Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Sally sakit hati


Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Pasangan ini sungguh tak ada tandingannya, hanya saja sepertinyawanitanya lebih tua daripada yang pria!


Sementara Sally mengambil cuti sore itu, karena ia masih tak bisa menerima hal ini. la sejak dulu menyukai Clint, tapi kini ia telah


mempunyai kekasih, dan selain cantik,


ia juga berasal dari keluarga Chu yang


terpandang.


Vivi menunggu di ruangan yang berbeda dengan Clint Zhan, dan karena masih jet lag, kadang ia merasa mengantuk, dan tak berapa lama kemudian, ia tertidur di sofa.


Setelah selesai rapat, Clint melihat kekasihnya tertidur, ia tak membangunkannya, ia menggunakan mantelnya untuk menyelimutinya, lalududuk di sebelahnya dan membaca sebuah dokumen.Sesekali ia menatap wajahnya dengan lembut.


Saat Vivi terbangun, sudah pukul 4.30 sore, saat ia membukamatanya, ia melihat wajah lembut kekasihnya, ia memeluk mantel itu, dan


terkikik, ia mengulurkan tangannya dan


merangkul leher Clint Zhan, "Kenapa


kau tak membangunkanku?"


"Bagaimana mungkin aku tegaa


membangunkanmu?" Clint segera memeluknya dengan erat-erat


"Akhir-akhir ini aku melihat kau sangat


kelelahan."


Vivi Chu tersenyum, "Aku sudah cukup tidur, tidak lelah lagi." Lalu ia lanjut berkata, "Malam ini ayo kita makan di luar, lalu..bagaimana kalau


nanti malam kita tidur di hotel?"


Ekspresi Clint Zhan terlihat senang dan sedikit malu-malu, dan Vivi jadi tak berani menatap matanya,


ia menggigit bibirnya dan berkata, "Kita


juga sudah dewasa, aku sudah 29tahun."


Clint Zhan merasa panik dan


segera membalas, "Jangan lagi


mengatakan dirimu tua, aku sama


sekali tak enggan padamu, kau terlalu


merasa rendah diri."


Vivi Chu tertawa, "Baiklah, aku takkan mengatakanny lagi"


"Tidak perlu ke hotel, ke rumahku saja!"


Vivi tertegun, "Hah! Jangan."


"Bukan rumah ayahku, tapi rumahpribadiku sendiri" Kata Clint Zhan sambil tertawa, melihatnya panikseperti ini sangat menggemaskan.


Vivi segera merasa lega,


"Kapan kau membeli rumah ini?"


"Ayahku membelikannya beberapa


tahun lalu tapi aku belummenempatinya. Tapi ada beberapapelayan yang selalu membersihkannya,jadi sewaktu-waktu aku bisa tinggal di sana.


"Baiklah, setelah makan kita pergi ke rumahmu" Vivi Chu tak bisa menahan senyumnya.


Clint mengusulkan, "Kitapergi ke rumah dulu saja, lihat apakah ada yang perlu kita beli, lalu setelah makan, kita berbelanja dulu."


Vivi juga sangat inginmerasakan, bagaimana rasanya membangun rumah tinggal bersama


orang yang dicintainya, dan sekarang,


harapan ini akhirnya terkabul.


"Baiklah." Vivi mengangguk,menggandeng tangannya dan berjalan keluar.


Saat mereka melintasi lobi, masih


terdengar beberapa orang berbisik- bisik.


"Lihat, ia adalah putri tertua keluarga Chu, sungguh berwibawa dan sangat cantik.


"Benar, kudengar dia juga adalah anggota Departemen Kementrian Luar Negeri, sungguh luar biasa! la dan Dokter Zhan sangat serasi"


Mendengar pembicaraan ini, Vivi merasa sangat puas, ia menoleh menatap Clint , dan rupanya Clint juga mendengarnya, ia merangkul


pundaknya, supaya semua suster itu


tahu betapa ia mencintai wanita ini.


pertama kali melihatnya, dan dekorasinya juga modern, sangat cocok dengan selera anak muda.


Dengan sebuah jendela besar, Vivi sudah bisa membayangkanhangatnya cahaya matahari yang memenuhi seluruh ruangan, dan ia


duduk di kursi ayun di balkon, sangat nyaman.


