Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Nyonya xi datang dan menyukainya


Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Kediaman keluarga Ye


Malam ini merupakan malam pertama pernikahan nickson dan bernice, tetapi hanya melakukan ciuman saja,karena sekarang bernice sedang hamil dua bulan dan harus berhati-hati melakukan segala hal.Nickson sendiri juga dapat menahan nafsunya dengan baik.


Bernice bersandar di pelukannya.Tatapan nickson yang lembut memandang wanita yang sedang tertidur.


Pagi hari


Demi keira tidur nyenyak daniel pagi-pagi sudah menyuruh thomas untuk membersihkan villa itu, peralatan yang tidak bagus diganti dan malam ini harus sudah siap.


Kemampuan thomas untuk mengurus masalah cukup cepat.Sore jam 6 daniel sampai di halaman rumah baru untuk keira.


Daniel juga membawa dua pembantu yang biasa mengurus keira untuk menyiapkan makanan dan kebutuhan.


Saat daniel mendorong kursi roda, wajah keira sudah tidak tegang lagi, ia menyukai tempat ini. Sedangkan thomas dan pengawal lainnya sedang memasang sistem keamanan.


Sangat bebas ia dan daniel seperti satu keluarga.


"Sekarang sudah senang kah?" daniel sedikit membungkukkan badannya untuk menatap wajahnya.


Keira juga mengangkat wajahnya dan tersenyum."Iya, disini sangat nyaman"


Daniel tergoda dengan senyumannya, lalu mencium bibirnya, keira juga menikmati ciumannya dan tubuhnya merasa panas dan tidak nyaman.


"Kamu tahu, aku masih sakit dan kamu terus menggodaku" keira mengeluh


Daniel tertawa."Siapa suruh kamu cantik? aku selalu ingin menciummu"


"Apakah aku begitu cantik?"


"Di mataku,kamu paling cantik" daniel memuji dengan tulus dan mendorong kursi roda.


"Suka kan?jika kurang bilang saja padaku, aku akan segera menambahkan"


"Tidak perlu, aku sangat menyukai tempat ini" lagipula tidak ingin merepotkannya dan para asistennya.


"Malam ini aku akan tidur disini"


Keira tersenyum,sekarang sudah terbiasa dengan kehadirannya, jika tidak ada dia, pasti akan sulit tertidur.


"Iya! asalkan tidak mengganggu pekerjaanmu"


"Tidak, tempat kerjaku hanya limabelas menit dari sini"


Daniel membuatkan secangkir teh untuknya.


"Kamu bahkan membawakan teh kesukaanku?" keira dapat menghirup aroma tehnya.


"Kesukaanmu, semua akan aku ingat dalam hati"


Daniel baru teringat,bahwa akan pergi ke luar negeri."Keira, dua hari lagi aku akan keluar negeri untuk wawancara,saat itu aku akan menyuruh pembantu menemanimu"


"Kamu jangan khawatir,pergi saja" keira tidak ingin membuatnya khawatir.


Malam ini daniel tidur bersama dengan keira.


Pagi hari


Di depan istana kepresidenan,mobil pribadi nyonya xi masuk ke dalam.


"Nyonya, kamu sudah datang"


"Anakku sudah bangun belum?"nyonya xi ingin menemani putranya sarapan.


"Tuan presiden tidak ada di dalam istana presiden" pembantu tidak berani berbohong.


Senyuman nyonya xi langsung kaku."Apa? kamu bilang putraku tidak ada di dalam, jadi dia sekarang tinggal dimana?"


"Ini.. kita tidak tahu" pembantu tidak berani asal berbicara masalah tuan presiden.


Nyonya xi terkejut, apakah tidak boleh mengetahui kehidupan pribadi anaknya? nyonya menjadi panik dan berharap anaknya tidak melakukan hal aneh diluar.


Sekarang putranya sudah berumur 30 tahun lebih dan apakah bermain dengan wanita sembarangan di luar?


Nyonya xi langsung menelepon thomas.


"Halo nyonya, ada apa?"


"Thomas, sekarang putraku tidur dimana? dengan siapa tidur?"


Thomas menjadi terkejut, mengapa nyonya tiba-tiba menanyakan hal ini."Emmm.. ini.. aku"


"Thomas, kamu bilang saja, cepat katakan" nyonya xi berkata dengan tegas.


"Tuan presiden sekarang tinggal di villa yang tidak jauh dari istana presiden"


"Dia.. dia dengan pacarnya"


"Putraku sudah punya pacar? apa mereka sudah tinggal bersama?nona dari keluarga mana?"nyonya xi merasa senang.


"Iya, tapi aku belum tahu jelas"


"Sudahlah, kamu bilang dia tinggal di villa mana, aku akan pergi kesana" nyonya xi ingin bertemu dengan pacar anaknya.


"Nyonya, aku telepon dulu tuan presiden,nanti aku telepon lagi" thomas langsung mematikan teleponnya.


Nyonya xi mengerutkan keningnya,apakah pacar putranya bermasalah? masih perlu harus mengabari daniel.


