Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Rencana debby shen


Siang hari


Linda dan candice makan bersama di kantin, sambil makan, ia membayangkan uang 25 ribu saja sudah membuatnya kenyang.Apakah lambung bernett gong terbuat dari permata? begitu susah di pelihara.


"Candice , sekarang kamu tinggal dimana?"


"Aku membawa bryan tinggal bersama dengan bernett gong.." candice tidak menyembunyikan apapun pada linda.


Linda tersenyum menggoda."Oh, sangat tahu mengambil keuntungan dari pria itu, banyak wanita yang antri ingin tinggal bersama dengan bernett gong."


Candice tersenyum pahit." Jika bukan demi bryan , aku tidak ingin tinggal bersama dengannya."


"Mengapa? ini adalah kesempatan bagus, mungkin demi bryan, pria ini ingin memberi keluarga yang sempurna."


"Yang kalian tahu bernett sangat kaya, apa kamu tahu cara memperlakukan orang lain?"


Candice merasa tahu diri.


"Dengan pria setampan itu, kamu tidak tahan"


"Jangan membahasnya, setiap ingat pria itu, aku sangat kesal."


"Apakah pria itu mengganggumu?"


linda penasaran.


"Dia sedang mengelabuiku, aku tidak ingin membahasnya lagi".


Selesai makan canice kembali ke kantor, ia menemukan seikat bunga mawar merah di atas mejanya, candice terkejut siapa yang mengirimnya?


Vera tang masuk memberikan dokomen, ia tersenyum." Kak candice , ternyata ada orang yang menyukaimu?"


"Jangan bicara sembarangan, siapa yang mengirimnya?"


"Yang pasti yang mengirimnya adalah pengirim bunga, tapi orang dibalik ini aku tidak tahu."


Candice merasakan sedikit aneh, ia mengambil kartu di seikat bunga, tertulis." Pagi ini, sudah keterlaluan, sorry."


Bernett gong?


Dan pagi ini selain dia , siapa lagi yang menyinggungnya?


Candice melihat bunga mawar, tidak tahu harus bagaimana,sudah mempermainkannya , kemudian mengirim mawar merah, apa dia pikir aku anak berusia tiga tahun?


Jam enam sore jamuan makan malam ,candice duduk di sebelah bryan, mereka makan bersama dengan kedua orang tua bernett.


Di pertengahan makan hp candice berbunyi,Ia mengambil tasny dan pamit keluar sebentar.


"Halo"


"Candice, ini aku debby shen."


"Ada masalah apa?" candice bertanya dingin


"Candice cheng, cincin berlian yang kamu buat ada sedikit masalah, bisakah kamu datang sebentar?"


"Sekarang?aku tidak punya waktu"


candice tahu pasti debby ingin mencari masalah dengannya.


"Candice ,kalau kamu tidak datang sekarang, pembayaran sisa cincin berlianku tidak akan aku bayar"


"Ini adalah urusanmu dan perusahaan"


Debby shen tertawa."Candice , kamu boleh tidak percaya, cincin yang kamu desain untukku adalah sebuah kesalahan.Aku bisa menuntutmu untuk kesalahan ini."


"Apa sesungguhnya yang kamu inginkan?" percuma berbicara panjang lebar, tanpa mengerti tujuannya.


"Kamu kesini sekarang, bawa drafmu, aku akan mengoreksi kesalahan kamu." Perintah debby shen.


Candice merasa tidak berdaya, seharusnya debby tidak mengubah desain waktu itu, dan sekarang menyalahkannya.


"Kamu sekarang dimana?" Candice tidak sabaran.


"Aku di hotel mercury, lantai sepuluh, kamu langsung saja kemari.Aku akan menggunakan cincin itu untuk ulang tahun pernikahan kami."


"Apakah setelah aku menyelesaikan malam ini, kamu akan melakukan pelunasan?".


"Baiklah, datanglah sekarang, besok akan kubayar."


"Baiklah, aku akan kesana segera" candice kembali masuk ke ruang makan.


"Aku ada urusan penting malam ini, bisakah kamu meminta pengawalmu untuk mengantarkanku?" candice berbicara dengan bernett.


"Sekarang?" Bernett gong kelihatan tidak senang.


"Iya , sekarang sangat penting."


"Aku akan mengantarkanmu"


"Tidak usah,kamu bawa pulang saja bryan cheng, setelah selesai aku akan segera pulang"


Wanita ini, sungguh tidak mengizinkan bryan cheng menginap disini, tidakkah dia terlalu was- was? Bernett menelepon pengawalnya.


Sepuluh menit kemudian pengawal sudah datang.Candice berpamitan dengan keluarga gong dan mendekati anaknya."Malam ini, pulanglah dengan daddy ya"


"Ya, baiklah mommy, sampai jumpa."


Candice menuju ke perusahaan untuk mengambil draf desain.Untung saja ada petugas satpam, candice hanya perlu mencarinya di ruangan kerjanya.


Akhirnya candice menemukannya dan berjalan cepat menuju mobil.


Namun sial telepon candice tertinggal di ruang kerjanya.Karena tadi berniat menelepon vera tang.


Begitu sampai ke hotel yang diberikan oleh debby shen.Candice menyuruh pengawal untuk pulang duluan, karena ia tidak yakin akan berapa lama di tahan wanita gila itu.


Mobil baru melaju sebentar hp pengawal berbunyui, ia menepikan kendaraan melihat bernett menelepon." Halo, pemimpin."


"Apakah candice masih di dalam mobil?" suara bernett gong terdengar gusar, karena sudah menelepon candice berulang kali tanpa jawaban.


"Di baru saja turun"


"Kemana dia?"


"Hotel mercury"


"Baiklah" bernett mematikan telepon.


Mendengar nama hotel itu,apa yang dilakukannya disana?apakah dia bertemu dengan pria disana?


Padahal bernett menelepon untuk memastikan dia pulang, kenapa dia mengangkat telepon.


Wajah bernett menjadi tidak tenang." Bryan cheng, daddy mau keluar sebentar, kamu bermain dulu dengan bibi, kakek dan nenek, nanti daddy akan menjemputmu?"


"Baiklah, daddy pergi saja" bryan penuh pengertian.


Bernett bicara pada adiknya." Jaga bryan dengan baik."


"Siap kakak, serahkan padaku." bernice semangat bisa bermain dengan bryan.


Mobil hitam bernett melaju dengan cepat dan stabil menembus jalanan.


Ia berfikir candice akan bertemu dengan andreas lu, bernett tidak perduli kencan atau pekerjaan, pada akhirnya candice akan bertemu pada cinta lamanya.


"Apakah anda nona chenh?aku adalah asisten nyonya lu, dia sedang menunggumu, mari ikuti aku." seorang wanita muda mengantarkannya.


"Baiklah"


Candice berfikir menemui debby shen disini, hatinya menjadi tidak tenang. Ia mengikuti asisten masuk ke dalam lift.


Pintu lift terbuka, candice melihat ujung koridor, ada sebuah ruangan besar." Ada apa disini?"


"Nona cheng anda akan mengetahui setelah anda masuk"


Sepasang mata candice menatap ke arah pintu besar,ia tidak tahu apa yang ada di dalam.


Asisten berjalan lebih cepat, ia membuka pintu dan wajahnya menampilkan senyuman jahat.


"Nona cheng, silahkan masuk"