
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
.........
Candice terpesona dengan ketampanana bernett, sang pria memaki piyama sutra hitam, otot perutnya sedikit kelihatan..
"Apakah lukamu sudah membaik?" candice menaikkan piyama sang pria.
"Sudah membaik, kalau malam ini kamu mau, aku akan memberikan padamu" bernett tersenyum.
"Jangan bercanda, dokter berkata dua minggu dan tidak boleh kurang satu haripun" candice sedikit kesal.
"Kalau begitu malam ini temani aku tidur"
bernett mengajukan permintaan..
"Tidak bisa, kamu pasti berbuat aneh- aneh padaku"
"Aku hanya ingin memelukmu"
"Sungguh?" candice belum percaya.
"Apakah aku seperti lelaki pembohong?"
"Baiklah, aku temani kamu tidur"
Sekitar pukul setengah sebelas mobil sport mewah putih memasuki gerbang kediaman huo.
Di kursi pengemudi mobil sport sepasang mata indah memerah dan mengeluarkan air mata, laura merasa sangat sedih, ia benar- benar tidak menduga makan malam di kediaman gong, bukan untuk bertemu dengan bernett, melainkan mendapat jawaban yang sedih.
Perkataan kakek gong masih terngiang - ngiang di telinganya."Laura, maaf, bernett mengatakan padaku, dia sudah mempunyai orang yang disukai, lebih baik kamu dan bernett berteman"
Tuan besar huo juga mengerti maksudnya, bahwa pernikahan kedua keluarga di batalkan.. Ia membahas topik lain dengan kakek gong untuk menghibur laura.
Mulai saat ini kakek gong tidak akan menjodohkan bernett dengan wanita lain..
Laura sendiri masih menangis di mobilnya, ia mengingat tarian bersama dengan bernett di ulang tahun gong's corp.Ia sudah jatuh hati pada bernett dan tidak akan menyerah mengejarnya, walaupun tanpa bantuan kakek gong.
Laura membanyangkan candice dan bernett menikah, ia takut kejadian merampas pelanggan di expose oleh candice, karena dia sudah mempunyai pendukung yang kuat.
Laura berteriak histeris dalam mobilnya.
"Tidak..Aku tidak bisa membiarkan candice menikah dengan bernett"
Laura mulai memikirkan kakek gong menerima candice ,pasti karena ibu dari anak bernett, sekarang laura mencari cara untuk tidur dengan bernett dan melahirkan anaknya.
Pagi hari.
Di kementrian luar negeri, hampir tiap hari bernice di beri tugas aneh- aneh oleh julie.Dan hari ini dia harus mengikuti julie menghadiri rapat.
Semua yang hadir adalah para petinggi di kementrian.
Julie tidak memperkenalkan bernice, ia hanya menyuruhnya duduk di belakangnya.
Rapat dimulai dengan membahas hal- hal yang penting, sekitar satu jam rapat berakhir.
Ketua berkata."Julie,ini ada dokumen yang perlu di terjemahkan dan serahkan besok, aku akan akan melakukan pidato yang penting."
Julie segera menunjuk bernice."Ketua, ini adalah asistenku, dia mahir menerjemahkan enam bahasa, serahkan saja tugas ini padanya."
"Wow, semahir itukah, baiklah besok pagi sebelum jam 10 sepuluh antar ke ruanganku"
Bernice mengangguk."Baik ketua, aku akan menyerahkan tepat waktu"
Julie menepuk pungung bernice."Bernice, terjemahkan dengan baik, tugas ini aku serahkan padamu,dan besok aku tidak akan berada di kantor"
Begitu semua orang pergi.Julie berkata lagi.
"Selesaikan tugasmu dengan baik, ketua orang yang merepotkan, kalau kamu salah satukata akan dipecat dan menjadi bahan tertawaan di kementrian luar negeri"
"Jadi ini alasanmu membawa keruang rapat?" bernice sedikit pucat.
"iya, jangan lupa serahkan sebelum pukul 10"
Bernice langsung kembali ke ruangannya, ia pergi ke kamar mandi, tidak lama kemudian julie masuk mengambil 1 lembar berkas dan membawa keluar.
Hal ini tidak diketahui oleh siapappun.
Saat bernice menerjemahkan halaman ke 3 dan empat ia merasa bingung, kenapa ini tidak bersambung?
Saat melihat sekali lagi bernice merasa dokumen ini kurang 1 lembar, mungkinkah pemimpin melupakan 1 lembar?
Bernice merasa bingung, sekarang sudah jam sepuluh malam, bagaimana caranya menghubungi ketua?
Ia berencana meminta pada keesokan harinya pada ketua dan tetap melanjutkan menerjemahkan sampai pukul 12 malam.
Keesokan harinya, jam delapan bernice sudah tiba di ruangannya, tiba- tiba melihat julie masuk dengan membawa dokumen.
"Bernice, antarkan ini ke departemen kedua"
"Kepala bagian ren,sekarang aku tidak bisa"
"Keperluanku sangat mendesak" julie menaruh dikumen di meja.
