Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Menemani gadis kecil


Selesai makan di restoran candice membawa anaknya ke tempat hiburan anak- anak untuk menghabiskan waktu, hampir setiap hari anaknya dikurung di dalam rumah.


Bernett juga setuju, ia sudah menyiapkan enam pengawal berpakaian santai untuk mengawasi.


Disana juga wahana untuk orang dewasa, jadi candice mencoba rollercoster untuk melepaskan penatnya.


Bryan menunggu di bawah dijaga pengawal, bernett dan candice duduk bersebelahan bermain rollercoster, sebenarnya bernett tidak tertarik, tetapi terus di paksa anaknya untuk menemani mommy.


Tidak lama kemudian rollercoster mulai bergerak, candice cukup ketakutan dan berteriak.Tiba- tiba tangan candice di pegang oleh bernett, ia merasa mendingan.


"Mommy, keren sekali" teriak sikecil saat mereka berdua turun dari rollercoster. Candice merasa sedikit pusing.


"Ini air untuk mommy"


"Ini air untuk daddy"


Setelah meminum air kebugaran candice kembali normal, ia tidak mau coba- coba lagi permainan memicu adrenalin.


Candice hanya menemani permainan anak- anak, seperti komedi putar, kereta mini, dll.


Mereka bertiga bermain di tempat hiburan sampai pukul limasore.Bernett melihat ibu dan anak kelelahan berniat makan di restoran terdekat baru pulang ke rumah.


Begitu sampai di restoran hp bernett berbunyi, namun dia tidak berencana untuk mengangkat, membuat candice penasaran." Kenapa tidak diangkar?"


"Tidak penting" selesai bicara bernett menyetel hp ke mode diam dan memasukkan ke saku celana lagi.


"Kamu angkat dulu teleponnya, siapa tahu ada urusan penting, biar aku makan duluan dengan bryan"


"Aku tidak sibuk" merasa tidak senang, mengapa laura meneleponnya.


Disaat yang sama laura sedang duduk di balkon rumahnya,ia menebak- nebak alasan bernett tidak menjawab teleponnya, padahal sudah menelepon beberapa kali.


Dalam pesta kemarin, laura mengira bernett tertarik padanya dan mengajaknya berdansa.


Namun pria ini sangat sopan ,bahkan tidak meraba punggung atau tangannya, selesai dansa langsung kabur begitu saja.


Setelah sampai di rumah bernett langsung memandikan sikecil, bryan sudah mengantuk karena waktu di mobil sudah menguap dan mengucek matanya..


Candice masuk kamar sikecil, ia melihat sikecil sudah terlelap, ia tidak tahan untuk tidak menciumnya.


"Jangan cium- cium bryan dia sudah tidur" kata bernett yang habis membacakan buku cerita.


"Memangnya kenapa,kalau aku cium anakku?" candice kesal.


Bernett menarik tangan candice keluar kamar anaknya, ia menekan tubuhnya ke dinding.


"Kalau kamu mau cium, cium saja aku, katanya wajah kita berdua sama" kata bernett.


"Siapa bilang, Aku tidak ingin menciummu" candice sedikit malu.


"Kenapa tidak?"


"Masa berlaku ciuaman satu bulan sudah berakhir"


"Kalau sudah berakhir, tinggal buat yang baru saja"


"Kamu masih ada cara untuk mengancamku?"


"Banyak"


"Sebutkan satu saja"


"Aku bisa membeli carmen corp, dan menendangmu keluar"


Candice kesal langsung mengubah topik pembicaraan."Kamu lebih baik urusi dulu nona hou"


"Kamu kenapa bahas wanita itu?" bernett merasa tidak senang


"Apa jangan- jangan kamu tidak tahu berita mengenai dirimu di pesta dansa dengan laura sudah membanjiri di internet?banyak orang sedang membahas pernikahan bisnis keluarga gong dan keluarga huo"


Bernett cukup mengerti kenapa wanita ini kemarin murung.


