
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Pagi hari
Di langit Negara X, langit sangat mendung. Seolah-olah negara ini penuh dengan kekacauan.
Clint pagi hari sudah bangun, ia sudah memakai kaos dan celana jeans panjang. Ia berjalan keluar ke gedung konsulat. Seharusnya vivi sekarang bekerja disana.
Ketika clint datang, ia mendengar vivi sedang menghibur sekelompok orang yang tinggal di negara X.
Clint juga tidak mengganggunya, ia berdiri di depan pintu bersama dengan staff melihat situasi di dalam.Vivi memakai setelan jas formal. Seluruh tubuhnya mengeluarkan aura yang sulit untuk di jelaskan, membuat orang-orang bergantung dan percaya padanya. Ucapan vivi mewakili negara, penduduk Juga mendengarkan dengan tenang hingga selesai.
Vivi segera pergi ke ruang istirahat dan asisten segera memberinya sebotol air.Saat sedang minum vivi melihat sekilas seorang di depan pintu dan berjalan masuk.
Ia yang sedang minum terkejut dan tersedak air minum, ia menutup mulut dan batuk.
"Uhukk.." vivi benar-benar terkejut melihat clint berada disini.
Awalnya clint ingin memberikan sebuah kejutan, tidak di sangka malah membuatnya terkejut hingga tersedak air.
Clint tersenyum dan bergegas menepuk ringan punggungnya.
Vivi berkata dengan tidak senang."Kenapa kamu datang?"
"Aku mendengar kamu datang kesini untuk bekerja,jadi aku meminta datang kesini untuk melihatmu" clint tersenyum.
Namun vivi tidak bisa tersenyum, berkata dengan kesal."Apakah kamu tidak tahu kondisinya sekarang? disini sangat berbahaya, kamu tidak ada pekerjaan untuk apa datang kesini?"
Vivi cukup marah, seharusnya clint tidak datang kesini.
Clint berusaha menghiburnya."Jangan khawatir, aku datang kesini hanya ingin membantumu, tidak akan menambah kekacauan, aku bisa menjaga diri sendiri"
Vivi masih marah."Apakah kamu tahu, setelah turun dari pesawat,kamu tidak boleh langsung kembali ke dalam negeri? disini sedang ada virus yang menyebar, meskipun tidak terinfeksi , tapi negara sangat mementingkan hal ini, jadi, meskipun kita mempunyai pesawat tidak akan bisa pulang"
"Kalau begitu jangan pulang, tinggal disini dulu untuk beberapa waktu"
"Kamu..." vivi marah hingga memukul dadanya.
"Clint, kamu bodoh sekali"
Clint mengulurkan tangan dan langsung memeluknya, ia bisa melihat kemarahannya dan mencoba menghibur."Sudah jangan marah lagi"
Kali ini vivi tidak marah lagi, kedua matanya memerah,ia tidak tahu mengapa sang pria bisa muncul disini.Tapi ia mempunyai firasat kemunculan sang pria ada hubungannya dengan dirinya. Vivi memeluk tubuhnya erat-erat di negara ini juga membutuhkan pelukan sebagai tempat istirahat dan kemunculan clint menguatkan hatinya.
Di dalam hati clint ada getaran, pelukan ini adalah yang paling di sukainya.
Setelah selesai memeluk, vivi mendorongnya pergi."Kamu pergi ke ruang istirahat saja! aku masih ada pekerjaan yang harus di kerjakan"
"Apakah ada yang bisa aku bantu?"
Vivi menggelengkan kepalanya."Negara mengirim banyak personil ke sini, mereka melakukan pekerjaan masing-masing, jika kamu tidak ada pekerjaan bisa pergi ke pos pemeriksaan"
"Baik, aku akan kesana untuk membantu, nanti malam aturlah sebuah kamar di dekatmu"
Vivi berpikir sebentar."Baiklah, aku akan menyuruh orang mengatur kamar kosong untukmu, kamu pergi bantu saja dulu"
"Lalu, siang bisa makan bersama tidak?"
"Siang hari kami selalu makan di kantin! jika kamu datang langsung bisa menemukanku"
Clint pergi dengan senyuman puas.
Melihat sosoknya pergi, dalam hati vivi bertambah motivasi,pekerjaanya disini cukup berat dan malam hari tidak dapat tidur nyenyak.
Kemunculan clint memberikan sebuah kekuatan.
Clint pergi ke pos pemeriksaan untuk membantu.Ia dapat membantu dengan muda, ini sesuai dengan bidang keahliannya.
Siang hari.
Setelah menyelesaikan pekerjaan clint pergi ke kantin,ia mengambil makanan dan menemukan sosok vivi sedang duduk dengan orang-orang dari kementrian luar negeri.
Vivi melihatnya dan melambaikan tangannya. Clint duduk depannya, makanan sangat sederhana,tapi, baginya makanan ini sangat lezat.
Vivi tersenyum."Sungguh sudah menyulitkan tuan muda sepertimu"
Clint langsung merasa tidak nyaman, lalu berkata." Siapa yang bilang aku tuan muda yang hidup di lingkungan makmur dan kaya? papaku tidak pernah membiasakanku, sejak kecil aku di biarkan hidup bebas, aku adalah orang yang bisa menghadapi kesulitan apapun"
Vivi tidak bisa menahan tawa dan cekikikan.
"Benarkah?"
