
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Karl juga tidak mempunyai cara untuk memberitahu kabar baik ini.Sekarang dia pasti sedang menyetir dengan cepat,menuju perbatasan negara dan zona aman.Clint juga ingin cepat-cepat sampai zona aman dan menghubungi vivi, ia sangat merindukan suaranya dan memberi kabar dirinya sudah selamat.
Clint terus mengendarai mobilnya dengan cepat,Ia menyetir sampai subuh, ia sudah lelah, namun tidak ingin istirahat.Ia sekarang mempunyai motivasi yang sangat kuat,yang membuatnya tidak ingin tidur dan terus melaju ke depan.
Keluarganya, kekasihnya, semuanya menunggu kabar baiknya dan tidak boleh terjadi sesuatu masalah pada dirinya.Hingga malam hari mobil clint sampai di tempat yang ramai,mobilnya bermasalah mungkin karena umurnya yang sudah tua.Clint turun dari mobil dan bergabung ke kerumunan orang.
Yang pertama ia lakukan adalah mencari telepon umum.Ia menghubungi nomor yang paling di hafalnya.
"Halo" terdengar suara vivi yang lesu.
"Ini aku" terdengar suara clint yang parau.
"Clint" vivi berteriak, air mata kebahagiaan langsung mengalir.
"Aku telah kembali"
"Dimana kamu? apakah kamu terluka?"
"Aku baik-baik saja, Aku sekarang di bolton city, aku akan segera menemuimu"
"Jangan, kamu carilah tempat untuk istirahat, aku akan mendatangimu" vivi masih menangis.
Tiba-tiba mereka diam dan mendengarkan suara nafas mereka.
"Clint, kamu tidak terluka kan?" vivi masih merasa cemas.
"Aku tidak apa-apa,maaf telah membuatmu merasa khawatir" clint tertawa kecil dan ingin segera bertemu dengannya.
Vivi berjalan keluar kamar dan memerintahkan asistennya untuk menyiapkan mobil, lalu kembali berkata pada clint."Aku akan Segera berangkat, tunggulah aku, kita akan segera bertemu"
"Baiklah, aku akan menunggumu" clint melihat sekitar dan mengatakan hotel yang paling mencolok dan memberi tahu vivi, setelah mengatakan semuanya menutup telepon.
Clint membawa tasnya ke hotel dan check in, ia masih mempunyai uang, Setidaknya dirinya hanya diculik dan bukan di rampok.
Clint masuk ke kamar dan merasa lelah dan sangat lelah,ia ingin beristirahat dulu.
Vivi di perjalanan menghubungi daniel, mendengar kabar ini daniel sangat gembira dan meminta vivi setelah bertemu dengan clint suruh meneleponnya. Iring-iringan mobil vivi di kawal oleh dua mobil tentara. Perjalanan ke bolton city membutuhkan waktu sekitar empat jam.
Clint mengira dirinya akan tertidur, namun di ranjang hanya bergerak ke kanan dan kiri tidak bisa terlelap. Ia terus memikirkan vivi.
Clint memilih duduk di balkon, memaksakan rasa kantuknya, menunggu kedatangan vivi. Saat ini waktu baginya sangat lama dan menyakitkan.
Ia melihat suasana sore hari di bolton city, dalam hatinya masih merasa cemas. Di negara ini sering terjadi kekacauan dan pertempuran. Sebagai orang asing, Nyawa mereka bisa terancam kapan saja.Semua orang disini sangat kejam, banyak orang berjalan-jalan sambil membawa pistol, jika ada yang sedikit perselisihan,maka akan terjadi saling tembak- menembak.
Ketika tiba di bolton city, vivi sudah jam 9 malam, seorang tentara menanyakan keberadaan hotel clint pada seorang penduduk. Lalu iring-iringan mobil Segera menuju kesana.
Vivi menjelaskan ciri-ciri clint di meja resepsionis, melihat expresi cemasnya mencari Seseorang, resepsionis memberikan nomor kamar clint. Vivi segera menuju lift.
Ia hanya di temani oleh asistennya, para tentara yang mengawalnya berada di depan hotel.
