Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Debby yang licik


Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


.........


Debby menggigit bibir bawahnya, berkata pelan."Andreas, apakah kamu sudah memberikan foto- foto itu pada candice?"


"Belum kenapa?" andreas menatap wajah debby curiga.


Debby mengela nafas, menunjukkan rasa bersalah di wajahnya."Aku tahu, tahun itu adalah salah kita.Kita bekerja sama mencelakainya, oleh karena hatiku merasa bersalah dan menyesal."


Andreas merasa agak cemas."Bagaimana dengan pemikiranmu?"


"Saat aku mengejarmu saat itu, aku masih bersahabat dengannya, tapi kita berdua saling mencintai, makanya mencelakai dia"


Saat mengingat tahun itu, andreas merasa menyesal bisa tergoda dengan debby, bahkan berselingkuh di belakang candice,Saat itu memang andreas berencana merebut saham di tangan candice dan saat itu debby lebih menarik, tapi sekarang candice lebih cantik dan mempesona.


"Jadi kamu mau,bagaimana?" andreas belum mengerti maksud debby.


Debby memohon pada andreas."Suamiku, kamu berikan saja fotonya padaku,biar aku yang mengembalikan pada candice.Aku ingin mengaku salah padanya dan menyelesaikan masalah ini.Kalaupun tidak mendapat hasil damai dengannya, aku sudah bisa meminta maaf"


Andreas teringat.


"Bukankah, kamu selalu membencinya?"


"Aku yang berfikiran sempit, selalu cemburu denganmu.Sekarang aku hanya ingin dimaafkan olehnya.Memberikan foto adalah satu kesempatan untuk berbincang baik- baik dengannya."


Walaupun andreas ingin menggunakan foto itu untuk bertemu dengan candice, namun mendengar perkataan sang istri merasa tersentuh.


"Kamu benar- benar ingin berbuat seperti itu?" andreas melihat wajah istrinya, kalau istrinya bisa berdamai dengan candice adalah hal bagus.


"Andreas, berikan aku kesempatan ini, ya? aku akan berbincang dengan baik- baik dengan candice"


Andreas berfikir sebentar."Baiklah,! aku berikan foto padamu,kamu harus meminta maaf dengan benar padanya, biarkan candice memaafkan kita"


"Pasti,aku akan melakuka dengan benar" debby mencium wajahnya."Apakah bisa berikan foto padaku sekarang?"


Adreas mengambil foto di laci, mengingatkan dengan serius."Jangan sampai hilang"


"Aku tahu, aku akan menjaganya dan membuat janji dua hari lagi dengannya" debby mengangguk, bibirnya menampilkan senyuman licik.


Debby memasukkan amlop dalam tas, tersenyum pada andreas."Malam ini aku akan berikan kejutan untukmu, kamu pulanglah lebih awal"


Andreas mengusap kepalanya."Malam ini, aku harus menemui clien, mungkin pulang agak larut"


"Oke, aku akan menunggumu pulang" setelah mengatakan debby keluar dari ruangan andreas.


Setelah masuk ke mobil debby mengeluarkan amplop melihat foto- foto candice, tersenyum penuh kemenangan.Debby ingat ada salah foto yang paling fulgar hilang, apakah diambil oleh andreas?


Hati debby merasa sedih, buat apa sang suami menyimpan selembar foto candice.


Kalau sang suami melihat foto itu pasti akan bernafsu, apakah karena foto in?i andreas jarang melampiaskan pada tubuhnya dan memuaskan diri sendiri.


Candice terbangun di ruang istirahat, tenyata bernett sudah bangun duluan, ia melihat ke arah dadanya ada beberapa tanda bekas ciuman, untungnya tidak kelihatan kalau memakai baju.


Setelah memakai baju candice keluar, melihat bernett duduk melihat dokumen.


Mendengar pintu terbuka bernett menoleh.


"Sudah bangun?" bernett tersenyum.


"Mmmm, apakah kamu ada buku bacaan atau majalah?" candice ingin mengusir kebosanan dengan membaca buku.


"Tunggu sebentar, aku akan meminjam pada asisten yan."


Bella yan membawakan majalah perempuan fashion dll.


Candice membaca majalah dengan setengah berbaring, baru sekitar membaca sudah ketiduran di sofa panjang.


