Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
terluka dan saling menyatakan cinta


Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Nickson segera membalikkan badan dan melihat pelayan sedang memegang pisau di paha berjalan ke arah tuan putri, sasaranya adalah tuan putri.


Hati Nickson langsung menegang dan mengingatkan bernice."Kamu jangan bergerak, tetap disini"


...Setelah mengatakan nickson berjalan ke arah tuan putri, pelayan itu tampak waspada dan masih berjalan ke arah tuan putri. Hanya berjerak satu meter dengan putri, nickson memegang tangan sang pelayan yang memegang pisau, pelayan berusaha kabur melemparkan nampan ke tubuh nickson....


Gelas terjatuh ke lantai dengan suara keras, tamu undangan menjadi panik, orang- orang menyadari ada orang yang ingin membunuh tuan putri, mereka berusaha melindungi putri sarah dan berjalan ke samping.


Nickson membanting pelayan ke lantai menaruh tangannya ke belakang tubuhnya, saat ini dua pengawal mendekat ke arah nickson, mereka mengira dua pengawal ingin menahan sang pembunuh, bahkan nickson tidak memiliki tindakan pencegahan kepada mereka.


Tiba- tiba salah satu pengawal mengeluarkan pisau dari sepatu kulitnya dan melukai lengan nickson, membuat lengan kanannya terluka. Wajah nickson berubah menjadi ganas, saat pengawal lain ingin menusuk di bagian dada, Ia menendang pengawal dengan keras hingga kedua pengawal saling menabrak.


"Nickson ye" bernice berteriak ketakutan, pelayan seorang pembunuh, bahkan dua pengawal ini juga pembunuh.


Wajah putri sarah menjadi marah, ia berteriak pada pengawal kerajaan."Lindungi semua tamu"


Saat ini nickson harus melawan tiga orang pembunuh yang membawa pisau, saat ini dua pengawal masuk membawa dua senapan di tangannya.


"Jangan tembak" bernice berteriak.


Putri sarah juga ikut berkata."Jangan tembak"


Saat ini nickson sudah melumpuhkan salah satu pembunuh dengan pukulan kuat ke arah dada hingga membuatnya pingsan. Nickson melangkah maju menendang kepala pembunuh hingga tersungkur dua meter, tinggal satu lagi pembunuh saat nickson memukul wajahnya lengannnya kembali tergores pisau, pembunuh terakhir pun pingsan di lantai. Nickson sekarang suda seperti dewa mengalahkan 3 pembunuh dengan mudah, walaupun ia sedikit terluka, namun kemenangan ini telak.


Jika bisa bertepuk tangan semua tamu akan menepuk kedua tangannya dengan keras, namun tidak ada yang berani, karena masalah ini terkait pembunuhan putri kerajaan.


Bernice berlari ke arah nickson, setelah melihat tiga pembunuh di lumpuhkan.Ia tidak perduli dengan tatapan orang- orang memeluk tubuh nickson dengan erat sambil menangis.


Nickson mengelus rambut bernice dengan tangan kirinya untuk menenangkan wanita yang menangis ini.Ia tidak memperdulikan dua luka di lengan kanannya, dua orang menjadi tatapan semua orang.


Dan putri sarah menyadari satu hal, ia sedikit kecewa dan saat yang sama merasa bersalah dengan bernice, ia tidak menyangka ternyata dua orang ini sepasang kekasih.


Ia juga dapat melihat kasih sayang nickson pada bernice begitu tulus.


Ia berjalan mendekat ke arah keduanya, ia tersenyum tulus."Bernice,harusnya kamu membiarkan ketua Ye membalut lukanya dulu, kamu baru bisa memeluk kembali"


Bernice malu- malu melepas pelukan, lalu menatap wajah putri sarah. Mereka berdua saling menatap dengan canggung .


"Tuan Ye, silahkan ikut dengan saya" seorang pelayan kerajaan melangkah maju memimpin ke ruang pengobatan.


Bernice memeluk lengan kiri nickson berjalan mengikuti ke ruang pengobatan, ia menatap wajahnya dengan kasihan."Apakah lukanya begitu dalam?"


"Tidak" nickson tersenyum, saat melihat bernice berlari ke arahnya dan memeluknya, Ia merasa saat itu adalah masa- masa paling bahagia.