Hatinya di penuhi rasa gembira, ia menekan bel kamar.
Clint juga telah memperhitungkan waktu perjalanannya dan saat mendengar suara bel hatinya sangat gembira. Ia mengintip di lubang kecil pintu dan yang berdiri di depan pintu adalah wanita yang paling di cintainya.
Ia segera membuka pintu, dua pasang mata saling menatap.
Jantung kedua orang berdetak kencang.
Detik selanjutnya clint mengulurkan tangannya dan memeluknya dengan erat, vivi juga memeluknya air mata kebahagiaan mengalir di wajahnya, clint kedua matanya juga ikut memerah.
Sang asisten tersenyum dan pergi ke ujung koridor,ia tidak ingin mengganggu pertemuan sepasang kekasih.
"Clint" air mata vivi membasahi bajunya, dan memeluk tubuhnya seerat mungkin.
"Maaf, aku telah membuatmu cemas" clint dapat merasakan tubuhnya yang gemetaran, vivi pasti merasa khawatir dengannya.
Vivi baru menyadari betapa pentingnya posisi pria ini di dalam hatinya.
"Clint, aku tidak mengizinkanmu mati.. tak akan" vivi melarangnya dengan keras, ia sedang mencurahkan isi hatinya selama ini dan setelah bertemu dengannya ingin mengutarakan Semua isi hatinya.
"Baiklah, aku akan baik-baik saja, demi kamu" kata clint sungguh-sungguh.
Vivi baru menyadari bahwa sikapnya barusan sedikit berlebihan, ia melepaskan pelukannya dan melihat wajahnya.Ia menyadari sedikit lebih kurus,ia tidak terluka sedikitpun dan tidak kurang sedikitpun.
"Ayo kita kembali,aku akan membawamu pulang dengan selamat,kau tahu apa yang ingin dilakukan kakak sepupumu saking paniknya, ia ingin mendatangkan kapal perang untuk menolongmu"
Clint dalam hati merasa terharu,ia tahu kakaknya sangat ingin menolongnya, tapi, kali ini sudah selamat, sekarang kakak sepupunya tidak perlu menggunakan kekuasan untuk menolongnya.
"Kalau begitu, sudahkah kamu memberitahunya,bahwa aku telah selamat?"
"Aku telah meneleponnya dan ia bilang, saat aku bertemu denganmu, kamu disuruh untuk meneleponnya"vivi mengeluarkan ponselnya dan menyerahkan pada clint."Telepon dia sekarang, beberapa hari ini dia sangat cemas"
Clint segera menghubungi kakaknya.
"Halo, apakah dia baik-baik saja?" daniel segera bertanya.
"Kak, aku baik-baik saja, kamu tidak usah khawatir" clint tertawa.
"Dasar kau bocah, masih bisa-bisanya tertawa" daniel mendengus.
"Aku nyaris saja tidak bisa lolos, sungguh tidak mudah keluar dari sini, nanti begitu aku pulang, kamu harus mentraktirku makan enak, kak"
"Baiklah, setelah kamu pulang, aku akan mengundangmu makan malam" sekarang daniel sudah lebih rilex dan tenang.
"Baiklah, aku dan vivi harus kembali ke konsulat,begitu aku kembali, aku akan langsung menghubungimu" kata clint sambil tersenyum.
"Baiklah, jaga vivi baik-baik,dia juga sangat mengkhawatirkanmu" daniel juga mengerti vivi mencari bantuan kesana-kemari untuk menolong clint.
"Ya pasti" clint berkata serius dan menggandeng tangan vivi berjalan ke lift.
Asisten vivi membawakan tas ranselnya, lalu berkata."Dokter zhan, nona vivi tidak tidur beberapa hari karena mengkhawatirkanmu" Tentu saja clint juga tahu, penampilan vivi lebih kurus, wajahnya pucat, kedua matanya merah.
Ia sedikit pedih melihat penampilannya dan merangkul pundaknya.
Vivi menyandarkan kepalanya ke badan clint, jika ada tempat yang membuatnya nyaman adalah berada di pelukan sang pria.