Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Memalukan


Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


.........


Negara X


Bernice sudah menemani putri sarah seharian.


Putri sarah melihat wajah bernice yang kelelahan berkata."Bernice, kamu pulang dan istirahatlah"


Putri sarah yang berumur 27 tahun memperlakukan bernice seperti adiknya.


Bernice terpikirkan makan malam nickon dan putri sarah, ia langsung bertanya."Tuan putri, makan malam kali inj, apakah butuh penerjemah"


"Kamu sudah terlalu lelah hari ini, kamu pulanglah dan istirahat"


Bernice menjadi gelisah, apakah tuan putri ingin makan berduaan saja dengan nickson?


"Bernice, terima kasih" pelayan kerajaan membawa nampan berisi kotak kecil, putri sarah mengambil kotak."Ini adalah kado dariku, satu set perhiasan"


Bernice menggelengkan kepala."Tidak perlu, aku tidak bisa menerima ini, ini memang sudah menjadi pekerjaanku"


Putri sarah membujuk."Ini adalah kado sebagai teman, kamu tidak perlu merasa tidak enak"


Bernice dengan terpaksa menerima." Terima kasih, tuan putri"


Mereka berdua berpisah masuk mobil berbeda, bernice melihat jam sudah jam 18.38, pasti putri sarah pergi ke tempat makan malam.


Sesampai di kamar hotel bernice menaruh kotak perhiasan di atas meja, tidak ada kesenangan apapun menerima hadiah perhiasan dari putri sarah.


Ia merasa sedih, membayangakan kedua orang saling menatap sambil makan malam.


Ia membuka kotak perhiasan tenyata berisi satu set perhiasan dan merasa terkejut, ini hampir tujuh milyar.


Negara ini memiliki tambang berlian yang terkenal, sehingga negara ini tidak kekurangan perhiasan, pemberian tuan putri sangatlah dermawan.


Bernice berjalan ke balkon membayangkan adegan romantis nickson dan putri sarah.


Saat jam delapan malam bernice sudah tidak tahan lagi menunggu, ia mengambil mantel dan berjalan sekitar 1 kilometer untuk sampai di hotel nickson di bawah hujan salju.


Bernice berjalan cukup cepat, tidak perduli lagi tubuhnya sudah merasakan kedinginan, ia hanya ingin memastikan nickson sudah pulang apa belum, karena sampai sekarang dia belum meneleponnya.


Ia sampai di hotel nickson, ternyata keamanan hotel ini sangat tinggi, ia tidak bisa masuk ke kamar tanpa kartu kamar. Ia sudah menanyakan ke petugas hotel nickson belum pulang.


Saat akan berjalan keluar dari lobby, pria tampan yang di tunggunya masuk ke dalam.


"Kak nickson, kamu sudah pulang?"


Hati nickson seperti tertarik."Bernice,kenapa kamu bisa disini?"


"Aku sedang menunggumu, gendong aku, kakiku sudah kesemutan berjalan kesini"


Nickson langsung menggendongnya ke arah kamarnya, ia merasa sakit hati, wanita ini berjalan ke hotel di bawah hujan salju dan wajahnya sudah pucat, karena kedinginan.


"Siapa yang menyuruhmu berjalan kaki kesini? aku akan bisa menjemputmu, kalau ingin bertemu" nickson merasa kesal dengan tindakan gadis bodoh ini.


"Aku kan ingin bertemu denganmu" bernice berkata dengan bandel.


Nickson menaruh tubuhnya di sofa, ia buru- buru menyalakan penghangat ke suhu paling tinggi.Ia melepas mantel militernya.


"Buka mantelmu yang basah dan pakai mantelku yang bersih, tunggu sebentar, aku akan menyiapkan air panas di bathup."


Bernice mengangguk, ia memang ingin berendam di air panas, sekarang tubuhnya menggigil karena kedinginan.


Selesai dari kamar mandi nickson duduk di sebelahnya dengan wajah kesal.


"Apa kamu marah?" bernice bertanya.


Nickson memarahi dengan suara pelan.


"Hal bodoh seperti ini jangan kamu lakukan lain kali"


"Aku senang" bernice ngambek.