Setelah sampai ruang perawatan nickson melepas jas dan bertelanjang dada, lukanya terlihat jelas dari bawah sinar lampu sepanjang 7 centimeter, luka yang kedua hanya goresan ringan, darahnya masih keluar begitu banyak.


Melihatnya mata bernice memerah, ia menahan untuk tidak menangis, nickson mengulurkan tangan untuk membersihkan luka dan memberi perban.


"Tidak perlu khawatir, ini hanya luka luar saja, diperban saja sudah cukup" nickson menenangkan bernice yang hampir menangis lagi.


Selesai menaruh obat dan memperban lukanya, perawat menatap bernice berkata dengan bahasa inggris."Luka tuan ini jangan sampai terkena air setidaknya untuk waktu seminggu. Juga tidak bisa mengangkat beban yang berlebihan atau aktivitas lainnya yang bisa membuka lagi lukanya"


"Baik, saya akan memantaunya" lalu bernice menatap nickson."Kamu, sudah dengar,kan?"


Ruangan aula sudah sepi, namun putri sarah belum pergi, ia tersenyum menatap kedua pasangan itu."Biarkan aku memanggil mobil untuk mengantar kalian berdua" lalu putri sarah tersenyum pada bernice." Bernice, kamu harus menjaganya dengan baik, aku sangat bersyukur tidak terluka malam ini"


Putri sarah memberi isyarat tangan sebagai ucapan terima kasih dari negaranya menghadap ke nickson."Sama- sama tuan putri"


Saat masuk ke mobil bernice belum percaya dengan kejadian tadi, sang pria bisa mengalahkan tiga pembunuh hingga membuat mereka pingsan.


Bernice memeluk lengan kiri nickson dengan manja."Kamu membuatku ketakutan"


"Tenanglah, aku sangat yakin bisa mengalahkan mereka" nickson juga tahu sang wanita ketakutan tadi.


Sesampai di hotel, bernice memutuskan untuk menginap.


Mereka berdua duduk di sofa, bernice berdiri dan menuangkan air putih, lalu menyuguhkan di dekat bibir nickson."Kubantu kamu minum air"


"Aku bisa minum sendiri" nickson belum terbiasa di perhatikan oleh bernice.


Bernice tetap memaksa."Jangan bergerak, cepat minum airnya."


Nickson setelah minum air menatap bernice sambil tersenyum, lalu bertanya."Kenapa kamu tadi berlari, terus memelukku?"


Bernice tersipu malu- malu."Apakah aku salah memeluk kekasihku?"


"Kamu yakin tidak membuka hubungan kita di depan tuan putri?"


Bernice menjadi kesal."Untuk apa perduli dengan seperti itu, saat melihat kamu terluka"


"Jadi, dihatimu posisiku sudah di no 1?" nickson tersenyum dengan bangga.


Walaupun agak memalukan mengakui, bernice mengangguk."Iya, puas?"


"Tentu saja" nickson tersenyum puas.


Bernice melihat senyuman sang pria , memberanikan diri memegang pundak nickson dan mencium wajahnya , lalu mencium bibirnya sebentar.


"Kak nickson,apakah kamu menyukaiku?"


"Sedikit" nickson menggodanya.


Bernice cemberut."Terus apa yang banyak?"


"Cinta" nickson berkata tanpa ragu.


Bernice langsung tersenyum."Aku juga mencintaimu"


"Apakah kamu benar- benar tidak keberatan dengan pekerjaanku?" nickson bertanya dengan serius.


Bernice mengecup bibirnya sebentar."Tidak keberatan, walaupun kita jarang bertemu, aku juag tidak keberatan"


"Aku merasa bersalah, kalau harus hidup selalu berjauhan"


"Apa artinya hidup bersama kalau tidak dengan orang dicintai, lebih baik jarang bertemu, namu saling mencintai"


Nickson merasa terharu, ia memeluk tubuh bernice dengan lengan kirinya ,lalu mereka berciuman cukup lama.


Hari ini adalah hari yang menegangkan, tetapi di saat yang sama perbuatan berani dari nickson membuat keluarga kerajaan sangat berterima kasih, sehingga mempererat hubungan kedua negara..


\=\=\=\=\=