
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Vivi bergegas ke istana presiden,thomas sudah menunggunya dan memberikan salinan dokumen."Ketemu di ruang trapat dalam sepuluh menit"
"Oke" vivi dulu adalah wakil presiden di sebuah bank di negara N, ia juga merupakan wanita ber IQ tinggi.
Vivi awalnya berpikir,ini hanyalah pertemuan antar asisten, namun daniel juga ikut pertemuan.
Begitu masuk vivi melihat daniel di kursi utama sedang mendengarkan bawahannya melaporkan sesuatu.
"Tuan presiden,halo" vivi duduk di sampingnya.
Daniel hanya membalas dengan senyuman.
Daniel hanya mendengarkan beberapa asisten melapor dan hanya sesekali menyela untuk mengutarakan pendapatnya.
Setelah mendapatkan petunjuk di perpustakaan keira memutuskan mencari keluarga chu.
Jika foto di bayinya benar, ia juga merupakan anggota keluarga chu.
Untuk sementara waktu keira menitipkan kucingnya di penitipan kucing.Keira akan menitipkan kucingnya selama dua hari dan akan fokus pada rencananya.
Keira pulang bekerja langsung memanggil taxi dan mengatakan alamat pada sang sopir.
"Nona, ada keperluan apa datang kesana?"
"Mencari temanku"
"Wah! salut, nona bisa mempunyai teman dengan latar belakang politik"
Keira sedikit terkejut."Anda barusan berkata apa? orang politik?"
"Apa jangan-jangan nona tidak tahu? saya pernah pergi ke alamat yang di tuju nona dan semua orang yang tinggal disana adalah para pejabat tinggi negara,kita hanya rakyat biasa tidak akan berani kesana"
"Pejabat tinggi?"
"Iya, banyak pendiri negara kita tinggal disana dan hanya tinggal bapak martin chu yang masih hidup"
Keira benar-benar tidak menyangka keluarga chu yang akan dicarinya merupakan keluarga dengan latar belakang politik.Ia mulai panik dan takut,apakah mereka akan menerima jika dulunya ia dibesarkan oleh organisasi pembunuh?
Pantas saja tidak menemukan lambang keluarga chu di buku sejarah, ternyata lambang keluarga chu baru muncul beberapa tahun ini.
Mobil bergerak di dekat alamat yang di tuju, namun yang dilihatnya hanyalah bangunan dengan tembok tinggi dan rapat.
"Nona, apa kamu ingin turun untuk mengetuk pintu atau akan menelepon temanmu?"
"Aku akan turun dan melihat dulu,bapak jangan pergi dulu,ya" keira tahu disini tidak akan banyak taxi melintas.
"Baiklah, aku akan tidur dulu di mobil"
"Terima kasih" Keira berjalan mengelilingi bangunan dan berjalan agak menjauh,ia takut kamare akan menangkap gambarnya.
Keira sekarang belum percaya diri untuk menemui keluarganya, masa lalu yang kelam membuatnya sedikit takut.
Ia melihat gerbang terbuka dan mobil hitam mewah keluar, ia mulai menebak siapa yang berada di dalam mobil? apakah itu anggota keluarganya?
Tetapi kaca mobilnya hitam dan tidak dapat melihat orang yang di dalamnya.
Keira hanya berkeliling sekali dan kembali ke mobil taxi, ia takut ketahuan, sekarang identitasnya cukup banyak dan akan sangat berbahaya jika ketahuan.
Ia membuka internet hanya ada beberapa artikel tentang keluarga chu, semua artikel yang di temukannya semuanya mengenai martin chu.
Pria itu pasti sangat bermatabat,keira memandan foto lelaki itu,apakah dirinya memiliki hubungan darah dengan lelaki bermarga chu ini?
Tiba-tiba keira teringat dengan sean yang mempunyai keluarga latar belakang politik. bukankah pria itu bisa membantunya masuk ke keluarga chu?
Keira memutuskan untuk mengaktifkan nomornya yang dibuang ke sungai, kemudian menghubungi sean.
Akhirnya dirinya berhasil menemukan nomor sean dan tentunya nomor daniel juga ada.