"Air sudah penuh, cepat berendam sana"


Bernice baru teringat."Aku tidak membawa baju ganti"


"Pakai bajuku"


"Ha?"


"Kamu pernah memakainya juga saat kita di air terjun di hutan" nickson menyipitkan matanya.


"Mau aku gendong atau mau jalan sendiri ke kamar mandi?"


"Kalau begitu, kamu gendong aku" bernice menikmati layanan sang pria.


Setelah masuk ke dalam bernice menyuruh nickson keluar.Ia membuka semua pakain yang melekat pada tubuhnya dan masuk ke dalam air panas.


Bernice merasa nyaman berendam ia memejamkan matanya.


Nickson menunggu di luar membayangkan wanita yang berada di dalam kamar mandi. Ia pernah melihat tubuhnya secara langsung di bawah terik matahari saat tamasya di hutan.


Nickson melihat jam sudah 15 menit wanita di dalam belum keluar, apakah gadis kecil itu tidak tahu? berendam terlalu lama bisa menyebabkan demam.


Ia berjalan ke depan pintu dan mengetuk dengan lembut."Bernice"


Melihat tidak respon dari dalam nickson menjadi khawatir, ia memanggil dengan keras.


"Bernice gong"


Namun masih tidak ada respon, nickson mendorong pintu dan masuk ke dalam. Ia melihat wanita sedang beredam sambil menutup matanya.


Bernice merasa kaget saat pintu di dobrak dari luar, ia terbangun dan panik.


"Kamu, kenapa masuk ke dalam?"


Wajah nickson menjadi kaku dan malu, ia menjelaskan."Tadi aku sudah mengetuk pintu dan memanggilmu, namun tidak ada jawaban, aku mengira kamu pingsan, jadi aku langsung mendobrak pintu"


Wajah bernice benar- benar sangat malu, ia sekarang sedang berendam dalam keadaan bugil.


"Kamu jangan lihat lagi tubuhku"Air panas jernih menampilkan tubuh bernice.


Setelah nickson keluar, bernice malah memikirkan hal aneh, apakah lelaki ini tidak menyukai tubuhnya?


Nickson duduk di sofa wajahnya memerah dan berkeringat, ia sangat malu dan terangsang melihat tubuhnya .


Di otaknya hanya ada bayangan tubuh bernice dan sangat sulit untuk di hilangkan.


Tidak lama kemudian bernice dengan membungkus kepala dengan handuk dan badannya tertutupi jubah mandi berjalan keluar, ia masih mengingat kejadian memalukan barusan.


Nickson menatap tubuhnya dengan tajam, melihat wajah merahnya, ia berjalan mendekat menyentuh keningnya, ia merasa lega bernice tidak demam.


"Kamu mau pergi mandi kah?"


"Iya" nickson tentu saja ingin mandi, tubuhnya mengeluarkan keringat.


"Kalau begitu, aku ingin mengeringkan rambut, kamu pergi mandi saja" bernice mengambil hairdriyer dan berjalan ke sofa.


"Apakah kamu butuh bantuan?" nickson bertanya.


"Boleh" bernice juga tidak munafik, ia tersenyum.


Nickson mendekati duduk di belakang tubuhnya, tangan nickson memegang rambut bernice dan memegang hairdriyer.


Rambut bernice benar- benar kering setelah limabelas menit.Nickson membalikkan tubuh bernice, ia memandang wajah cantik dan menggemaskan, ia mencium bibirnya dengan lembut.


Ciuaman yang lembut membuat tubuh bernice menegang, nickson sendiri baru menciumnya sudah menginginkan yang lebih.


Bernice menjadi bingung harus melakukan apa, malam ini nickson menjadi ganas saat menciumnya.


Ia membuka matanya, ia melihat wajah tampan nickson sudah memerah, nickson yang menyadiri di tatap bernice melepaskan ciuaman.


Bernice menaruh kepalanya di dada nickson, sang pria sudah tidak bisa menahan diri mendorong pelan tubuh bernice.


Ia berjalan ke arah kamar mandi untuk memuaskan diri sendiri, kalau tidak, wanita yang dicintainya akan menderita..