Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Meminta pertolongan lagi


Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Saat vivi menunggu pemeriksaan lawrence. Clint berkeliling mengecek pasien dan terkejut melihat vivi."Apa yang kamu lakukan disini?"


"Aku menemani adikku melakukan pemeriksaan" vivi tersenyum.


"Apakah kakakku sudah datang?"


"Ya"


Tiba-tiba seorang dokter muda mendekati clint.


"Clint, apakah siang ini ada waktu untuk makan bersama? aku memiliki beberapa pertanyaan yang tidak aku mengerti dan ingin bertanya padamu"


Clint saat ingin menolak, dokter wanita segera memohon."Tolong, ujianku kali ini sangatlah penting, kamu harus membantuku"


Meskipun vivi sudah mempunyai seorang yang di sukai, namun clint merasa tidak nyaman menerima kegenitan gadis lain.


"Clint, dia sudah memohon padamu, kamu masih belum menjawabnya" vivi berkata


"Baik"


Sang dokter wanita merasa senang.Clint langsung meneruskan pekerjaannya dan berkata pada vivi."Aku harus pergi ke bangsal pemeriksaan, kalau ada waktu kita berbicara lagi"


"Pergilah, pekerjaanmu sangat penting"


Clint dan dokter muda pergi bersama, mereka tampak sedang mengobrol masalah pekerjaan. Jika dilihat dari belakang mereka berdua serasi.


Di dalam hati vivi ada sebuah kekecewaan yang tidak terjelaskan.Masalahnya clint sangat perhatian padanya, seperti pria yang di dalam hatinya.


Saat ini lawrence sudah selesai di periksa, janinnya sangat sehat dan normal.


Sore hari daniel kembali ke istana presiden bersama dengan lawrence.Sebenarnya vivi ingin menginap di rumah sakit, namun ada kabar gembira besok ada kampanye untuk pemilihan anggota parlemen,nama vivi juga ada.Ini adalah pidato yang cukup penting, vivi harus menyiapkan semuanya, bagaimanapun ia masih pemula.


Vivi kembali ke kediaman chu untuk istirahat, semalam sudah begadang hingga demam. Jam delapan malam sudah tidur, namun jam 11 terbangun dan demam lagi.


Sialan! kenapa kebugaran fisiknya buruk akhir-akhir ini.Tentu saja harus bertahan dan tidak boleh demam seperti ini.


Ia harus mencari siapa? pelayan juga pasti sudah tidur, jadi hanya bisa memegang ponselnya.Matanya sudah kabur. ia mencari log panggilan tanpa sengaja memencet nama clint.


Vivi terkejut,saat ingin mematikan sudah terdengar suara."Halo"


Karena sudah terlanjur,harus mengatakan dengan terpaksa."Halo, tuan muda zhan, apakah kamu sudah tidur?"


"Ada apa? kenapa suaramu terdengar serak?" clint dapat melihat keanehannya.


"Aku... aku tidak tahu, bagaimana bisa demam lagi.Besok aku memiliki pidato yang penting, aku harus menurunkan demamku hari ini, bisakah kamu mengantarkan obat?"


"Baik, aku segera datang" telepon langsung di matikan.


Dia akan datang!


Di dalam hati vivi ada rasa bahagia, tidak di sangka dia akan datang.


Clint membawa beberapa obat penurun panas dari rumah langsung ke kediaman chu.Jalanan sangat sepi dan clint membawa mobilnya cepat.


Clint langsung menekan bell, suara bell terhubung ke kamar pelayan,pelayan bangun dan membukakan pintu.


Semua tuan rumah berada di rumah sakit, hanya ada vivi yang berada di rumah, Saat pelayan mengetahui pria ini adalah anak presiden sebelumnya dan mendengar vivi demam, pelayan menuntun ke kamar vivi.


Setelah mendorong pintu melihat vivi terbungkus selimut menggigil, melihat kedatangannya vivi memanggil pelan."Clint"


Selesai berkata clint pergi ke kamar mandi vivi dan mengambil air hangat,lalu membawa ember kembali.


"Aku baru saja mengukurnya, suhunya 39 derajat" vivi berkata lemah.


