Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Berciuman


Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Andreas meletakkan dokumen dengan keras ke meja,lalu menatap tajam debby."Apa yang kamu lakukan disini?"


"Andreas, aku kesini untuk meminta maaf padamu, selama kamu mau memaafkanku, aku bersedia melakukan apapun yang kamu perintahkan"


Andreas mencibir."Bisa melakukan apa saja?"


"Ya! apapun,selama kamu memaafkanku"


"Aku ingin kamu menandatangani surat perceraian"


Debby menatap andreas dengn ngeri."Apa? kamu ingin menceraikanku?"


Andreas berkata dengan dingin."Ya, wanita jahat sepertimu tidak pantas menjadi istriku"


Debby merasa panik dan putus asa."Tidak.. aku tidak mau bercerai denganmu,aku sangat mencintaimu"


"Tapi, aku tidak mencintaimu lagi, dan kamu juga ingin mencelakai candice"


Di kantor Canbry jewerly corp


Di meja candice ada dua pot bunga krisan yang baru di beli.Bunga terlihat cerah dan indah.Ia menatap bunga dengan seksama, biasanya candice mendesain sesuai imajinasi, tapi sekarang merasa agak kesulitan dengan tema bunga krisan.


Dia telah mendesain beberapa sketsa dalam dua hari ini, namun ia membatalkan.Cliennya adalah anggota keluarga kerajaan, jika karya seni biasa tidak akan terlihat mencolok.


Ia melangkah ke ruangan vera."Vera, bisakah kamu membelikan aku kopi?"


"Oke, tunggu sebentar" vera berdiri,ia tahu candice punya beban berat akhir-akhir ini.


Candice melamun memikirkan sketsa dengan tema bunga krisan yang rumit.


Saat ini bernett mengajaknya makan siang, namun candice menolak tidak ada ***** makan.


"Halo" suara malas candice.


"Bagiamana? apakah sangat lelah?"


Candice menggigit bibirnya."Aku kehabisan inspirasi"


"Apakah tentang desigh untuk anggota keluarga kerajaan?" bernett bertanya.


"Ya! aku tidak punya ide,waktu tinggal satu bulan,aku harus membuat perusahaan ini terkenal" candice merasa tertekan.


"Lalu, apa yang kamu lakukan sekarang di kantor?"


"Aku sedang melamun, aku baru saja menyuruh vera membeli kopi untukku,aku harap setelah minum kopi bisa menemukan inspirasi"


"Minum kopi,itu tidak baik untuk perutmu, setelah sepuluh menit aku akan membawamu ke suatu tempat"


"Sekarang?"


"Iya, sekarang"


"Apakah kamu tidak ada kerjaan?"


"Tidak ada yang lebih penting dari wanitaku" bernett menutup telepon.


Pada saat ini hati candice berbunga-bunga, senang, tidak sabar menunggu kedatangan bernett.


Vera membawa kopi dari kedai kopi dari dekat perusahaan."Kak candice, ini kopinya"


"Vera, aku akan keluar sekarang, kopi untukmu saja atau berikan pada siapapun?" candice tersenyum cerah.


Vera mengedipkan matanya genit."Apakah kamu akan pergi dengan tuan gong?"


"Bagaimana kamu tahu?" candice sedikit terkejut.


Vera tersenyum."Karena, hanya dengan janji tuan gong, kak candice akan kelihatan bahagia di wajahnya"


"Ya, sangat kelihatan" vera mengangguk.


Pada saat ini, candice tidak menyangkal telah jatuh cinta pada bernett,ia mencintai karena perhatian dan kasih sayang sang pria.


Candice menunggu di lantai bawah, setelah beberapa saat mobil hitam parkir di depan perusahaan.


Ia berjalan ke mobil bernett dan duduk di depan kursi penumpang, ia tersenyum melihat wajah ganteng bernett di sebelahnya.


"Kemana kita akan pergi?"


"Kamu akan tahu nanti" bernett bersikap misterius dan segera mengendarai mobilnya.


Candice semakin penasaran,namun ia senang pria ini pasti akan memberikan kejutan padanya.Tentu saja,kemanapun sang pria membawa kemana, candice sudah senang memiliki waktu berduaan.


