Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Kebenaran


Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


.........


Dalam ruangan kamera pengawas terdapat kamera cctv, kemarin sore setelah selesai rapat bernice pergi ke kamar mandi, setelah beberapa saat bayangan julie masuk ke ruangan bernice.


Namun benda yang ia bawa di tangan kirinya tidak kelihatan jelas.


Beberapa pegawai juga terkejut, hanya julie yang masuk ke ruangan bernice.


Rekaman ini tidak bisa membuktikan julie bersalah, karena benda yang dibawa julie tertutupi.


Mereka mengarah ke kamera cctv yang mengarah kantor julie.


Nickson memutuskan untuk menemui julie di ruangannya.Ia masuk tanpa mengetuk pintu.


Julie langsung berdiri dan ketakutan melihat kedatangan nickson.


Ia sudah menjadi bagian militer sejak lama,ia sangat kaya akan kemampuan menganalisa. Perilaku julie sekarang menyampaikan pesan yang jelas, ia merasa ketakutan, panik dan rasa bersalah.


Julie pura- pura tenang."Nickson, untuk apa kamu datang kemari? apakah ada masalah?"


"Berikan naskah yang kamu ambil dari bernice"


nickson langsung pada intinya..


Raut wajah langsung berubah, ia menghirup nafas dalam- dalam."Apa maksudmu?atas dasar apa kamu menuduhku mengambil naskah dokumen itu?"


"Kemarin saat bernice masuk ke kamar mandi, kamu masuk ruangannya" nickson memandang tajam, seolah dia narapidana.


Julie menjadi emosi di tatap seperti itu."Aku tahu kamu menyukai bernice,kamu tidak boleh untuk meloloskan kesalahannya,kamu menyalahkanku.Aku memang ke kantornya memangnya kenapa?dia adalah asistenku"


Nickson tetap memandang tajam."Julie, dimana lembaran kertas itu?"


"Apa yang sedang kamu bicarakan?"


"Aku tahu kau lah yang mengambilnya?"


"Aku tidak melakukannya"


"Benda itu ada di ruangan ini cepat atau lambat akan kutemukan"


Julie bukanlah orang yang pernah di introgasi secara profesional,ia mundur dua langkah dan matanya melirik dokumen yang ada di sampingnya.


Nickson melihat respons kepanikan julie, kemampuan menganalisa sangatlah tinggi.


Ketika julie melirik sebentar dokumen, ia dengan cepat menyambar dokumen tersebut.


Tubuh gemetar, ia berusaha mengambil dokumen yang di pegang nickson."Nickson ye, kamu tidak perlu menyentuh barangku"


"Ada apa di dalam sini?" nickson bertanya dingin.


"Tidak ada apa- apa, hanya ada dokumenku"


wajah julie sudah pucat.


"Julie, akuilah perbuatanmu di depan semua orang dan minta maaflah pada bernice, aku masih bisa mengampunimu karena hubungan keluarga kita dekat."


"Aku tidak mau...aku tidak mau meminta maaf pada bernice,memang aku yang menjebak bernice,lalu kenapa?aku memang membenci bernice yang merebutmu dariku"


Julie menyerah dan sadar di hadapan pria ini, ia tidak bisa lari lagi.akhirnya meluapkan kebencian dalam hatinya.


"Hal ini tidak ada hubungannya dengan bernice,


Akulah yang lebih dulu menyukainya,jika kamu merasa tidak senang bicaralah langsung padaku"


"Tidak...kenapa kamu bisa menyukainya?"


"Aku beri waktu satu jam untuk keluar dan akui perbuatanmu,jika tidak,jangan bilang aku tidak punya perasaan"


"Nickson, mengapa kamu melindungi bernice?"


Nickson keluar dari ruangan dengan membawa dokumen ke ruang metting.Dan memberikan pada bernice.


"Coba kamu cari, apakah kertas yang kamu cari ada di dalam?"


Bernice tertegun sejenak, ia buru- buru membuka dokumen.Ketika membuka satu halaman ia menemukan kertas yang hilang kemarin.


