Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
kehangatan keluarga


Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


.........


Sekitar pukul tiga candice mendapat telepon dari bernice.


"Kak candice,hari ini ayah dan ibuku pulang, malam ini memintamu dan kakak membawa bryan ke istana untuk makan bersama"


"Om dan tante pulang?" candice sedikit terkejut.


"Ya, anggur sudah dipetik dan dibungkus,dan mereka sudah merindukan bryan"


"Baik! malam ini aku dan kakakmu akan membawa bryan ke istana,bagaimana pekerjaanmu, sibuk kah?"


"Sangat baik, aku juga akan pergi lebih awal" bernice tersenyum


Setelah menutup telepon, candice sekalian menelepon bernett, ternyata bernett belum tahu kabar kepulangan kedua orang tuanya.Ia merasa sedikit lucu.


Malam ini sudah di putuskan akan kembali ke istana gong,sebenarnya candice menyukai keluarga ini, hanya tuan besar gong yang masih belum dekat dengannya.


Saat kembali perusahaan, banyak karyawan membereskan barang- barang, apakah ini tanda carmen akan tutup disini?


Jam setengah lima bernett menjemputnya untuk pergi ke sekolah dan langsung menuju istana gong.Dalam perjalanan sikecil sangat senang dengan kedatangan kakek dan nenek, bahkan sikecil terus mengatakan ingin pergi bermain di rumah kakek , nenek. Bernett menyetujuinya,ketika liburan musim dingin tiba dan liburan disana selama satu minggu.


Sesampai di istana, pasangan suami istri mendengar suara mobil langsung keluar menyambut.Mereka senang melihat cucu mereka yang tinggi imut, dedrick langsung mendekat menggendongnya mencium wajahanya.


"Halo om, tante" candice menyapa dengan senyuman.


"Candice, ayo masuk, istirahat dulu" hannah penuh senyuman di wajahnya.


Bernett memegang lengan ibunya dengan manja."Bu, kenapa tidak memberitahu dahulu?"


"Setelah selesai membungkus anggur terakhir, kami langsung menuju bandara, aku lupa memberi kabar" hannah tertawa.


Tidak berapa lama mobil bernice datang, melihat putrinya mengenakan pakaian kerja dengan percaya diri, kedua orang tua cukup puas.Setidaknya pekerjaan putrinya berada di pemerintahan dan mengabdi pada negara.


"Tante, gendong" sikecil berlari ke arah bernice.


Bernice menggendongnya, mencium wajahnya.


"Apakah kamu merindukanku?"


"Ya, aku rindu padamu"


"Karena kamu cukup baik, aku akan memberimu coklat untukmu" bernice mengeluarkan enam bungkus coklat dari tasnya.


"Wah, aku sangat menyukai coklat" bocah kecil menerima dengan kedua tangan.


Di dalam ruang tamu bernice dan candice mengobrol banyak hal, pakaian ,pekerjaan dll, sementara bryan bermain bola di halaman di temani neneknya..


Di ruang kerja bernett mengobrol dengan ayahnya.


Bernett melaporkan kondisi terkini perusahaan dan rencana kakeknya untuk memindahkan saham padanya.


Dedrick memandang anaknya dengan serius.


"Masalah ini hanya kamu dan kakekmu yang tahu?"


"Waktu itu kakek, hanya memberitahu padaku saja"


"Anakku, kamu harus hati- hati,cepat atau lambat kedua pamanmu akan mengetahuinya, ketika mereka berdua mengetahui, mungkin situasi tidak menguntungkan terjadi padamu"


Bernett mengangguk dengan sungguh- sungguh, di depan kedua orang tuanya, bernett tidak akan menunjukkan keperkasaan , bahwa ia bisa melakukan apapun, bernett akan mendengarkan perkataan kedua orang tuanya, ini merupakan bakti kepada orang tuanya.


"Masalah kamu dan candice, aku akan berbicara dengan kakekmu, menyuruhnya tidak ikut campur masalah kalian" dedrick ingin membahas ini dengan ayahnya.


"Pa, kakek sudah setuju kami bersama,hanya saja kakek ada permintaan, agar kami berdua tidak menikah dalam dua tahun ini"


"Apakah candice setuju?"


