Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Apakah kamu sudah ketagihan ciumanku


Di keluarga shen,debby sedang menemani ibunya bermain mahjong dengan wanita kaya lainnya.Debby menang banyak mencapai dua milyar.


Ketika semua orang sudah pergi ibunya bertanya pada debby."Bukankah tadi kamu bermain dengan senang? mengapa sekarang wajahmu murung begini?


Debby tidak bisa mengatakan di meja mahjong, sekarang sudah sepi."Ada seseorang yang ingin aku mati"


"Siapa yang berani melakukan ini pada anakku tersayang?"


"Mantan istri andreas lu , candice cheng"


"Apa?wanita yang diusir dari rumah itu telah kembali?" ibu shen mengatakan dengan jijik dan emosi.


Debby berkata dengan kesal." Iya, dia kembali untuk merayu andreas lagi,dan andreas terpikat olehnya, ini membuatku merasa malu"


"Apa?Berani- beraninya ia melakukan itu, apa hebatnya dia sampai merayu andreas"


"Ibu,tidakkah kamu tahu, sekarang candice menjadi desainer perhiasan,dia bisa bertahan sendiri dan melahirkan anak haram." debby berkata dengan marah.


"Wanita semacam ini,andreas masih tertarik padanya?" ibu shen tidak percaya menantunya orang seperti ini.


"Tapi masalahnya andreas yang menemui dan menghubungi candice, kamu tidak tahu, betapa sombongnya wanita jalang itu di hadapanku"


Ibu shen memeluk dan menenangkannya. "Debby, jangan khawatir, ibu akan membereskannya."


"Ibu, apa yang akan kamu lakukan?"


"Seorang ibu punya cara sendiri"


Restoran bintang lima


Candice berjalan diantar oleh pelayan ke ruangan yang telah dipesan bernett, bernett dan anaknya belum tiba, candice bukanlah orang kaya , tempat ini membuatnya canggung.


"Nona, apakah anda ingin memesan sekarang?"


tanya pelayan.


"Tidak, cukup beri aku teh hangat, terima kasih"


Candice menunggu kedatangan bernett dan anaknya.


Pelayan menyajikan minuman segelas, candice berdiri memandangi jendela lampu kedap- kedip di depan mata.Ia memikirkan masalalu yang begitu kelam.


Faktanya sekarang bernett bersedia membantunya menyelidiki masalah ayahnya untuk menemukan kebenaran,membuat pertahanan hatinya mulai goyah,karena pesona pria ini terlalu besar dan sulit untuk menolaknya.


Dia membantu masalah ayahnya cepat atau lambat garis pertahanan dirinya akan di patahkan oleh bernett,sekarang sebagai transaksi, tapi di masa depan lebih baik dia menerimanya.


Candice tersenyum,meskipun dia belum memiliki hubungan dengan bernett, tetapi dia sudah memikirkan masa depan.


Pada saat ini pintu ruangan diketuk dan di dorong terbuka,jantung canice berdetak kencang,pria ini sungguh mempesona,seperti racun lama- lama mengalir ke setiap sel dalam tubuhnya.


Bernett melihat wanita sedang memandang dirinya." Ada apa?"


"Mom, kenapa kamu masih memandangi daddy,


apa mommy jatuh cinta pada daddy?" bryan berkata dengan keras.


Candice langsung panik dan membuang muka, melihat anaknya."Anak kecil tahu apa?"


Bernett merasa gembira wanita ini mulai terpesona oleh dirinya. Ia hanya perlu perlu berusaha lebih keras dan menyelidiki masalah ayahnya, cepat atau lambat wanita ini akan jatuh cinta padanya.


Ini lebih cepat dari apa yang dia bayangkan, baru sebulan wanita ini sudah mulai tertarik padanya.


"Apakah sudah memesan makanan?" bernett bertanya.


"Belum" candice menggelengkan kepala.


"Kamu yang memesan, aku tidak tahu bryan mau makan apa?"


Candice kesal, di mata pria ini dirinya seperti anak kecil.