Ia melihat ke luar jendela, suasana hatinya sedang berwarna duduk di sebelah bernett, Ia membuka sedikit kaca jendela, angin segar menerjang wajah putihya.


Setelah keluar dari jalan raya, mobil melaju selama 40 menit, ini bukan jalan utama dan di sebelahnya ada banyak pohon besar.


Candice tidak ingin bertanya, ia menikmati pemandangan yang cukup indah di sekitarnya.


Pirkiran candice melayang saat melirik ke arah bernett, pria ini sudah menjadi racun bagi candice, Sekarang pikiran candice hanya ingin mencium sang pria.


"Tebak, apa yang ingin aku lakukan sekarang?" candice tersenyum indah.


Bernett menatap wajah imut dan cantiknya, ia benar-benar tidak bisa menebak apa yang ingin dilakukan wanita ini?


"Apa yang ingin kamu lakukan?" bernett tersenyum.


Candice menunduk malu."Aku ingin menciummu"


Bernett seketika menepikan mobil ke tempat aman, wajah tampannya menatap liar wanita di sampingnya. Ia mencondongkan tubuhnya ke arah candice.


"Ada apa?" candice sedikit bingung


"Aku ingin memberikan kesempatan untuk menciumku" bernett tersenyum indah.


"Disini?"


"Tidak ada sekitar sini, ini kesempatan bagus kamu menciumku" bernett tersenyum wajahnya hanya berjarak satu jengkal dari candice." Mana ciumannya?"


Candice malu-malu mencium bibir bernett sebentar, kalau tahu begini tidak akan mengatakan.Namun saat menyudahi ciuman, tangan bernett menekan kepalanya untuk terus berciuman.


Bernett menghisap bibir merahnya, mereka berciuman selama dua menit, bibir candice sedikit bengkak,menambah pesona dalam wajahnya.


Dengan malu-malu candice mendorong tubuhnya menjauh."Sudah,kamu tidak akan pernah ada habisnya"


Bernett tersenyum."Jelas-jelas kamu yang ingin menciumku duluan"


Candice memang ingin menciumnya, namun bukan di pinggir jalan seperti ini.


Bernett kembali mengendarai mobilnya,wajah candice sedikit panas, setelah tikungan tajam, matanya melebar besar.


Melihat lautan bunga di depan,candice membuka kaca jendela, bau harum bunga tercium begitu segar,di tengah lautan bunga ada beberap gazebo untuk istirahat.


"Astaga! begitu indahnya" candice merasa takjub.


Bernett menyukai expresi bahagia dan puas candice.Tadi setelah menelepon bernett sengaja memanggil bella ke ruangannya, dan merekomendasikan tempat ini,katanya disini ada basis bunga di kota ini dan disini ada sumber air panas, kebetulan orang-orang tidak mengetahui tempat terpencil dan sebagus ini


Bernett segera membawa candice kesini dan membatalkan pertemuan di sore hari dan diganti besok siang.


"Sangat indah, bagaimana kamu bisa menemukan tempat ini?" candice merasa bernett juga baru pertama kali databg kesini.


Bernett tidak menyembunyikannya."Ini, bella yang merekomendasikan.Tidak hanya menikmati bung disini, tetapi juga ada kolam air panas alami,kita dapat berendam bersama"


Candice seketika bersemangat."benarkah? ini sangat hebat"


Dengan kecepatan bernett menyetir, mereka sampai di lokasi pukul tiga sore,candice tidak perlu memikirkan putranya, bernett sudah mengatur ayahnya untuk menjemput.


Sekarang tidak turis yang datang kesini, karena bukan di akhir pekan, disini pembudidaya bunga sudah cukup modern dan ada beberapa teknologi.Oleh karena itu, disini dapat menghasilkan bunga sepanjang tahun dan dapat memenuhi permintaanbunga di perkotaan.Sore ini hanya ada beberapa pasangan muda yang datang.


Ketika mobil bernett sampai di parkiran, mobilnya kelihatan mencolok dan angkuh.