Bernett tersenyum, memandang wajah imut candice yang tertidur, ia masuk ke ruang istirahat mengambil selimut dan menyelimuti tubuhnya.


Jam setengah lima alarm ponsel candice berbunyi dan candice terbangun.


"Bernett, ayo menjemput anak" candice berkata


"Tidak perlu menjemputnya, ayahku sudah pergi menjemput bryan"


"Menjemputnya pulang ke istana?" candice mengedipkan matanya.


Bernett tersenyum."Apa tidak menyenangakan kalau kita berdua saja di rumah?Biarkan si kecil mandiri, setiap hari menempel padamu, ini memalukan"


Candice tidak menjawab, malah mengalih topik, ia merasa penasaran."Bernett gong,kenapa kakekmu ingin kita menikah setelah satu tahun?"


Bernett mengira waktu satu tahun terlalu lama, ia menjadi sedikit semangat."Kalau kamu ingin menikah tahun ini, aku bisa membicarakan dengan kakek"


Candice menggelengkan kepala." Maksudku adalah kenapa kalau kita menikah bisa menghambatmu?"


Bernett berjalan merangkul pundak candice." Kamu tidak usah pikirkan,kamu sekarang adalah wanitaku, untuk masalah menikah aku menunggu kamu siap"


"Apakah kamu sungguh- sungguh ingin menikahiku?"


"Seumur hidupku kamu akan menjadi wanita milikku" bernett mengatakan dengan tegas.


Candice merasa senang, ia memeluk tubuh kekar bernett, sang pria menunduk mencium bibirnya.


Ciuman di ruang kerja pada siang hari, walaupun penuh gairah, candice sedikit kesal apakah pria ini tidak takut ada orang yang masuk.


Candice merasa tertantang, ia membalas ciuman bernett dengan menghisap lidah bernett.


Bernett melepas ciuman."Apakah kamu ingin melakukan sekarang?"


"Tidak" melakukan sekarang bisa- bisa pulang kerja terlambat.


"Aku akan menghabisimu malam ini" bernett tersenyum cerah.


Saat candice masuk berjalan ke kamar mandi, ia merasakan cairan keluar dari tubuh bagian bawahnya.Ia berkata dengan kesal dan malu- malu."Kamu tidak punya kesempatan malam ini"


"Kamu datang bulan?" wajah bernett suram.


Candice hanya mengangguk, dan wajahbya sudah memerah,pantas akhir- akhir ini tubuhnya mudah mengantuk, ternyata mau datang bulan.


"Aku...ingin mencari asisten yan"


candice berjalan keluar dari ruangan.


Bernett menarik rambutnya, ia merasa kesal dan frustasi.Sebenarnya ia salah apa hingga di siksa seperti ini.


Di dalam pesawat, sudah terlihat bintang- bintang dari jendela.Bernice dan nickson masih belum tertidur mereka hanya berpegangan tangan dalam diam.


Nickson merangkul pundak bernice mendekatkan pada tubuhnya, berkata dengan pelan."Tidurlah sudah larut"


"Lebih dekat" saat tubuh mereka saling menempel, bernice mencium bibirnya sebentar dan tersenyum bangga.


Nickson menatap gadis imut di sampingnya secara mendalam,Anak ini sekarang sudah berani mencuri ciuaman darinya, nyalinya sudah besar.


Bernice yang sudah mengantuk menitik beratkan tubuhnya pada nickson, ia menutup matanya dan terlelap.


Nickson mencium kepalanya beberapa kali, juga ikut menutup matanya.


Pagi hari.


Nickson yang sudah terbangun terus memandang wajah gadis di sebelahnya.


Bernice terbangun di tatap oleh nickson merasa malu."Apakah aku mengiler di tubuhmu?"


"Tidak kug, mau mengiler juga tidak apa- apa"


nickson berkata serius.


"Janganlah, nanti bajumu bau air liurku"


Saat ini ada pengumuman dari awak kabin pesawat, bahwa pesawat akan mendarat setengah jam lagi dan disuruh memakai sabuk pengaman.


Nickson dengan cekatan memegang sabuk pengaman milik bernice dan mengaitkan sabuk.


Bernice tersenyum."Terima kasih"