"Kalau begitu, aku tidak akan sungkan"


candice mengangkat alisnya.


Sikecil segera menempel ke tubuh ibunya seperti anjing kecil." Mom,bolehkah aku memesan ice cream? aku mohon"


Candice tidak tega menolak si kecil." Iya boleh, duduk dengan baik"


"Yess, aku cinta mommy" bryan duduk dengan tenang menunggu ice cream.


Bernett tersenyum melihat adegan ini.


Candice memesan satu set daging steak untuknya, dan bubur untuk si kecil, lalu mengembalikan menu pada bernett..


Bernett juga memesan steak dan beberapa makana penutup.


Bocah kecil tidak bisa duduk diam menunggu makanan ia mulai berjalan ke sofa yang ada di ruangan ini, bernett memandang wanita di depannya."Apakah sudah membeli kado, kalau belum aku akan menemani sehabis makan"


"Sudah beli, tiga celana" menjawab dengan cepat.


"Oh, apakah kamu membeli ukuran yang tepat"


"Ukuran medium kan, apa kurang besar?" candice berkata dengan malu- malu.


"Besar apa tidak, kamu bisa merasakannya?"


Candice pura- pura bodoh." Bagaimana aku tahu?"


"Jika kamu mau,kita bisa mencobanya terlebih dahulu?" bernett tertawa.


Candice berusaha menghentikannya." Jangan bicarakan ini lagi, disini ada bryan, tidak bagus untuk perkembangannya"


Pada saat ini pelayan membawa segelas ice cream, dan lelaki kecil segera melangkah maju, tapi keduluan candice yang mengambilnya, candice makan dua sendok penuh ice cream baru memberikan pada bryan.


Sikecil takut diminta lagi ice creamnya makan di sofa.


Setelah makan malam selesai, bernett langsung mengajak mereka pulang, ia tidak menyukai mencari hiburan di luar, mungkin karena statusnya yang tinggi.


Tiba di rumah candice, segera pergi ke kamarnya untuk membuat desain, ia termotivikasi untuk mendapat bonus dan penghargaan.


Selesai menggambar satu desain candice keluar kamar, ia mendengar bernett sedang membacakan cerita anak- anak dari dalam kamarnya.Ia tidak ingin mengganggu dan kembali dalam kamarnya.


Malam ini bryan tidur kamarnya, apakah malam ini pria ini datang kesini? candice mulai merindukan ciuman selamat malam.


Sekitar pukul sepuluh, pintu kamarnya diketuk dan di buka, candice berbalik badan dan merasa gugup melihat bernett masuk.


"Belum tidur?"


"Masih sibuk" jawab candice pura- pura tenang.


Bernett melihat expresi tegang wajah candice merasa lucu."Kamu jangan khawatir,aku berjanji untuk menyelidiki masalah ayahmu, baru aku akan menyentuhmu"


Wajah candice memerah, cepat atau lambat itu akan terjadi.


"Kemarilah,berilah aku ciuaman selamat malam"perintah bernett.


Candice hampir lupa menghitung hari, sepertinya belum ada satu bulan.


Ia berjalan ke depan bernett, ia hanya sebatar leher bernett tanpa menggunakan sepatu hak tinggi.


Candice segara memejamkan mata dan menunggu pria ini menciumnya.


Namun tidak lama candice membuka mata melihat wajah penuh senyuman bernett.


"Apakah kamu sudah ketagihan ciumanku?"


Candice merasa malu dan bertanya dengan sedikit marah." Kamu mau menciumku apa tidak?"


"Mau" bernett menciumnya selama dua menit. sebelum melepaskan pelukannya ia mencium kening candice."Beristirahatlah lebih awal, jangan tidur terlalu malam"


"Tunggu sebentar hadiahmu" candice yang malu memberikan bingkisan ke bernett.


"Aku akan memakainya, saat pertama kita berhubungan"


Setelah bernett pergi candice tidak konsen lagi untuk bekerja, bayangannya di penuhi wajah bernett, ia memutuskan berbaring dan terlelap.