Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Memikirkannya


Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


Candice hari ini ingin mengunjungi ibunya, bernett sebelum berangkat ke kantor mengantarkannya ke kediaman keluarga Xi.


Ibu candice sudah menyuruh pembantu untuk menyiapkan makanan berbagai menu, Ia takut anaknya tidak berselera makan.


"Candice,ceritakan tentang ayahmu padaku" nyonya xi bertanya dengan penasaran,ia kehilangan ingatan merupakan hal yang paling menyedihkan,ini seakan-akan pengalaman hidupnya menjadi sia-sia.


Candice sendiri juga tidak banyak mengingat tentang ayahnya,ia sekarang samar-samar lupa dengan ingatan masa kecilnya dan hanya ingat sebagian besarnya.


Ia terdiam dan berfikir,apakah karena hamil ingatannya menjadi buruk?tapi,ia menghibur diri perempuan saat hamil menjadi bodoh.


Ia hanya menceritakan beberapa hal yang masih di ingatnya dan memberikan ponselnya pada ibunya memperlihatkan foto ayahnya.


Nyonya xi menjadi sedih melihat lelaki yang cukup tampan.


"Ibu, apakah kamu tidak ingat sama sekali dengan masa lalumu?"


"Aku sebenarnya tidak ingin melupakan,namun aku tidak berdaya" nyonya xi memegang tangannya."Candice, kamu jangan seperti diriku, kamu harus mendengarkan kakakmu dan melakukan pemeriksaan dengan baik"


Candice menjadi khawatir,sekarang sudah waktunya untuk pemeriksaan,namun karena sedang hamil tidak akan melakukannya,Ia tidak akan melakukan Ct scan, sinar radiasinya membahayakan untuk anak di dalam perutnya.


"Candice, sebelum aku hilang ingatan, aku sudah menceritakan punya putri di luar pada daniel, kalau tidak aku tidak ingat lagi padamu"


"Ibu" candice bersandar di pelukan ibunya.


"Jangan khawatir sekarang kami akan selalu berada di sisimu"


Candice tersenyum."Apakah kakak malam ini akan pulang?"


"Akhir-akhir ini dia sangat sibuk dan jarang kembali"


"Ibu, apakah kakak akan mewarisi kedukukan paman sebagai presiden?" candice cukup penasaran mengenai hal ini.


Nyonya xi mengela nafas."Aku sebenarnya berharap kakakmu tidak menduduki posisi tersebut,karena sekali duduk disana tekanan akan semakin besar,tapi,clint tidak tertarik sama sekali dengan kedudukan itu,dia mencintai sekolah kedokteran,pamanmu juga tidak bisa berbuat apa-apa,hingga posisi tersebut hanya akan jatuh pada kakakmu"


"Kakak adalah orang yang hebat dan pasti bisa menjadi presiden"


"Semoga seperti itu" nyonya xi tidak membayangkan anaknya menjadi presiden.


Sore hari bernett menjemputnya kembali ke istana, sekarang bryan sudah hampir tumbuh setinggi satu meter dan wajahnya semakin terlihat persis dengan ayahnya.


Ia sudah bisa mengerjakan pr sendiri dan sekarang sedang bermain piano dengan nenekya.


Melihat kedua orang tuanya masuk bryan memeluk kedua kaki mereka."Daddy,mommy, aku akan memainkan sebuah lagu untuk kalian"


"Baiklah" candice tersenyum


Bacah kecil dengan lincah memainkan piano tidak ada nada yang salah,hannah yang berada di sebelahnya merasa senang dan bangga, cucunya sangat pintar dan berbakat.


Candice dan bernett juga bahagia, anaknya sudah lebih pintar dari anak seusianya.


Di cafe


Floren berdiri di depan cafe dan di sebelahnya ada seorang karyawan perempuan."Floren, kamu tinggal dimana?"


"Aku tinggal di rumah seoarang teman"


"Apakah temanmu akan datang menjemputmu?"


"Iya"


Saat ini ada mobil hitam yang di kenalinya, ia tersenyum pada temannya."Sampai jumpa besok"


"Bagaimana pekerjaanmu hari ini?"


"Baik, disini tidak terlalu sibuk"sang gadis tersenyum


"Apakah kamu menyukai suasana kerja disini?"


"Aku menyukainya, lagipula disini dekat dengan denganmu" floren mengaku dengan terus terang.


Daniel tidak menjawabnya, ia hanya fokus melihat kedepan.


"Sebaiknya kita pergi ke mall terdekat dan membeli beberapa kebutuhanmu"


"Baiklah"


Di dalam mall floren tidak pemilih, semua yang di pilihkan daniel dan dirinya merasa cocok akan di belinya.


Floren merasa senang dapat jalan-jalan bersama dengannya, daniel sendri merasakan pengalaman yang berbeda, ia biasanya akan menyuruh asistennya untuk membeli semua kebutuhannya.


Di area makanan ringan daniel bertanya dengan kasih sayang."Kamu mau makan apa,kamu bisa memilih sendiri"


Floren mengambil cokelat dan beberapa makanan kesukaannya.


"Ambillah lebih banyak, kita tidak akan sering datang kesini"


"Ini sudah cukup"


Sesampai di dalam mobil daniel mengeluarkan bungkusan kentang goreng dan menyerahkan padanya."Makanlah ini terlebih dahulu untuk mengganjal perutmu"


Floren mengangguk,ia makan dengan gembira.


Di dalam dapur floren ingin membantu daniel untuk memasak, namun daniel menolaknya.


"Tunggulah diluar, setengah jam lagi, kita akan makan bersama"


Sebelum pergi floren bertanya."Apakah boleh menggunakan ipadmu?"


"Boleh"


Floren tersenyum mengambil ipad dan berjalan ke ruang tamu,ia ingin mempelajari jenis-jenis kopi.Sekarang ia sudah bekerja di coffe shoop, jadi harus mengetahui beberapa jenis kopi.


Setelah beberapa saat daniel membawa dua piring sayur dan satu piring sop meletakkan di meja makan.


Keahliannya dalam memasak tidak perlu di ragukan lagi, floren tersenyum dan mengacungkan jempolnya."Kamu sangat hebat"


"Aku hanya ingin menjadi mandiri dan mempelajari memasak dengan serius" daniel menjadi sedikit bangga.


Floren tidak bisa menahan tawa, pria ini sombong sekali.


"Sudahlah, kamu jangan tertawa lagi,cepat makanlah"


Walaupun tubuhnya ramping sang wanita makan lumanyan banyak,daniel sendiri merasa puas di dalam hatinya, wanita ini makan dengan lahapnya.


Sekarang dia seperti sedang membesarkan gadis kecil dan harus merawatnya dengan baik


Malam ini,floren tidak ribut ingin tidur bersama dengannya, daniel memberikan ipadnya untuk mendengarkan lagu dan bermain internet.


Selama dia bahagia pasti rasa takut di dalam hatinya akan hilang secara perlahan.


Daniel sedang berbaring di ranjangnya, ia sama sekali tidak merasakan kantuk dan memikirkan ranjangnya selama dua hari sudah di tiduri seoarang gadis kecil dan teringat dengan ciuman mereka berdua, sekarang daniel semakin tidak merasakan ngantuk.


Ia merasa lucu, sebenarnya ada apa dengan dirinya? bagaimana bisa ia tertarik dengan gadis kecil tersebut?


Selama ini daniel hanya fokus pada urusan politik dan menghindari urusan dengan wanita.


Apa yang salah dengan wanita tersebut,dia cantik,imut,hanya saja usianya masih terlalu muda.