
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Rombongan mobil langsung menuju rumah sakit kerajaan untuk membawa yuna yang pingsan, ayah, ibu dan kedua paman yuna ikut ke rumah sakit.
"Bagaimana ibu ini bisa terjadi?" nyonya Xi duduk di kursi dengan khawatir.
"Bu, jangan khawatir,kakak ipar masih sangat muda, tidak akan terjadi apa-apa padanya" candice menghibur ibunya.
"Candice, sebulan lagi,tunggu semua hasil pemeriksaanku keluar, maka kamu bisa menerima pengobatan"
"Oke bu, aku juga sangat menantikan perawatan dan mengembalikan ingatanku" candice ingin mengingat kebersamaan dengan bernett dahulu.
Di rumah sakit
"Daniel, apa yang terjadi?" ibu yuna merasa khawatir anaknya sedang berada di ruang gawat darurat.
"Aku tadi naik untuk melihat yuna, kami hanya mengobrol sebentar dan kemudia dia pingsan"
Mereka hanya bisa menunggu hasil pemeriksaan dokter tentang kondisi yuna.
Setengah jam kemudian,pintu ruang gawat darurat terbuka,dokter dan perawat keluar ruangan dengan wajah sedih.
"Dokter, bagaimana kondisi putriku?apakah dia baik-baik saja" ibu yang bertanya duluan.
"Nona Yang,....dia menderita leukimia akut dan harus melakukan operasi penukaran darah" kata dokter
Daniel terkejut,bagaimana gadis yang begitu baik, tiba-tiba menderita penyakit itu?
Nyonya yang hampir pingsan di pelukan suaminya, semua orang dengan berat hati menerima kabar ini.
"Tidak... bagaimana mungkin?putriku biasanya sangat sehat,dia tidak mungkin menderita penyakit itu"
"Kami sudah memeriksanya,penyakit nona yang ditularkan dari luar, kita bisa menunggunya bangun dan berbicara padanya bagaimana mendapatkan virus ini?" setelah berkata dokter memberi hormat pada daniel."Tuan presiden, kami pasti melakukan yang terbaik untuk merawat nona Yang"
"Bagus! lakukan semua yang kalian bisa" daniel merasa berat dan belum bisa menerima pukulan yang begitu telak.
"Kami akan melakukan diskusi terlebih dahulu dan memberitahu bagaimana cara merawat nona Yang"
Yuna masih pingsan di dorong keluar ruangan dan menggunakan ventilator, ia akan di pindahkan ke ruangan lain.
"Putriku... putriku.. bagaimana ini bisa terjadi?" nyonya Yang menangis histeris.
Daniel mengikuti perawat ke ruangan rawat yuna,yuna sedang di pakaikan infus oleh perawat.
Mereka duduk di sekitar ranjang yuna,nyonya Yang masih menangis, clint menepuk pundak daniel untuk menghiburnya.
Meskipun daniel dan yuna tidak seperti sepasang kekasih, namun mereka masih menghormati satu sama lain.
Satu jam kemudian yuna terbangun dan merasa kaget sudah berada di rumah sakit.
"Yuna.. jangan takut, ibu ada disini" Nyonya segera memeluk putrinya.
Wajah yuna semakin pucat saat melihat semua orang berada di ruangan rawatnya, ia tahu semua orang pasti sudah mengetahui penyakitnya.
Yuna memandang daniel sangat sedih, daniel menatapnya dengan lembut."Yuna, jangan khawatir"
"Kamu akan baik-baik saja" Nyonya menghibur anaknya.
Yuna tersenyum pahit."Ibu, kamu jangan berbohong padaku, aku tahu yang terjadi padaku, aku terjangkit leukimia"
"Kamu... bagaimana kamu tahu?" nyonya merasa terkejut, semua orang juga merasa terkejut.
"Putriku,kapan kamu mengetahuinya?kenapa kamu tidak memberitahu kami" kata tuan Yang.