Meskipun waktu sudah beberapa berjalan, keira merasa sedih teringat dengan daniel yang kehilangan istrinya.
Kalau bukan karena jatuh cinta dengan yuna, pria itu pasti karena tanggung jawab.
Keira langsung menghubungi nomor sean.
"Halo" sean dengan suara datar.
"Halo, ini aku keira, apakah ada waktu untuk bertemu?"
"Keira? astaga! kamu pergi kemana? aku sudah mencarimu kemanapun" sean cukup bersemangat.
Keira tersenyum,ia mengetahui sean menyukainya dan merasa bersalah tidak berpamitan ketika pergi ke luar negeri.
"Maaf, aku belakangan ini pergi ke luar negeri. apa aku mengganggu jika ingin bertemu?"
"Mengganggu? bagaimana mungkin? aku mempunyai banyak waktu untuk melakukan apapun perintahmu, sebutkan saja dimana kita akan bertemu"
"Kalau begitu kita bertemu di tempat terakhir kali, kebetulan aku dekat dengan tempat itu"
"Oke,aku akan langsung kesana,tunggu aku"
"Oke, aku akan menunggumu"
Setelah dua puluh menit
Keira sudah menunggu di pinggir jalan, ada sebuah mobil sport berhenti di depannya.
Sean membuka jendela mobil."Akhirnya kamu sadar dan menghubungiku"
"Sean, lain kali kamu harus mengendarai mobilmu dengan lebih pelan,aku juga sedang tidak terburu-buru"
"Mmmm! baiklah,aku akan mengendarai dengan lebih pelan di masa depan" sean juga merasa senang di perhatikan olehnya.
Keira masuk ke dalam mobil, keira bercerita setelah berhenti menjadi pengawal, ia pergi ke luar negeri untuk berlibur. Sean menghela nafas lega, selama sang wanita meninggalkan pekerjaan yang berbahaya,sean akan merasa bahagia untuknya
"Sekarang kamu bekerja dimana?"
"Aku Bekerja di perpustakaan di pusat kota"
Sean terkejut.Ternyata wanita ini tidak pilih-pilih soal pekerjaan.
"Kalau cuma menginginkan pekerjaan, kamu bisa datang mencariku,aku pasti memberikan pekerjaan yang bagus untukmu"
"Tidak perlu, terimakasih" keira berkata lagi.
"Aku terakhir kali melihatmu di perjamuan negara, keluargamu pasti memiliki latar belakang politik"
"Iya! kakakku bisa dikatakan orang yang cukup penting.Hari itu aku pergi untuk menggantikannya"
"Kalau begitu,apakah kamu mengetahui keluarga politik yang bermarga chu?"
Sean mengangguk."Tentu saja, mereka adalah keluarga terbesar di negara kita dan mereka mempunyai kekuasaan yang besar,kenapa kamu tiba-tiba penasaran dengan hal ini?"
"Aku hanya penasaran saja dan aku akan sangat senang kamu bisa membawaku mengunjungi keluarga chu"
"Benarkah?Itu mudah,kakekku hanya perlu menulis surat untuk menjamin identitas kita dan aku bisa membawamu untuk melihat-lihat" jawab sean dengan percaya diri.
Melihat pria itu membantunya dengan serius keira menjadi tersentuh dan tatapannya dengan sean sedikit lembut dan tidak sedingin dulu lagi.
Naluri keibuannya bangkit setelah memelihara orange dan belajar lembut dengan kucing kesayangannya.
Sean juga merasa senang, sekarang keira tidak lagi memandang dingin dirinya.
"Biarkan aku yang membayar makan kali ini" sean berkata."Kamu jangan berebut membayar denganku dan jangan memutar lenganku lagi, itu sangatlah memalukan"
Keira langsung tertawa kecil."Baiklah,aku tidak akan berebut dengamu lagi"
Sean baru tenang setelah mendengar ucapan keira, mereka berdua masuk ke restoran. Sean memesan empat hidangan utama.Sambil menunggu makanan sean tertarik perihal liburan keira ke luar negeri.