"Jenny, antarkan dokumen ini ke meja ketua"
Julie tersenyum puas..
Bernice masuk ke ruangannya masih melihat julie di dalam.
"Kepala bagian ren, dimana dokumen diatas mejaku?" bernice panik.
"Ada apa?" julie tersenyum mengejek.
"Aku masih memeriksa sekali lagi" bernice berbohong.
"Aku sudah menyuruh jenny untuk mengantar ke ruangan ketua"
"Ah" bagaimana bagian yang tidak ada sambungannya?
Julie pura- pura bertanya." Sebenarnya ada apa, apakah dokumen belum selesai kamu terjemahkan?"
"Sudah selesai, tapi, aku merasa ada satu bagian yang kurang, jadi tidak bersambung" bernice jujur
"Apa?kamu menghilangkan dokumen ketua" julie mengkambing hitamkan bernice.
"Bukan...ketika aku menerjemahkan, aku melihat satu lembaran yang kurang"
"Kamu jangan membantah, kamu tidak bertanggung jawab, jika ketua marah kamu harus bertanggung jawab" julie merasa bahagia.
"Apa yang harus aku lakukan, apakah ada cara untuk memperbaikinya?"
"Tahukah kamu? betapa pentingnya pidato kali ini,kamu telah melakukan kesalahan sefatal ini" julie menyalahkan bernice.
"Aku tidak menghilangkan dokumen, mungkin sebelum diberikan padaku sudah hilang" Bernice tidak mau menanggung kesalahan ini, ia merasa tidak melakukan kesalahan.
Julie segera membentaknya."Kamu masih berani menjawab,meskipun kamu adalah putri dari keluarga gong, kamu sudah melakukan kesalahan sebesar ini,keluarga gong juga tidak bisa menyelamatkanmu, ini adalah urusan politik"
Bernice mengela nafas."Kepala bagian ren, bisakah kamu mengesampingkan kebencianmu
dan memikirkan solusinya?"
"Saat ini tidak sempat lagi, pasti dokumen sudah dibawa ketua ke tempat pertemuan, kamu berdoa saja, tidak terjadi hal- hal yang tidak diinginkan, kalau tidak, kamu siap- siap saja akan di pecat" julie keluar dari ruangan bernice dengan bahagia.
Benar saja saat jam 1 siang, ketua menjadi bahan tertawaan para tamu yang hadir,karena ini adalah siaran langsung, ketua sempat tergagap selama hampir 1 menit dan ketika wartawan menanyakannya, ia tidak bisa menjawabnya.
Julie mendengar kabar ini sangat senang, ia sudah seperti mendapat tangkapan besar.
Mendengar hal ini bernice menangis di ruangannya, ia merasa sedih di fitnah dan merasa sangat dirugikan.
Ia mengambil ponsel menelepon nickson.
"Halo" bernice masih terisak.
Nickson menjadi khawatir mendengar isakannya." Bernice, ada apa denganmu?kenapa kamu menangis?"
"Kak nickson aku sudah membuat masalah besar"
"Ada apa? cepat beritahu aku" nickson mendesak.
"Dokumen yang aku terjemahkan untuk ketua ternyata kurang 1 lembar,aku sudah menerjemahkan tapi kurang satu halaman, ketua sedang melakukan siaran langsung menjadi bahan tertawaan"
"Kamu seorang pegawai magang, bagaimana bisa menjadi penerjemah ketua?"
"Ini adalah tugas yang diberikan oleh julie ren"
Nickson tertegun sesaat."Bagaimana bisa dia menyerahkan tugas ini padamu?"
"Karena aku sekarang sudah menjadi asistennya,ketika aku kembali dia menjadikan aku asisten, dia memberiku tugas yang banyak padaku, tapi kali aku tidak bisa bertahan dan bingung apa yang harus aku lakukan?"
Nickson merasa tidak percaya hal ini." Coba kamu ceritakan saat pertama kali menerima dokumen "
"Ada apa?" bernice merasa bingung.
"Ceritakan saja, apakah ada orang menyentuh dokumen?" Nickson dengan insting yang kuat, merasa bernice di celakai orang lain.
Bernice sama sekali tidak memikirkan hal ini.
"Setelah aku menerima dokumen membawanya ke ruanganku, dan aku pergi ke kamar mandi"
"Apakah ada kamera pengawas?"
"Sepertinya ada"
Nickson sedang berfikir, bagaimana cara menolong bernice."Kamu jangan melakukan apapun, kamu bisa pulang dulu ke rumah gong"
"Kak nickson, apa yang ingin kamu lakukan?"
"Aku akan pulang sekarang membantumu memeriksa masalah ini, ini bukan salahmu"
"Kak nickson" bernice merasa tersentuh, pria ini rela pulang untuk membantunya.
"Aku akan tiba dalam waktu tiga jam, kamu pulanglah dulu ke rumah"
"Tidak, aku akan menunggumu disini"
"Baiklah, tunggu aku"