Daniel mendengar teleponnya berdering dan langsung di angkat."Halo, thomas"


"Tuan presiden,ini tidak baik, barusan nyonya meneleponku, sekarang dia bertanya kamu tinggal dimana? bisakah aku katakan padanya?"


Daniel tertawa."Apa yang tidak boleh bilang padanya? Kebetulan aku berharap ibu bertemu dengan keira"


"Tapi.. tapi.. "


"Sudahlah, beritahu alamatku pada ibu, aku akan menyuruh orang dapur untuk membuat sarapan, aku akan hadapi ibuku"


Daniel tertawa kecil melihat keira yang berada di kursi roda."Ibuku sebentar lagi akan datang, kamu harus mengganti baju"


"Apakah aku bisa bertemu dengannya?" keira yang malu menutupi wajahnya.


"Kenapa tidak bisa? ibuku pasti akan senang dengan menantunya yang cantik" daniel berjalan ke lemari mengambilkan baju untuknya.


Daniel membantu membuka baju tidurnya dan memakaikan baju, walaupun tatapan daniel tidak ada nafsu, namun tubuhnya merasa sedikit panas melihat tubuhnya telanjang.


Setelah selesai menggantikan baju, daniel menyisir rambutnya ke belakang dengan begini penampilannya akan terlihat tenang dan elegan.


"Aku dengan begini, cantikkah?" keira khawatir dengan penampilannya.


"Cantik, kamu memakai apapun tetap cantik" daniel mencium keningnya."Ayo turun dulu, seharusnya ibuku sudah hampir sampai"


Setelah mendapatkan alamat dari thomas, nyonya xi langsung menuju villa anaknya. Dalam perjalanan nyonya memikirkan, kali ini putranya akan berpacaran dengan wanita seperti apa?


Jika anaknya yang berinisiatif,maka wanita itu pasti sangat bagus.


Setelah sampai di halaman dan mobil baru berhenti, nyonya tidak menunggu sopir membukakan pintu dan langsung turun dari mobil.


Daniel mendengar suara mobil langsung keluar untuk menyambut ibunya."Ibu, kenapa kamu pagi-pagi sudah datang?'


"Aku datang kesini untuk menemanimu sarapan, kenapa? apakah anak itu belum bangun?" nyonya xi tertawa kecil.


Pertanyaan ini membuat daniel terdiam, ibunya sudah berpikir sampai mana?


"Kamu ya, masalah sebesar ini,thomas harus melapor padamu"nyonya mengeluh dan melihat wanita cantik duduk di kursi roda.Ia segera terkejut.


Daniel tahu ibunya terkejut dan langsung memperkenalkan"Ibu,kamu jangan khawatir, keira hanya jatuh saja dan kakinya terkilir, dia tidak ada masalah apapun"


Nyonya xi terkejut dengan wajah cantiknya, semakin dilihat semakin menyukainya.


Gadis ini terlihat patuh dan tenang.


"Bibi, halo" keira dengan malu-malu menyapa.


"Halo, nama kamu adalah keira?" nyonya xi merasa aneh dengan namanya.


"Ini nama panggilannya" daniel menambahkan.


"Oh! nama keira ini sangat bagus" nyonya xi duduk di sampingnya dan melihat kakinya.


"Kenapa bisa jatuh? parah tidak?"


"Tidak parah, beberapa hari ini sudah bisa melepaskan perban" keira tersenyum,ia dapat melihat nyonya xi memancarkan aura elegan, pasti saat muda sangat cantik, karena sekarang masih terlihat cantik.


"Ibu, aku sudah menyuruh orang dapur membuat sarapan, kita sarapan dulu"


"Baik, aku memang datang untuk menemani kalian sarapan" nyonya sangat senang, putranya memiliki pandangan yang bagus, wanita yang dicari lucu dan tenang.


Sepertinya lebih muda beberapa tahun dari putranya.


"Keira! keluargamu tahu kamu sedang berpacaran dengan putraku? ada yang terkejut tidak?" Nyonya penasaran,sebenarnya ia ingin mengetahui keluarga keira, agar bisa bertemu dengan mereka untuk membahas masalah pernikahan.


Karena putranya sudah tinggal bersama, seharusnya tanggung jawab pada wanita ini.


Daniel segera menjawab."Ibu, keira anak yatim! dia adalah wanita yang selalu aku bilang padamu"


"Apakah wanita yang paling kamu sukai itu?" nyonya terkejut.


Daniel mengangguk."Benar, dia"


Nyonya xi tidak menyangka akan bertemu dengan wanita yang paling di cintai putranya, bahkan dalam surat warisan, yuna juga mendoakan mereka berdua, tiba-tiba menyesal menjodohkan daniel, apakah itu menyakiti wanita ini?


"Kenapa kamu tidak bilang dari awal, jika kamu beritahu aku, aku tidak akan melakukan hal itu" nyonya xi menegurnya.


Daniel menepuk bahu ibunya pelan."Ibu, itu bukan salah kamu, aku dan keira sebelumnya putus hubungan selama satu tahun ,saat aku kenal yuna, aku baru bertemu dengannya lagi"


Nyonya xi menghela nafas, merasa hubungan percintaan putranya tidak berjalan lancar.