Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Mengirim sikecil ke istana


Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


.........


Pada sabtu pagi bernett menemani sarapan di apartemen, suasana hatinya hari ini sedang semangat dan bahagia,saat memandang candice ada niat untuk mendapatkannya segera.


Candice tersenyum kecut tampaknya malam ini akan di serang habis- habisan oleh sang pria.


"Kamu yakin bryan bisa bermalam di istana gong dengan kedua orang tuamu?" sekarang bryan sedang pergi ke kamarnya, candice memanfaatkan untuk berbicara.


"Kamu tenang saja, malam ini anak kita tidak akan pulang" bernett merangkul pundaknya.


Candice melepaskan tangannya."Lebih baik kamu pastikan bryan tidak menangis disana?"


Karena candice tidak mau pergi ke istana tengah malam.


Saat ini bel pintu pintu berbunyi bernett tersenyum."Paling ini hadiah yang aku pesan"


"Hadiah? hadiah apa?" candice merasa agak bingung.


Bernett hanya tersenyum, ia berjalan ke arah pintu.Asisten yan sudah disana dengan membawa kerancang di tangannya, hanya saja di tutupi kain tipis tidak terlihat di dalamnya.


"Ceo gong,semua prosesnya sudah diurus" kata bella.


Bernett tersenyum."Terima kasih"


Candice berjalan mendekat."Asisten yan, masuklah dulu"


"Tidak, aku masih ada urusan,selamat tinggal" selesai berkata berjalan ke arah mobilnya.


Candice penasaran apa yang dibawa oleh bernett, ia merapat dan membuka kain penutup, terlihat seekor anak anjing cantik sedang meringkuk tidur.


"apakah kamu memberikan anak anjing untuk bryan?"


"Apakah dia tidak menyukainya?" bernett yakin anaknya akan menyukainya.


"Anjing apa ini?"


"Ini beagle" bernett membawa keranjang ke kamar ananya, candice mengekor di belakangnya.


Bernett membuka pintu, sikecil sudah selesai menyusun balok blok menyerupai rumah mewah, sekarang dia sedang bermain robot di tangannya...


"Daddy,apa yang kamu bawa di tanganmu?" sikecil langsung senang mendapat hadiah.


"Kamu tebak?"


"Apakah makanan ringan?buah?" sikecil asal menjawab.


Anjing kecil di dalam keranjang terbangun, ia mengeluarkan kepala kecilnya dari balik kain dan menggonggong.


"Wah! anjing" sikecil langsung menaruh robotnya, ia sudah seperti mendapat terbaik hadiah terbaik di dunia.


"Mommy,daddy,apakah kamu memberi hadiah anjing kecil?" bryan sudah memeluk anjingnya dan memamerkan pada ibunya.


"Kalau begitu,kamu harus merawatnya dengan baik,apakah kamu tahu?" bernett berkata.


"Siapa namanya?" sikecil semangat.


"Belum diberi nama, kamu saja pikirkan nama yang baik"


Bryan berfikir sebentar."Bagiamana kalau fluffy?"


"Baiklah kita panggil fluffy" bernett membelai rambut anaknya dan berkata."Di rumah kita tidak ada rumput di halaman,fluffy tidak bisa bermain dengan baik, hari ini dan minggu bagimana kalau kamu membawa ke istana dan bermain dengan kakek nenek,oke? disana ada halaman rumput yang luas,anjing ini akan berlari dengan gembira"


Candice tidak bisa menahan tawa,pria bermuka dua ini sungguh pintar menipu anaknya, dan bermain trick agar bryan mau tinggal di istana gong tanpa paksaan.


"Ya! aku mau, kapan daddy akan mengantar ke istana, aku sudah tidak sabar bermain dengan fluffy?"


"Aku akan mengantarmu sekarang?" bernett tersenyum puas.


"Kalau kamu pergi ke istana, dengarkan nenek dan kakek, kamu harus patuh" candice mengingatkan.


"Ya, aku akan dengarkan dan patuh, aku akan merawat fluffy dengan baik" di mata bryan fluffy adalah anak kecil yang membutuhkan perawatan dibanding dengan dirinya sendiri.


