
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
.........
Candice dirumah sendirian merasa bosan dan kesepian, ia memutuskan untuk menggambar saja, walaupun tidak bekerja lagi di perusahaan perhiasan, ia tetap akan menggambar sesuai dengan hobbynya.
Ia dengan sabar menggambar, melakukan kegiatan menggambar membuat dunianya lebih berwarna.
Berbeda dengan kesenangan candice, ada seorang wanita yang menjadi gila.
Debby pergi perusahaan lu corps dengan rasa marah dan emosi, ternyata andreas sedang rapat, ia memutuskan menunggu di ruangannya.
Ia membuka laci untuk mencari foto candice, ia menemukan amplop dan melihat foto candice, saat sedang melihat foto satu- persatu, tiba- tiba andreas masuk.
"Kembalikan foto itu padaku"
"Bagaimana kalau aku tidak mau mengembalikannya?aku ingin membawa foto- foto ini pergi"
Andreas merasa kesal."Debby, kamu jangan bikin masalah, aku ingin memberikan foto itu pada candice"
Debby juga marah."Andreas, sejak kapan kamu menganggap candice begitu penting? aku adalah istrimu"
Andreas mendekati debby untuk merebut foto, namun debby malah menghindar ke samping, pergelangan tangannya di tarik ke belakang tubuhnya." Andres, ini menyakitkan, kamu menyakitiku"
Debby mulai menangis merasakan sakit pada tangannya.
Andreas mengabaikan tangisan debby, setelah berhasil merebut foto, ia melepaskan tangan debby.
Debby sangat kesal."Andreas, kamu keterlaluan"
Andreas memandang wajah debby." Sudah kubilang untuk mengembalikan foto padaku, kamu tidak mendengarkan"
Debby merasakan sakit hati, terutama saat tangannya di plintir ke belakang, pria ini cukup kejam padanya.
"Andreas lu, sebenarnya kamu kenapa?apa yang diberikan candice padamu? kenapa sekarang kamu berbalik ke arahnya?" debby menghina.
"Aku hanya merasa bersalah padanya,foto ini melanggar haknya, jadi aku ingin memberikan padanya."
Debby bertanya dengan marah." Apakah kamu menyukainya?apakah kamu jatuh cinta padanya?"
"Aku harus bekerja, jika tidak ada keperluan, kamu kembali saja ke rumah" andreas mengusirnya secara halus..
Debby dengan mata memerah berjalan pergi dari ruangan andreas.
Saat bernett pulang ke rumah sore hari, ia melihat wanita sedang menggambar di ruang tamu.Ia melihat gambar sketsa cincin yang bagus.
Bernett duduk di sebelahnya memeluk tubuhnya."Kenapa tidak istirahat? masih melukis disini?"
"Aku suka menggambar dan aku tidak akan meninggalkan hobby ini seumur hidup." candice menghela nafas."Bahkan aku tidak bisa bekerja di perusahaan desain, aku akan tetap menggambar"
"Jadi, apakah kamu ingin terus bekerja di perusahaan desain perhiasan?" Bernett memandang wajah cantiknya penuh kasih sayang..
Candice mengangguk."Ya,Tetapi carmen corp akan segera tutup, nyoya carmen memutuskan untuk kembali ke pusat, aku tidak bisa mengikutinya dan untuk sementara aku tidak akan menemukan pekerjaan seperti ini"
"Jangan pesimis dan kecewa, mungkin kamu akan segera menemukan pekerjaan baru" bernett memberi semangat.
Candice tersenyum."Benarkah?"
"Percayalah padaku" bernett mencium bibirnya sebentar..
"Apa yang ingin kamu makan?"Bernett bertanya.
"Terserah"
"Bagaimana kalau aku memasak mie?"
"Apakah kamu bisa?"
"Bisa, percaya saja, masakanku tidak akan buruk"
Candice tertawa."Baiklah, aku akan menunggu masakanmu"
Asrama putri kementrian luar negeri, bernice barusan selesai memasukkan barang- barang ke koper, besok harus berangkat ke negara X. Ia tidak memberitahu keluarga gong, takut akan dilarang untuk pergi.
Bernice berencana memberitahu setelah sampai negara X.
Teman satu kamar bernice berkata."Bernice, setelah sampai disana, berhati - hatilah, jangan pergi sembarangan, aku dengar berita negara x sangat berantakan."
Hati bernice sedikit menegang, ia mengangguk.
"Ya, aku akan hati- hati"
Bernice masih belum mengantuk, ia merindukan nickson, memutuskan untuk meneleponnya..
"Halo"
Mendengar suara sang pria bernice tersenyum.
"Apakah kamu sudah tertidur?"
"Belum"
"Kak nickson, aku sudah mengepak barang- barangku, apakah kamu mengkhwatirkan aku?"
"Bodoh,Tentu saja"
Ada sentuhan manis di hati bernice, ia ingin memeluk dan mencium wajahanya.