Clint berkeliling, dan melihat bahwa rumah ini tak kekurangan suatu apapun, hanya tidak ada pakaian danbarang kebutuhan wanita.


"Nanti aku akan menemanimu membeli baju dan barangkebutuhanmu, dan rumah ini akan


menjadi rumah masa depan kita." Clint


berjalan ke sisinya, kedua tangannya memegangi kursi ayun itu,dan menatap wanita itu, ia tak dapat menahan diri dan membungkukkan badan dan mencium bibir merahnya.


Vivi mengulurkan tangannya


merangkul lehernya, dan membalas


ciumannya, mereka berdua saling


berciuman sambil menuju ke kamar


utama.


"Tunggu, kita tidak punya..." tiba-


tiba Clint tersentak.


Vivi tertegun sejenak, di saat


seperti ini, sebaiknya lanjutkan saja. la mendongak dan bertanya, "Tidakkah ayahmu menginginkan cucu?" Clint tak dapat menahan


senyumnya, "la sangat tak sabar ingin


memilikinya."


"Kalau begitu jangan biarkan ia menunggu lama, aku rela melahirkan seorang anak untukmu.." Vivi tersenyum, ia telah memastikan, tak ada pria lain yang begitu dicintainya


seperti ini, ia akan mencintainya


dengan senenuh hati.


Mendengar kalimat ini, Clint sangat terharu, ia mengecup keningnya dengan lembut, "Kalau kau masih ingin menunda, tidak perlu saat ini juga"


Vivi tersenyum danmenggeleng, "Tak perlu menunda, sekarang saja."


Clint Zhan menahan nafasnya, ia hanya bisa menyetujuinya, saat ini cahaya yang masuk dari jendela menyinari ranjang berwarna biru laut


itu, memantulkan seberkas garis cahaya berwarna ungu di atas ranjang.


Saat mereka keluar dari rumah,sudah pukul 6.30, Clint menggandengnya, dan mereka berjalan ke sebuah pusat perbelanjaan yang tak


jauh dari sana, dan seperti pasangan-pasangan lain di kerumunan orang- orang itu, mereka bergandengantangan, berjalan-jalan, dan bercanda.


Mereka makan malam di sebuahrestoran, lalu setelah makan mereka pergi membeli barang-barang yang dibutuhkan untuk rumah mereka, hati vivi yang selama ini mengembara,akhirnya menemukan tambatan hatinya, dan ia dengan seksamamemilih barang-barang untuk rumah


keluarga kecil mereka. Apapun yang


diinginkannya, Clint di sampingnya hanya tersenyum dantidak membantah, semuanya terserah dia.


Setelah membayar, Vivi membawa sebuah kantung belanjaan kecil, Clint segera meraihnya,membiarkannya berjalan dengan


tangan kosong, sementara ia membawa kantung belanjaan yangbesar.


"Kubantu bawakan" Vivi inginmembantu membawa bawaannya.


Clint segera mengulurkan tangannya kepadanya, "Kubawa saja,


kau hanya perlu menggenggam tanganku."


Sikap manisnya ini membuat Vivi


Chu tersenyum dan menggandeng


tangannya erat-erat.


3 hari kemudian, Vivi kembali bekerja, sementara Clint mengambil cuti untuk mengurus acara pernikahannya, keluarga Chu juga membantunya. Keluarga Chu juga


sudah agak lama tak memiliki acara bahagia seperti ini, maka kali ini,mereka pasti akan mengurusnya dengan baik.


Siang hari di kantor, Vivi menunjukkan sisi kepribadiannya yang brilian, efisien, dan tegas, tapi di malam hari, ia hanya ingin menjadi


kekasih Clint , membangun keluarga kecil bersamanya, mendiskusikan detail acara


pernikahan, dan ia melakukan hal ini


dengan sukarela.


Di dunia ini, tak peduli seberapa berkuasanya seorang wanita, akan selalu ada seorang pria


yang bisa membuatnya tunduk dengan


sukarela, membuatnya hanya ingin


menjadi istrinya, dan Clint Zhan adalah


tempat hatinyaa berlabuh.