"Aku baru mengetahui sore ini, aku mimisan dan pergi periksa ke rumah sakit temanku, hasilnya baru saja aku dapatkan" Yuna memandang ke arah daniel."Maaf, aku tidak memberitahumu,bahwa aku sakit"
"Yuna, aku tidak menyalahkanmu,kamu harus menghadapi penyakit ini dengan optimis dan bekerja sama dengan dokter untuk pengobatanmu" daniel langsung menghiburnya.
Yuna tentu saja mengetahui,bahwa perawatan untuk penyakit ini akan sia-sia,Benar,dirinya akan bertahan untuk tiga atau lima tahun lagi, namun dirinya tidak akan menyakiti dirinya sendiri dan kemudian meninggal.
"Ayah, ibu, terima kasih telah membesarkanku, aku belum berbakti pada kalian,dan sudah menderita penyakit seperti ini.. "
"Jangan mengatakan hal bodoh, kamu akan selamat, ibu juga bersedia menukar nyawa denganmu" Nyoya tidak ingin putrinya merasa menyerah.
Yuna menangis di pelukan ibunya, ia belum bisa menerima takdir tuhan,mengapa dirinya bisa berpenyakit ini?
"Daniel, kamu pulang saja dulu, serahkan pada kami, kamu masih banyak pekerjaan di pemerintahan besok" Tuan yang berkata pada daniel.
"Tidak apa-apa" daniel tidak berencana untuk pergi, yuna sudah menjadi tunangannya dan harus menemaninya saat terpuruk seperti ini.
Pada saat ini daniel melakukan tugas sebagai tunangannya.
Ponsel daniel berdering,ternyata telepon dari ibunya,ia pamit keluar untuk menerima telepon.
Agar tidak menimbulkan kekhawatiran pada ibunya, daniel hanya mengatakan yuna masih dalam perawatan.
Yuna saat ini sudah tertidur karena efek samping obat,waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, kedua pasangan suami istri menasehati daniel dan sudah berterimakasih padanya, namun karena negara lebih penting daripada penyakit putrinya, daniel akhirnya pulang dengan paksaan mereka.
Tiga hari kemudian.
Nyonya Xi, candice dan semua anggota keluarga gong sudah mengetahui kondisi yuna.
Yuna sudah mulai melakukan perawatan,namun yuna menolak melakukan kemoterapi sambil menunggu donor sumsum tulang yang tepat, Hal ini membuat pasangan suami istri marah, Jelas-jelas putrinya bisa melakukan kemoterapi sambil menunggu pendonor, dengan begini yuna menerima dua pengobatan,namun dia malah menolaknya.
Pagi hari
Ketika dokter dan perawat melakukan pemeriksaan,yuna menyuruh kedua orang tuanya untuk keluar,karena dirinya ingin berbicara dengan dokter.
Setelah pintu ditutup yuna bertanya pada dokter dengan tenang."Dokter, berapa banyak waktu yang aku miliki?"
"Berdasarkan dengan tingkat penyebaran saat ini dan kamu menolak kemoterapi,di perkirakan masih ada enam bulan lagi,Nona yang, kamu masih sangat muda, kenapa kamu menolak untuk kemoterapi? dokter merasa aneh, setiap orang akan melakukan apapun untuk bertahan hidup.
Yuna tersenyum."Aku tidak ingin meninggalkan dunia ini dengan kesakitan dan suntikan selang di tubuhku"
Dokter mengerti, sepertinya dia sudah siap mati dengan tenang."Kamu dan tuan presiden baru saja mengumumkan pertunangan,lebih baik kamu memikirkan lagi, dia pasti tidak ingin kamu menyerah seperti ini"
"Dokter, ini sudah menjadi keputusanku, aku akan menulis surat terakhir,agar ini tidak menjadi tanggung jawab kalian"
"Nona Yang, kami akan memeriksa pendonor tulang yang cocok di seluruh Negeri secepat mungkin"
"Terima kasih"
Yuna kembali berkata."Aku tidak ingin tinggal di rumah sakit, aku ingin keluar saja"