"Benar lembaran ini,ini adalah lembar yang hilang kemarin" bernice berkata dengan semangat.


"Ikut aku, ke kantor kepala direksi"


"Apakah ini dokumen milik julie?" bernice Bertanya.


"Ya, benar" nickson mengangguk.


"Ternyata memang dia" bernice marah mengepalkan tangannya,ia bertanya.


"Kak nickson, apakah kamu akan berpihak padanya?"


Nickson memandang wajahnya."Seumur hidupku, wanita yang selalu kubela hanya ibuku dan kamu"


Bernice senang dan terharu."Benarkah?"


"Dasar bodoh" melihat keadaan sepi, nickson mencium bibirnya, bernice merasa malu langsung mendorongnya.


Nickson tertawa kecil."Ayo pergi"


Di dalam kantor direksi nickson dan bernice sudah membicarakan masalah ini dengan jelas.


Kepala direksi juga tidak menyangka, sumber dari masalah ini adalah julie ren,ia lansung terdiam.


Julie adalah pegawai urusan diplomasi dan penerjemah yang sangat berprestasi untuk departemen kementrian luar negeri.Kali ini membuat kesalahan karena dibutakan oleh cinta,kepala direksi menatap bernice, lalu berkata."Bernice,aku bersedia menggantikanmu meminta maaf pada direktur utama dan akan memberitahukan perihal julie bersalah,apakah kamu bisa memaafkannya dan tidak mempublikasikan masalah ini?"


Bernice tahu kepala direksi berusaha melindungi julie, setelah berfikir sejenak bernice berkata."Saya bisa memaafkannya,tapi aku ingin posisi saya di pindahkan,saya tidak mau bekerja di bawahnya lagi"


Nickson tidak terima."Tidak bisa, masalah ini harus dipublikasikan"


Jika tidak dipublikasikan ini tidak adil bagi bernice,demi melindungi julie, haruskah bernice menerima pandangan buruk di kementrian luar negeri.


"Ini" kepala direksi bingung mau berkata apalagi.


"Kalau julie tidak punya keberanian untuk bertanggungjawab, Ini tidak adil bagi bernice untuk menanggung kesalahannya"


Nickson tidak akan membiarkan wanita yang dicintai di perlakukan tidak adil.


Seketika hati bernice menjadi hangat, nickson tidak hanya menyelesaikan masalah, ia juga masih membelanya.


Kepala direksi awalnya ingin menekan bernice agar tidak bersuara, namun ia tidak berani mengabaikan perkataan nickson.Ia menghela nafas panjang." Baiklah, aku akan mengurus masalah ini dan akan memindahkan bernice ke bagian penerjemah, selama dia berdedikasi tinggi, aku akan memberikan promosi."


Hasil seperti ini membuat nickson merasa puas ia berdiri sambil memegang tangan bernice.


"Bolehkah,siang ini bernice meminta cuti?"


"Baik, aku akan memberikan cuti siang untuk bernice" Kepala direksi jelas tidak mau menyinggung nickson.Orang ini adalah pemimpin militer,ia juga punya pengaruh di dunia politik.


Saat akan keluar dari pintu ruang direksi, bernice ingin melepaskan tangannnya.Nickson malah tersenyum dan semakin erat memegang.


"Kenapa?"


"Sudahlah jangan gandeng lagi,kalau seperti ini semua orang akan melihatnya"


"Lihat ya tinggal lihat saja, aku akan mengumumkan kamu adalah pacarku"


"Tidak..jangan"


"Kenapa?"


"Aku akan dibenci perempuan disini yang menyukaimu,kamu jangan membuatku semakin terkenal lagi, oke"


Nickson tahu bernice sekarang masih menyembunyikan identitasnya,kalau karyawan pria mengetahui bernice putri dari keluarga gong, pasti bernice akan dikejar banyak pria. Demi membuat bernice bekerja dengan aman ia melepaskannya."Baiklah, aku tunggu kamu di mobil"


Melihat kepergian nickson, bernice tersenyum bahagia