengan begitu mereka akan bercinta tanpa rasa canggung lagi dan menikmati permainan.


Bernett sudah masuk ke dalam bath up, candice sudah menyiapkan baju tidur di ranjang bernett, ia masuk ke dalam bath up berendam sebentar.


Sang pria tidak melakukan tindakan sembarangan, hanya menyabuni seluruh tubuh candice.


Candice sendiri masih belum terbiasa dengan sentuhan sang pria, kadang- kadang menutup matanya..


Setelah selesai mandi bernett masih perhatian mengelap tubuhnya dengan lembut menggunakan handuk dan memakaikan baju tidur.


Sang wanita sangat malu, diperlakukan seperti putri oleh bernett.


Mereka berdua berbaring berdekatan di atas kasur, bernett memejamkan matanya sambil memeluknya.Candice untuk mengalihkan rasa malunya menonton film komedi.


Setengah jam kemudian candice merasa ngantuk, ia memeluk pinggang bernett dan menempelkan kepala di dada bernett ikut tidur.


Pagi hari.


Saat candice terbangun bernett sudah rapi dengan pakaian kerjanya.


"Sebentar lagi aku berangkat kerja, nanti siang aku akan menjemputmu untuk makan siang bersama" kata bernett


"Baiklah, hati- hati"


Bernett tersenyum."Ciuman selamat pagi, kamu belum berikan"


Candice mendekat ia berdiri diatas kasur, tubuhnya di peluk bernett, mereka berciuman mesra beberapa saat.


"Sekarang kamu sudah pandai berciuman"


Bernett memuji, sekarang wanita ini sudah aktif kalau berciuman.


Candice menjadi malu- malu, tadi ia sempat berperang lidah.


Bernett melepas pelukan kedua tangannya yang nakal meremas pelan dadanya.


Tubuh candice otomatis mundur, kalau dilanjutkan sang pria bisa libur kerja hari ini.


"Kamu sungguh mesum" candice berkata.


"Baiklah, aku pergi dulu" setelah mengatakan bernett berjalan keluar kamar dengan perasaan bahagia.


Setelah bernett masuk ke ruang kerjanya, bella mengetuk pintu dan masuk dengan membawa dokumen dalam pelukannya.


"Ceo gong,orang yang ingin anda pilih untuk membantu linda, aku sudah memilihkan untukmu, coba kamu lihat mana yang cocok"


Bernett melihat dua dokumen desainer dari luar negeri tidak merasa puas, ia menggelengkan kepala."Sudahlah, kamu lanjutkan berbincang dengan linda, seluruh hak perusahaan aku berikan padanya,linda yang akan mengambil keputusan penting apapun.Aku juga tidak perduli dengan keuntungan"


Bella merasa ceo gong lucu, bernett berinvestasi di perusahaan perhiasan, hanya demi candice menghabiskan waktu dan bisa tetap bekerja.


"Baiklah, aku akan berbincang dengan nona linda"


"Bawahan laura pecat semua, suruh linda memanggil karyawan carmen corp dan cepat ganti nama perusahaan"


"Baik aku akan mendesak bagian perancangan perusahaan" bella mengangguk dan pergi.


Selang beberapa saat telepon bernett berdering melihat daftar dan mengangkatnya.


"Halo, paman chen"


"Tuan muda, kakek hari ini akan pergi ke perusahaan, saat ini sedang berkendara dari kediaman gong"


"Baik aku tahu" bernett tersenyum, ia merasa senang sang kakek datang ke perusahaan.


Begitu mobil tuan besar gong pergi, bernard mendapat kabar dari bawahan yang berada di kediaman gong.


Sejak kehilangan kesempatan hari itu, bernard selalu memperhatikan perubahan dalam diam.


Saat ini sang ayah datang ke kantor, ia menebak tujuan ayahnya.


Ia mengetahui di tangan sang ayah masih ada saham 30% yang belum di keluarkan.Kalau bisa mendapatakan 15% saham, ia bisa menjadi anggota dari dewan direksi perusahaan gong's corp, hanya dengan bisa memberikan suara dan pendapat di perusahaan, ini bisa menekan kekuatan bernett gong.


Dia juga tahu, ayahnya sangat kecewa padanya sebelumnya,sehingga kemungkinan besar saham akan di berikan ke ponakannya, tapi dia juga tidak bisa hanya melihat semua saham di berikan pada bernett, ia harus menyakinkan ayahnya.


Bernard sangat tidak rela, ia menelepon adiknya .Andian juga sangat panik mengetahui sang ayah pergi ke perusahaan, pada dasarnya andrian memang yang panikan.


"Kakak, kalau begitu bagaimana?"Apa kali ini ayah akan memberikan saham pada bernett?"


Adrian bertanya dengan kesal.


"Aku juga tidak terlalu tahu,oleh karena itu kita harus mencari alasan untuk datang ke gong' s corp dan mencari tahu apa yang ayah rencanakan?"


"Kita pergi sekarang, kita bisa memberi alasan sudah lama tidak datang ke perusahaan, bagaimanapun kita punya bagian, walaupun kecil"


"Baiklah, kalau begitu kita bertemu di lobby gong's corp"


"Oke"


Kemunculan tuan besar membuat semua pekerja berdiri memberi hormat.Tuan besar menyapa dengan senyum dan melambaikan tangan, lalu masuk ke lift.Tuan besar sendiri sudah lama tidak datang ke perusahaan.


Bernett sudah menunggu di pintu lift, begitu pintu terbuka, ia berjalan mendekat untuk memapah.


"Kakek, pelan- pelan"


"Tidak perlu di papah, aku masih bisa jalan sendiri"


Bernett hanya berjalan di sebelah kakeknya, mereka berhenti di dekat jendela.Kakek gong melihat pemandangan di bawah merasa bangga dan puas berdiri di puncak, menyerahkan gong's corp pada cucunya, ia benar- benar merasa tenang.


"Kakek, kamu kenapa datang tiba- tiba?"


tanya bernett


"Kemarin malam aku mimpi buruk,aku bertemu dengan nenekmu, dia mengatakan kapan akan menemani di bawah tanah, aku berfikir sebelum menemani nenekmu, aku ingin datang untuk lihat- lihat perusahaan."


Bernett mengerutkan alisnya, bingung harus menjawab apa untuk menenangkan sang kakek.


Kakek gong tiba- tiba teringat sesuatu dan melihat wajah bernett."Oh ya! aku keluar hari ini ingin mengatakan sesuatu padamu"


"Katakanlah kakek"


"Ajak gadis cheng hari ini makan siang bersama, ada yang ingin aku katakan padanya" kakek gong bicara dengan serius.


Detak jantung bernett berdetak kencang seketika,ia mengira sang kakek belum menyerah dengan pemikirannya,ia mengerutkan alisnya."Aku tidak tahu, dia ada waktu atau tidak"


"Kenapa kamu tegang? takut aku mengusirnya lagi" kakek melihat wajah tegang sang cucu.


Bernett juga tidak menyembunyikannya lagi, ia menghela nafas."Kakek, jadi apa yang ingin kamu katakan padanya?"


"Kamu akan tahu siang nanti, pokoknya kamu juga harus hadir" Selesai bicara kakek berjalan menuju sofa."Bernett, sini duduk, ayo berbincang- bincang dulu"