"Kak nickson, aku ingin bertemu denganmu, gimana dung?" berkata malu- malu.
"Kapan?"
Bernice juga mengetahui, nickson tidak akan menemuinya, ia hanya menggodanya.
"Malam ini,bisakah kamu datang kepadaku?"
"Oke"
"Barusan aku hanya bercanda, kamu jangan anggap serius"
"Ah, kamu benar- benar kembali?"
"Aku akan sampai dalam waktu limabelas menit"
Bernice merasa bahagia, tuhan sangat baik padanya.
"Kak nickson, apa yang kamu lakukan disini?"
"Mengunjungi kakekku"
"Oh, begitu"
"Tentu saja, untuk bertemu denganmu juga" Nickson tertawa.
"Oke, aku akan menunggumu" bernice menjadi semangat.
Setelah menutup telepon, bernice melihat piyama yang ia pakai bermodel kuno, ia harus ganti pakaian untuk bertemu nickson.
Ia mengambil baju sweater panjang, celana jeans panjang, penampilan bernice terlihat seperti anak mahasiswa..santai tapi tetap cantik.
"Bernice, kenapa jam segini ganti pakaian? apakah kamu akan berkencan?" tanya teman sekamarnya.
Bernice menyeringai."Ya, aku akan berkencan"
"Apakah kamu punya pacar?
Apakah dia berpenampilan oke?
Apakah dia tampan?"
"Dia...lumanyan, hampir sama penampilannya persis seperti nickson idolamu yang selalu kamu bicarakan" bernice tertawa.
"Ya tuhan! sama tampannya sama nickson? betapa beruntungnya kamu bernice?"
Bernice sedikit sombong, memang pacarnya nickson kuk.
Jam setengah sepuluh bernice keluar dengan membawa tas, mungkin malam ini tidak pulang ke asrama.
Bernice melihat kendaraan of road hijau, ia masuk ke dalam mobil..Nickson mengelus kepalanya.
"Apakah kamu senang bertemu denganku?"
"Ya, sangat senang" bernice malu- malu.
"Kalau senang, berikan aku sebuah ciuman di bibir" nickson hanya menggodanya.
Ternyata bernice menganggap perkataannya serius.Ia mendekatkan tubuhnya mencium bibirya,nickson tidak memegang kepalanya agar ciuaman berlangsung lama..
Wajah bernice begitu merah, setalah melepas ciuaman..
"Ayo, temani aku makan" nickson tidak menggodanya lagi.
"Baik, aku juga ingin makan sesuatu"
Nickson mengemudi ke arah kota.Bernice sesekali melirik wajah tampannya, jantungnya berdetak kencang.
Pria ini memberikan rasa aman bila berada di dekatnya.
Setelah sampai di depan restoran, nickson memegang tangannya berjalan masuk ke restoran.
Nickson sendiri masih memakai pakaian tentara hijau, ia terlihat dewasa, berbanding terbalik dengan bernice,dia kelihatan sangat muda dan imut, pasangan ini seperti saling melengkapi.
Saat duduk menunggu makanan, nickson melihatnya terus memandang ke arahnya.
"Apa yang kamu lihat?"
"Oh ya! keluargaku tahu tentang hubungan kita"
bernice berkata jujur.
Nickson sedikit terkejut."Apa kamu memberi tahu keluargamu?"
"Bukan! kakakku berbicara, jadi mereka menebaknya"
Nickson tertawa."Kalau begitu aku harus mengunjungi keluargamu, setidaknya menunjukkan ketulusanku"
"Tidak, jangan sekarang" bernice masih sangat malu bertemu dengan keluarganya bersama dengan nickson.
Nickson terlihat tenang, tidak khawatir.
"Kenapa?"
"Waktu tidak cukup, lain waktu saja"
Nickson tersenyum."Baiklah, tunggu kita berdua kembali"
"Kita kembali?" bernice bingung."Apa maksudmu?"
"Berarti, aku akan menemani kamu pergi ke negara x" nickson tertawa kecil.
Bernice menyipitkan mata dan tersenyum.
"Benarkah?" kamu akan menemani aku pergi"
"Kamu masih muda belum ada pengalaman pergi ke negara rawan perang, aku khawatir denganmu"
Bernice terharu juga senang."Terima kasih"
"Setelah sampai di negara x, kamu harus mematuhi arahanku, jangan pergi sembarangan" nickson mengingatkan.
Bernice sangat bahagia, ia sudah seperti punya malaikat pelindung di sisinya.
"Aku akan mendengar perintahmu" bernice tersenyum."Aku juga akan menuruti apa permintaanmu"
"Aku memintamu melakukan itu, apakah kamu mau?" nickson mengucapkan kata ambigu.
Bernice menunduk malu."Aku sedang membicarakan pekerjaan, kamu jangan cabul"
Nickson cukup senang melihat wajahnya yang merah, imut , dan menggemaskan.