Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Mencarinya


Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


"---"


Keira mengulurkan tangan yang tidak bersimpah untuk membelai wajahnya."Aku... aku tidak pernah ingin membunuhmu,..maaf"


Tenaga keira perlahan melemah dan tersirat rasa sedih di wajahnya.


"Jangan mati, kamu tidak boleh mati, aku tidak perduli siapa kamu"


"Namaku adalah keira"


Daniel memegang tangannya erat."Jangan mati, aku tidak akan membiarkan kamu mati"


Wajah keira menjadi bersinar setelah mendengarkan pernyataan daniel, setelah itu dia melepaskan pelukannya.


Daniel tidak memeluknya dengan erat, ia melihat sungai hanya berjarak tiga meter dan sadar apa yang ingin dia lakukan.


Saat daniel ingin mengejarnya dua pengawal langsung memegang tubuhnya."Bapak presiden, anda tidak boleh kesana"


"Jangan..keira"Daniel berteriak putus asa di detik-detik terakhir.


Keira tersenyum cerah ke arahnya dan melompat ke dalam sungai.


Tubuh daniel tiba-tiba melemas, saat tubuhnya di telan oleh air sungai.Daniel merasa telah membunuhnya dengan tangannya sendiri.Ia tadi menembak sang gadis mengenai bahunya.


Kehadiran gadis misterius yang begitu singkat telah mengakar di dalam hatinya.


Di dalam truck


Harry yang melihat keira terjun ke sungai langsung melupakan segalanya dan menjatuhkan senjata yang di pegang.


Saat bersamaan 3 helikopter sudah terbang di atasnya dan beberap pasukan khusus turun untuk melindungi daniel dan berhasil membawa daniel ke helikopter dengan selamat.


Pengawal memberikan tisu untuk membersihkan darah di tangannya.


Daniel menolaknya."Tidak usah di bersihkan"


Tempat kejadian menjadi perang para pembunuh dan pasukan khusus.


Daniel melihat kearah sungai yang mengalir dengan tenang, air sungai telah bercampur dengan darah gadis itu.


"Bapak presiden,siapa gadis yang ingin anda tolong tadi?" tanya seorang pengawal.


"Dia telah menolong bapak presiden" kata pengawal yang lain, ia melihat gadis itu menembak seorang wanita pembunuh.


Daniel tersenyum kecut."Dia bukan siapa-siapa"


Pengawal tidak percaya, sang presiden terlihat menyedihkan saat ingin menolongnya!


Daniel sudah sampai di rumahnya dan di rumahnya jaga ketat sekitar 50 orang pasukan khusus.


Daniel masih duduk di ruang tamu, kedua tangannya masih terdapat darahnya yang sudah mulai mengering.


Senyuman terakhir gadis itu masih melekat di dalam otaknya,gadis cantik dan imut itu, sekarang hanya akan menjadi kenangan.


Asisten pribadinya datang."Bapak presiden, kejadian mengerikan malam ini telah menyebabkan kegemparan,kami telah menyiapkan konferensi darurat dan anda mengumumkan pada masyarakat,bahwa anda selamat dan sudah aman.


Daniel langsung berdiri.


"Bapak presiden,darah yang berada di tanganmu harus dibersihkan terlebih dahulu"


Daniel menundukkan kepala,akhirnya terpaksa harus membersihkan bagian terakhir dari gadis itu.


Ia harus menghadiri masyarakat dan menjalankan tugasnya.


Setelah daniel mengadakan konferensi pribadi, masyarakat menjadi lebih tenang dan berita di akhiri dengan insiden truck meledak.


Dia menelepon ibunya dan berbohong tidak berada di dalam rombongan,ia berkata masih berada di dalam kantor.


Candice juga menelepon sang kakak dan daniel juga berbohong padanya.Setelah konferensi pers daniel memanggil bawahannya.Walaupun ini sudah malam menyuruh orang untuk menemukan tubuhnya.


Dan harus dilakukan pemakaman yang layak.


Puluhan penyelam dan kapal di turunkan ke sungai untuk menemukan tubuh keira,namun tim tidak menemukan mayat di dalam sungai.


Daniel tidak tidur semalaman dan terus mendapat jawaban dari bawahannya,bahwa mayatnya belum di temukan.


Ini membuatnya semakin sedih, sekarang hanya ingin menemukan mayatnya dan melakukan pemakaman yang lanyak, apakah gadis itu tidak mau ditemukan olehnya?


Saat dirinya sudah terluka parah dan melompat ke arah sungai.