"Pikiran kakek memang agak kuno,tidak heran, dia begitu memperdulikanmu, dari kecil sampai besar di keluarga gong , hanya kamu yang paling dimanjakan oleh kakekmu" dedrick merasa hangat dalam hatinya,meskipun dirinya tidak berperan besar pada keluarga gong, namun anak ini adalah kebanggaanya.


Makan malam sudah memenuhi meja, satu keluarga mengelilingi meja,sama sekali tidak ada kata canggung, bernice juga melepas keanggunan sebagai seorang gadis.


"Bernice,kamu tidak takut suatu hari nanti akan menikah?" hannah memandang aneh putrinya, setumpuk kulit kerang dan sedang menggigit paha ayam.


Bernice tersenyum canggung."Ma, tenang saja seseorang akan menikahi putrimu"


"Siapa? apakah kamu sudah berpacaran?" hannah penasaran.


Bernice masih malu memiliki hubungan dengan nickson, wajahnya sedikit merah dan berkata.


"Belum punya"


Karena sejak kecil nickson dan bernett sering main bersama, nickson bahkan sering makan disini, makanya bernice malu mengakui.


Dedrick ikut berbicara."Bernice juga tidak terburu- buru, ia masih terlalu muda, membicarakan beberapa tahun lagi juga belum terlambat"


"Ya, papa benar, aku sekarang sedang fokus bekerja, dan bekerja" bernice mengatakan seolah penggila kerja.


"Bibi, kamu pergi ke ayah angkat, jangan lupa membawaku" bocah kecil ini tiba- tiba mengungkap kebenaran.


Wajah bernice sekarang bertambah merah, menjawab dengan sedikit gagap."Teeenang saja,aku tidak akan melupakanmu"


"Siapa itu ayah angkat?" hannah cukup penasaran.


"Nickson" selesai bicara bernett melihat wajah bernice merah padam,jadi nickson dan adikku bersama?


Bernice saat ini tidak berani menatap siapapun, ia menunduk pura- pura makan.


"Oh, nickson! dia adalah anak yang baik,lainkali undang dia datang bertamu,sudah lama tidak melihatnya" kata hannah.


"Baik,lain kali aku buat janji dengannya" bernett tersenyum.


Saat ini bernice yang selalu menunduk, mendongakkan kepala dan berkata."Sekarang dia tidak dalam kota, lagian dia sekarang sangat sibuk"


Bernett sengaja menggoda adiknya dengan bertanya."Bagaimana kamu tahu?"


"Aku...." bernice sangat malu, bingung harus menjawab apa.


Candice mencubit paha bernett, untuk berhenti menggoda adiknya.


Bernice hampir menangis menahan malu, kedua orang tua memandangnya dengan senyuman, bahkan bocah kecil ikut berkata.


"Ternyata tante dan ayah angkat berpacaran"


kata bryan senang..


Semua orang sudah mengerti rahasia bernice terbongkar.


"Bernett, kamu harus buat janji, suruh nickson datang kerumah" hannah mendesak lagi,ini terkait bisa merekrut menantu yang luar biasa, menyerahkan putrinya pada nickson, akan sangat sempurna.


"Ma..kamu" bernice sudah malu setengah mati.


"Apakah kalian berdua pacaran, aku akan menanyakan saja pada nickson sendiri?" kata bernett.


"Aku..akui memang sedang menjalin hubungan jarak jauh dengan nickson dan jarang sekali bertemu dan hanya makan bersama" bernice takut kedua orang tuanya berpikiran macam- macam.


Candice merasakan kehangatan keluarga, ketika satu keluarga ini berkumpul hangat dan penuh cinta.


Malam ini hannah menyuruh semua orang untuk menginap di istana,disini banyak kamar, dan semua orang tinggal satu atap, akan menumbuhkan rasa kekeluargaan.


Selain candice yang sedikit sungkan, semua orang setuju.


Struktur kamar di istana di bagi bagian barat dan timur , orang tua dan bernice berada disisi timur dan bagian barat bernett,candice, dan bryan. Semua kamar berada di lantai tiga.


Setelah bernice memandikan anaknya, ia menggendong briyan menuju kamarnya dan tidur bersama.


Seketika candice merasa malau, ia merasa satu keluarga ini mendorongnya bernett dan dirinya bersama,tetapi, mereka tidak tahu sekarang bernett dalam masa penyembuhan dan mereka salah perhitungan.