Vivi memperkenalkan clint pada rekan kerjanya, namun tetap menyembunyikan identitasnya. Berada di negara asing identitas clint juga masih berbahaya.
Clint di perkenalkan sebagai seorang dokter, semuanya juga percaya.
Selesai makan masih ada waktu setengah jam, vivi menemaninya jalan-jalan di sekitar, membahas tentang masalah negara ini. Meskipun clint tidak menyukai politik, namun wawasannya luas.
"Negoisasi kali ini, pasti akan berjalan sulit"
"Benar, akan penuh kesulitan, bahkan pemimpin negara ini ikut terlibat, para orang extrem pasti akan sulit melepaskan para sandera, setiap saat akan dipukul dan dimarahi" vivi merasa sangat khawatir.
Clint sungguh ingin berbagi kekhawatiran dengannya, namun situasi saat ini tidak bisa di tanggung oleh satu orang.
"Nanti sore aku akan pergi ke pemerintahan disini, apakah ada cara yang lebih baik"
Clint merasa kasihan melihat wajahnya yang sedikit memucat."Asal kamu melakukan yang terbaik sudah cukup, jangan sampai terlalu di paksakan, tubuhmu juga sangat penting"
"Aku tahu batasan tubuhku sendiri" vivi tertawa.
"Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu"
Vivi teringat sesuatu,lalu berkata."Kamu datang kemari,apakah sally tahu?"
Clint tertegun sejenak."Kenapa harus membiarkannya tahu?"
"Bukankah dia adalah pacarmu? kamu sebagai pacar keluar negeri, seharusnya memberikan kabar padanya"
Clint langsung tertawa."Siapa yang mengatakan dia adalah pacarku"
Vivi melihatnya,lalu bertanya dengan serius.
"Apakah bukan?"
"Tentu saja bukan, dalam pandanganku, hanya memandang sebagai adik kelas, untuk saat ini aku belum mempunyai pacar" clint ingin memberitahu masalah ini.
Vivi terkejut dengan kata-katanya, dia tidak mempunyai pacar, beneran atau bohongan?
Karena vivi sudah bertanya, clint juga lebih serius."Lalu bagaimana denganmu? apakah kamu sudah memberitahu pacarmu?"
Kali ini giliran vivi yang terkejut."Pacarku? darimana aku punya pacar?"
Clint terlihat senang, wajahnya menjadi berseri-seri.
Vivi tertawa,lalu tersenyum."Kenapa? kenapa mendengar kabar ini terlihat bahagia?"
"Tentu saja" clint langsung meresponnya.
"Kenapa merasa bahagia?" vivi lanjut bertanya.
"Karena" terlihat wajah malu clint.Akhirnya memberanikan diri berkata."Karena aku menyukaimu! aku ingin mengejarmu"
Dalam hati vivi bergetar hebat, apa yang dia katakan barusan? ia tidak salah dengar.Vivi kembali bertanya.
"Bukankah kamu menyukai gadis seperti sally yang seumuran denganmu?"
Clint menggelengkan kepalanya."Yang aku suka adalah kamu! vivi, aku menyukaimu"
Dalam mata vivi ada genangan air mata bahagia, ia merasa terkejut dan tidak tahu harus melakukan apa?
Mendadak dia menyatakan cinta, bahkan bermimpipun vivi tidak berani memikirkannya, clint mengatakan aku menyukaimu.
Mungkin karena masalah umur, tidak berani menunjukkan perasaannya, merasa rendah diri dan tidak percaya diri.
"Clint, apakah kamu serius? kamu tahu sekarang aku sangat sibuk sekali.Sangat sibuk hingga tidak ada waktu mendengarkan kata-kata bohong, apakah kamu yakin menyukaiku?" vivi bertanya lagi untuk memastikannya.
Clint yang mendapatkan tantangan bersuara dengan tegas."Vivi chu,aku menyukaimu, ini bukan kata-kata bohong,ini kata-kata tulusku"
Vivi yang mendengarkan sekali lagi hatinya bergejolak penuh kebahagiaan, ia tersenyum, senyumannya penuh kebahagiaan,sangat ceria.
"Lalu, kamu bagaimana?" clint bertanya dengan gugup.
Vivi menggigit bibirnya."Saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membicarakannya, tunggu waktu yang tepat, aku akan memberitahumu"
Saat ini asisten vivi mendekat, vivi berkata pada clint."Kamu pergi kerja dulu! nanti malam baru bertemu lagi"
Hati clint tidak terpengaruh dengan kata-katanya.Ia tidak ingin terburu-buru mendapatkan jawabannya, karena di dalam hatinya sudah mendapat jawaban.Ia tahu, vivi pasti menyukainya, kalau tidak,ia tidak akan salahpaham kalau sally adalah pacarnya.
Clint mengangguk."Baik, nanti malam bertemu lagi"
Saat ini vivi hanya merasa senang sesaat, clint sudah menyatakan cinta padanya, namun dirinya harus menyimpan di lubuk hatinya dan bergegas memikirkan pekerjaan.
Vivi dan asistennya naik ke mobil dan langsung pergi ke pusat pemerintahan negara X, sepanjang jalan mendengarkan bawahannya melapor.Sekarang dirinya termasuk pejabat tinggi dan harus mengambil keputusan.
Perjalanan vivi kali ini memperjuangkan kepentingan negara dan rakyat. Di pos pemeriksaan clint juga bekerja dengan terampil dan ingin membuat pekerjaan vivi semakin sukses.