Daniel berpikir keira mengangkat pistol untuk menembaknya, ia sangat marah dan langsung menembak mengenai bahunya.


Namun ternyata keira menembak seorang gadis yang ingin membunuhnya dan bermaksud untuk melindunginya.


Daniel harus menerima kenyataan, bahwa gadis itu akan menghilang dari hidupya untuk selamanya.


Asisten mengetuk pintu dan masuk ke dalam. Ia terkejut melihat daniel duduk di sofa dan kedua matanya merah.


"Tuan xi, apakah anda tidak tidur semalaman? apa anda ingin istirahat sebentar?"


Daniel bertanya dengan suara pelan."Apakah sudah ada berita terbaru?"


"Masih tidak ada, tim pencarian bilang arus sungai cukup kuat, mungkin tubuhnya sudah terbawa sampai ke ujung sungai"


Daniel menghela nafas panjang."Kalau begitu suruh tim ke ujung sungai, pokoknya mayat gadis itu harus ditemukan"


"Baiklah, tuan xi"


Expresi daniel terlihat surat dan menyedihkan, sang asisten mengganti topik pembicaraan.


"Tuan Xi, sebentar lagi akan ada acara yang sangat penting,upacara pelantikanmu akan diadakan tiga hari lagi dan sekarang anda harus memprioritaskan urusan negara"


Daniel berdiri."Ayo,pergi ke istana"


"Apa anda tidak ingin beristirahat?"


"Tidak usah" daniel tidak merasakan ngantuk sedikitpun, saat memejamkan mata malah terbayang sosoknya dan ini membuatnya semakin sedih.


Di apartemen


Saat candice terbangun di pagi hari tidak menemukan bernett di sampingnya, ia mengelus perutnya untuk berinteraksi dengan putrinya yang masih di dalam perut.


Candice berjalan ke arah dapur dan mendengar seorang sedang memasak, ia memeluk pinggangnya dari belakang.


"Sebentar lagi akan selesai" bernett menoleh ke belakang dan tersenyum.


"Minumlah susu dulu" bernett memberikan susu hangat padanya.


Candice membawa susu ke teras dan menikmati udara di pagi hari,ia sangat menikmati Hari-hari kehamilan yang bahagia seperti ini.


Tidak lama kemudian bernett sudah selesai memasak, pria ini mahir dalam memasak dan menentukan makanan yang bernutrisi.


Mereka sudah duduk di ruang makan, bernett sudah mengambilkan makanan dan berniat untuk menyuapinya.


Candice tersenyum."Biarkan aku makan sendiri, kita makan bersama"


Bernett tersenyum penuh kasih sayang."Baik"


Selesai sarapan pagi bernett berkata."Apakah putriku sudah bangun?"


"Sudah, dia bangun bersamaan denganku"


"Aku ingin menyapa putriku" bernett menempelkan kepalanya ke perutnya.


Bernett sangat menantikan kelahiran sang putri yang hanya menunggu beberapa bulan lagi, ia sangat ingin memanjakan putrinya.


"Aku merindukan putra kita"


"Tenang saja, dia disana sedang bermain dan berlatih bersama kakek neneknya"


"Apakah kamu pergi ke perusahaan hari ini?"


"Tidak,hari ini tidak ada yang mendesak dan tidak ada masalah yang besar" bernett bisa bekerja dirumah dan sekaligus bisa menjaganya.


Candice memeluk tubuhnya."Aku ingin bersantai"


"Oke, kamu ingin melakukan apa,aku akan menemanimu"


Bernett menemani bersantai ke taman dan beberapa pengawalnya menggunakan pakaian biasa, mereka menjaga dengan jarak yang lumanyan jauh.


Di taman ada sebuah danau kecil, mereka berpegangan tangan berjalan mengitari danau. ini terlihat begitu romantis bagi orang yang melihatnya.


"Sebentar lagi kita akan pergi ke toko kue" kata bernett


"Uh! kenapa pergi ke toko kue?"


"Kamu lupa? semalam mengatakan ingin makan kue" bernett gemas mencubit pelan hidungnya


Candice sekarang merasa mudah melupakan berbagai hal."Oke, aku memang sedang ingin makan kue"


Bernett membawanya ke toko kue terdekat, candice seperti seorang gadis kecil yang begitu bahagia melihat coklat dan kue.


Candice memesan kue kesukaannya pada pelayan,mereka berdua menunggu kedatangan kue di kursi untuk pelanggan toko.