Candice saat ini tidak perlu khawatir, ide bernett sangat brilian, mungkin sikecil akan pergi ke istana setiap pekannya.


Sebelum mengantar sikecil bernett berkata pada candice."Malam ini ada perjamuan bisnis, kamu temani aku"


"Aku tidak akan pergi,aku akan menemani linda, belakangan ini suasana hatinya sedang tidak baik" candice tidak terbiasa menghadiri perjamuan dan suka tempat keramaian.


Bernett juga tidak memaksanya, ia memandang wajah candice penuh arti."Baik, aku usahakan pulang lebih awal malam ini"


Di perjamuan kali ini, keluarga gong membutuhkan hubungan sosial kelas atas, bernett tidak bisa absen kali ini.


Canidice melambaikan tangan pada sikecil.


"Bryan,selamat bersenang- senang"


Candice melihat anaknya membawa anjing di pelukan dengan expresi hati- hati itu, sangat menggemaskan.


Setelah kepergian mereka candice merasa bingung, apa yang harus dikerjakan, ia memutuskan untuk bersantai sambil menonton televisi.


Kediaman keluarga lu.


Hari sabtu andreas pulang ke rumah ibunya seperti biasanya..Ia membawa hadiah gelang giok seharga 500 jutaan, berharap bisa mengambil hati ibunya untuk menyerahkan foto candice..


Sherry menerima hadiah dengan bahagia, namun ketika andres membahas masalah foto, expresi wajahnya berubah menjadi tidak enak di pandang.


"Andreas,lebih baik kamu tidak usah bertanya, aku tidak akan menyerahkan foto itu"


"Ma, aku dengar kamu kalah main mahyong kemarin, di dalam kartu ini ada uang dua milyar, kamu bisa bermain lagi" andreas menaruh kartu atm di meja, untuk mengambil hati ibunya.


"Kenapa debby tidak datang?" sherry penasaran.


"Dia pulang ke rumah orang tuanya"


Saat ini ponsel sherry berdering, setiap akhir pekan teman- temannya mengundang bermain mahyong.Temannya berkata kurang 1 orang, sheryy tersenyum."Baik, limabelas menit lagi aku sampai"


"Ma,apakah kamu ingin pergi bermain mahyong?"


"Aku akan bermain sebentar, aku pulang saat makan siang, kamu tunggu aku pulang dan makan bersama"


"Baik,aku akan istirahat di rumah"


Begitu ibunya pergi,andreas pergi ke kamar ibunya, karena ibunya tidak mau memberikan, ia hanya bisa mencari sendiri foto itu.


Foto candice juga tidak terlalu penting bagi sherry,jadi tidak menaruhnya di dalam brangkas, ketika andreas membuka lemari melihat amplop di atas brangkas.ia mengambilnya di dalam adalah foto candice.


Andreas menghela nafas lega menemukan foto ini,ia membawa keluar amplop langsung menuju mobilnya.


Di dalam mobil andreas membuka amplop lagi, ia melihat foto dengan seksama,ketika itu anggie mengambil foto dengan sembarangan dan banyak lebih dari dua foto di dalam amplop.


Candice dengan rambut berantakan di dalam foto,tulang kupu- kupunya terlihat indah, kulit putih mulus,wajahnya yang cantik, andreas melonggarkan celananya, ada gerakan di bawah.


Benar- benar konyol dan bodoh, saat itu wanita ini tepat di depan matanya, dia dulu mengabaikannya,namun sekarang malah menyukainya lagi.


Apakah tuhan sedang menghukumnya?


Sekarang di sekeliling andreas tidak kekurangan wanita yang berinisiativ naik ke ranjangnya,hanya sekarang andreas hanya memikirkan candice di dalam hatinya.


Tiba- tiba andreas memikirkan rencana dengan foto- foto ini, ia harus mengancam candice untuk meninggalkan bernett gong, bila ingin foto ini jatuh ke tangannya.


Candice menelepon linda, ternyata linda sedang sakit hari ini, candice memutuskan memesan taxi untuk menemani linda dan memasak makanan untuknya.