"Hak pernikahanku berada di tanganku sendiri, kamu jangan berfikir sembarangan" setelah mengatakan bernett pergi ke kamarnya.


Candice juga merasa campur aduk ikut pergi ke kamarnya.


Di dalam hotel


Bernice sebenarnya sudah tidak ketakutan lagi akibat kejadian semalam.Di hatinya sudah terisi sosok nickson yang membuatnya lebih berani.


Saat bernice fokus meminum anggur merah ia mengganti chanel televisi , apesnya bernice melihat siaran langsung sebuah kecelakaan , saat melihat darah yang banyak bernice kembali ketakutan.


Ia sudah tidak tahan lagi akhirnya harus mencari penghibur, ia menelepon nickson.


"Bernice" sapa nickson


"Iya,ini aku,apakah kamu sudah tidur?"


"Kenapa?"


"Tidak apa- apa, aku hanya ingin mendengar suaramu"


"Takut lagi?"


"Iya, aku barusan tidak sengaja melihat berita kecelakaan"


"Benar- benar pintar, pergi lihat komedi"


"Jangan matikan teleponnya,aku mohon, aku masih ingin mendengar suaramu" bernice mengira nickson akan segera mematikan telepon.


Nickson merasa hatinya menghangat karena suara memohon bernice.Ia sampai lupa menjawab.


"Kamu temani mengobrol, aku akan mentraktir makan selama sebulan"


"Aku tidak punya waktu sebulan untuk tinggal disini" jawab nickson


"Kalau begitu kamu masih tinggal berapa lama?"


"Paling cepat seminggu..paling lama sepuluh hari"


Perasaan kecewa menusuk hati bernice, ternyata pria ini masih pergi untuk bertugas lagi.


"Bukankah kamu tinggal disini untuk tinggal?"


"Aku disini untuk menjenguk orang sakit, cepat tidur, jangan memikirkan yang tidak- tidak."


"Baiklah, bye"


Di dalam rumah sakit.


Di dalam kamar pasien, ayah nickson begitu melihat putranya masuk."Kamu pulang saja, cukup aku saja yang menjaga disini"


"Tidak, biarkan aku saja yang menjaganya" ucap nickson pelan.


"Kondisi kakekmu sudah stabil, sebentar lagi aku juga beristirahat di kamar sebelah di gantikan suster, kamu pulang saja"


"Kalau begitu, aku akan kesini lagi besok"


Nickson sudah mengendarai mobilnya, ia berhenti di persimpangan jalan ke kiri adalah jalan pulang , kanan adalah tempat hotel bernice.


Teringat bernice ketakutan lagi, nickson tanpa ragu berbelok ke kanan.


Sekitar pukul duabelas malam bernice mendengar bel pintu dan menjadi ketakutan, ia berfantasi liar dengan hal- hal mistis, namun setelah berbunyi lebih dari lima kali , ponsel bernice berbunyi.


"Halo kakak nickson, ada yang menekan bel pintu membuatku ketakutan"


"Buka pintu, aku sudah di depan pintumu" perintah nickson pelan


"Oh baiklah" bernice merasa senang.


Rasa takut di hati bernice langsung hilang, ia membuka selimut yang menutupi tubuhnya, berlari membuka pintu.


Nickson melangkah masuk, bernice penasaran.


"Kamu kenapa tiba- tiba kemari?"


"Bukankah kamu takut, aku kesini untuk menemanimu"


"Aku..iya sedikit takut" bernice berbohong padahal dia sudah melupakan ketakutan.


"Apa kamu punya pakaian pria disini?" nickson berfikir untuk mandi.


"Tentu saja, aku akan ambilkan pakain cadangan untuk pria" bernice mengambilkan pakaian.


"Percaya padaku, ini pakaian bersih"


Nickson mengambilnya dan masuk ke kamarnya.


Bernice tersenyum cukup indah, ternyata nickson cukup baik masih mau menemaninya di hotel.