Sebuah handuk hangat menempel di dahinya, clint bertanya padanya."Apakah kamu keberatan jika aku meletakkan di beberapa tempat?"


Vivi belum merespon clint berkata kembali.


"Menyuruh pelayan juga tidak apa-apa! namun aku harus membimbing di tempat"


Vivi menggelengkan kepalanya,lalu berkata." Kamu adalah dokter, aku percaya padamu"


"Baiklah" menganggukkan kepala dan menyuruh pelayan mengambil kotak medis di kediaman chu.Lalu clint menyuruh vivi minum obat terlebih dahulu."Minum obatnya terlebih dahulu"


Setelah minum obat, vivi berkata dengan sedikit memohon."Clint,kamu harus menurunkan demamku,besok aku ada pidato dan kondisi tubuhku harus fit"


Clint merasa lucu, dasar wanita ini gila kerja, kondisinya masih panas."Lihat dulu kondisimu setelah meminum obat"


Pelayan masuk membawakan kotak medis, nona muda dan tuan zhan sedang mengobrol dengan baik dan tidak enak untuk mengganggunya, lalu berkata."Aku pergi ke kamar, jika perlu sesuatu panggil saja"


"Baiklah" clint mengangguk.Membuka kotak medis, mengeluarkan alkohol untuk mengelap tubuhnya untuk menurunkan panas.


Vivi sangat menderita karena demam ini dan masih harus pidato besok, jadi sangat kooperatif dengan metode clint.


Setelah diseka dahinya, vivi bertanya."Selanjutnya bagian mana?"


"Bagian punggung" suara clint pelan.


Vivi seperti pasien menghilangkan rasa malunya,membuang jauh-jauh pikiran antara pria dan wanita.Ia mengambil inisiatif mengangkat sweaternya longgarnya sampai bagian dada, lalu tengkurap.


Bagian punggungnya yang mulus dan putih terpampang jelas.Bagian lingkar pinggangnya begitu menawan di mata clint.Clint menelan ludah diam-diam,namun mengingat foto di dalam dompetnya dan berusaha menekan semua fikiran liarnya.


Clint memegang handuk tipis dan menyeka menggunakan alkohol bagian punggungnya, clint menggosok dan sedikit memberikan pijatan.


Vivi terlalu nyaman dan tanpa sadar mengeluarkan suara ******* pelan,ini membuatnya merasa malu. Setelah clint selesai menyeka punggungnya vivi bertanya.


"Selanjutnya di lap bagian mana?"


"Kalau kamu mau, bagian depan"


Muka vivi semakin merah, tadi sudah merah karena demam, sekarang ditambah perkataan clint.Tetapi,memikirkan pidato besok, kalau tidak bekerja sama dengan baik meredakan demam, pidato besok pasti akan hancur.


Vivi langsung melepas sweaternya dan hanya mengenakan bra berwarna hitam.


Clint langsung melihat tubuh bagian depannya yang sempurna,meskipun tubuhnya ramping dan tinggi, namun bagian dadanya cukup besar dan menonjol.


"Ayo, aku adalah pasien, tidak apa-apa" vivi melihatnya segan untuk menyeka sedikit memaksanya.


Vivi berbaring dan memejamkan matanya karena malu tidak berani melihat ke arah clint. Clint mulai menyeka perutnya dengan lembut dan bagian pundaknya.


Setelah menyeka clint langsung menyuruhnya memakai pakaian, sekarang clint yang panas dingin, wajahnya sudah berkeringat.


Ia mengalihkan pikiran dengan membereskan kotak medis obat.Tiba-tiba vivi berkata."Clint, di rumahku tersedia kamar tamu, bisakah kamu tetap tinggal disini?"


"Baik"


"Terima kasih,sudah malam begini merepotkanmu"


"Tenang saja, aku sudah terbiasa begini"


"Kalau begitu aku tidur dulu" vivi sudah mengantuk berat akibat minum obat.


"Aku akan berjaga sebentar dan menunggu demammu turun"


Vivi sebentar saja sudah terlelap, clint merasa tenang melihat wajah imutnya ketika tidur.